AST Volume 1 Bagian 17

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 17 – Cucu Tertua dari Klan Qing

Meskipun dia tahu bahwa jalan yang ingin dia jalani adalah jalan yang panjang dan sulit, Qing Shui sangat percaya diri.

“15 tahun .. Sudah 15 tahun sejak dia lahir di Desa Qing, mungkin sudah waktunya menjelajahi dunia Kyushu. Mencapai puncak Teknik Penguatan Kuno, Qing Shui bisa merasakan bahwa kekuatan saat ini yang mampu ia kerahkan, lebih dari 10.000 jin hanya berdasarkan kekuatan fisik tubuhnya sendiri. Selain itu, dengan teknik senjata rahasia dan juga keadaan tubuhnya yang luar biasa, dia tidak ragu bahwa itu lebih dari cukup untuk melindungi dirinya sendiri!” Qing Shui dengan mendalam merenung. Jika dia tidak mengalami tantangan di dunia, dan menghadapi bahaya nyata melalui situasi hidup dan mati, dia tidak akan mampu menempa dirinya sendiri. Mengalami Kebuntuan pada puncak Teknik Penguatan Kuno Lapisan ke-3, akan menjadi lebih sulit untuk menerobos.

“Ibu seharusnya kembali dalam beberapa hari, saya akan pamit padanya saat itu,” Qing Shui memutuskan, yakin bahwa pilihannya untuk menjelajahi dunia di luar Desa Qing adalah solusi yang tepat.

“Mengapa orang-orang di legenda yang melampaui dimensi selalu memiliki senjata legendaris atau Cincin Penyimpanan(Storage Ring) tapi saya bahkan tidak memiliki satu pun (-_-). Karakter utama dari legenda itu selalu orang jenius tapi inilah aku, contoh hidup seseorang yang telah melampaui dimensi, namun aku hanya sampah .. ” Terlepas dari kenyataan bahwa Qing Shui tidak pernah mengakui dirinya sebagai sampah, dia tidak memiliki pilihan tapi mengakuinya sekarang.

“Sangat merepotkan untuk membawa barang-barang tanpa cincin penyimpanan, tapi setidaknya, aku masih memiliki Ancient Strengthening Technique. Berkat itu, ketangguhan tubuhku sudah mencapai keadaan yang tak terbayangkan, mampu mengerahkan kekuatan lebih dari 10.000 jin. Selain itu, kekuatanku sekarang kira-kira setara dengan tahap Martial Warrior tingkat 7, mwehehe. Melalui pengamatanku selama beberapa tahun terakhir, aku berani mengatakan bahwa aku dapat membuat sebagian besar murid generasi ke-3 terbaring di tanah terluka dan membuat mereka pulih 2 minggu sampai satu bulan hanya dengan satu pukulan! ” ucap Qing Shui meyakinkan dirinya sendiri.

“Dalam menghadapi kekuatan mutlak, semua strategi tidak ada artinya. Menggunakan kekuatan untuk melawan seluk beluk teknik, dan belum lagi bahwa Solidary Rapid Fist pastilah teknik bela diri tingkat atas, jika aku bisa menyerang dengan tingkat kekuatan 10.000 jin, menyerang kelemahan dan titik acupoint lawanku, aku pasti akan membuat mereka cact dengan setiap serangan yang aku buat. ” Qing Shui menyeringai.



Qing Shui bergumam sendiri setelah dia meninggalkan rumah Qing Hu. Dia sangat percaya diri saat memikirkan banyak hal yang telah dia pelajari. Namun, Qing Shui telah lebih matang dari sebelumnya, dan mampu mengendalikan egonya.

“Aku tidak boleh sombong dan berlebihan, dunia ini begitu besar, satu-satunya cara untuk melangkah maju di jalan kultivasi adalah perbaikan terus-menerus!” Qing Shui diam-diam mengingatkan dirinya sendiri.

Mencapai puncak lapisan ke 3 dari Teknik Penguatan Kuno terasa hebat, namun karena tidak mampu melakukan terobosan, Qing Shui merasa tidak berdaya. Di dalam hatinya, dia merindukan kemungkinan bahwa dia bisa mencapai lapisan ke-4. Bagaimanapun, lapisan ke-4 menunjukkan pencapaian ke tahap lain. Memasuki lapisan ke-4 berarti melintasi ambang batas tingkat menengah untuk Teknik Penguatan Kuno. Pada saat itu, tubuh dan kekuatannya mungkin akan lebih disempurnakan lagi secara dahsyat. Qing Shui juga berkeinginan memiliki keterampilan yang akan dia buka di tingkat lapisan keempat dari Teknik Penguatan Kuno.

“Ai, Qing Shui!”. Sebuah suara meneriakkan namanya saat dia tengah merenung.

Sambil mengangkat kepalanya, Qing Shui menyadari bahwa yang memanggilnya adalah cucu tertua dari Qing Clan, Qing Zi. Qing Zi sangat ramah sifatnya, meski jarang berinteraksi dengan Qing Shui. Namun, setiap kali mereka berinteraksi, Qing Zi cukup bersahabat dengannya.

Qing Zi berusia 25 tahun ini, dengan penampilan tegak, ukurannya juga sangat besar, dengan punggung laksana seekor harimau dan pinggang beruang, bagaikan binatang raksasa yang gagah.

“Brother Qing Zi, bagaimana engkau bisa menyempatkan waktumu untuk datang kesini hari ini?” Qing Shui merasa agak aneh bagi Qing Zi di luar sini hari ini. Bagaimanapun juga bagi murid-murid generasi ke-3 yang telah berhasil menembus Martial Warrior tingkat 6 sibuk menghabiskan waktu untuk mengasah teknik bela diri mereka.

“Kekeke, tidak bisakah aku santai sejenak setelah melakukan terobosan?” Qing Zi menggaruk kepalanya dan berkata agak lugas. Melihat aksi lucu Qing Zi, Qing Shui merasa jarak antara keduanya mendekat. Bagaimanapun, perbedaan usia mereka tidak terlalu besar, pastilah ada hal yang menarik untuk dibicarakan di antara mereka.

“Ah, terobosan lagi? Selamat kepada Brother Qing Zi!” Qing Shui dengan gembira mengucapkan selamat kepada Qing Zi. Qing Shui tahu bahwa jika murid kelas 3 yang membuat pernyataan yang sama, pasti mengandung ejekan tersembunyi di dalam, tanpa suara dan secara sarkastik mengisyaratkan kepada Qing Shui bahwa ia hanyalah sampah. Tapi Qing Zi berbeda. Dia dikenal karena keterusterangannya, dia juga menganggap Qing Shui sebagai orang yang apa adanya sehingga mereka benar-benar akrab bersama. Jika Qing Zi ada di dunia Qing Shui sebelumnya, dia akan dikenal sebagai orang bodoh yang mudah ditipu.

Qing Zi tersenyum malu, seolah-olah terobosan itu terjadi hanya melalui keberuntungan dan bukan usahanya sendiri …

“Qing Shui, enkau juga harus bekerja keras! Beritahu aku jika kau memerlukan bantuan, aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu.” Qing Zi berkata sederhana. Dari kata-kata sederhana ini, Qing Shui bisa merasakan ketulusan hati Qing Zi.

“Pastinya, jangan khawatirkan aku, mungkin suatu saat nanti, aku akan menjadi lebih kuat darimu , engkau jangan kecewa ya!” Qing Shui bercanda dengan Qing Zi. Kedengarannya seperti sebuah lelucon tapi pada saat bersamaan, Qing Shui juga sangat serius dengan pernyataannya itu.

Aku yakin engkau akan bisa mencapainya. Jika engkau berhasil melampauiku, aku akan bahagia untukmu. Semakin kuat dirimu, semakin bahagia aku!” Qing Zi tertawa saat menepuk-nepuk Qing Shui di pundaknya.

“Mengapa? Kenapa kamu bahagia kalau aku lebih kuat darimu?” Tanya Qing Shui. Dia tahu bahwa terutama di klan-klan yang lebih besar, persaingan di dalam anggota klan sangat ketat. Bagaimanapun, murid terkuat di generasi itu memiliki harapan bahwa mereka akan menjadi kepala klan suatu hari …

Meski demikian, ekor burung phoenix tidak bisa sebanding dengan kepala ayam! Orang lebih suka menjadi kepala klan kecil dibandingkan dengan menjadi pengikut klan besar.

Normal jika Qing Shui menanyakan hal ini, Qing Zi, setelah terobosannya saat ini adalah yang terkuat di dalam murid generasi ketiga Qing Clan. Paling tidak, begitulah yang tampak sekarang. Dia adalah orang yang paling tinggi kemungkinannya menjadi Clan Head! Lebih jauh lagi, meskipun Qing Zi jujur ​​dan lugas secara alami, dia memiliki kemampuan untuk melihat jauh dan berpikir ke depan, dan mengetahui kecerdasan Qing Luo, Qing Shui dapat menyimpulkan bahwa itu hanya masalah cepat atau lambat, posisi Kepala Klan akan diberikan ke Qing Zi.

“Karena … kita adalah satu keluarga, jika suatu hari, engkau berhasil masuk ke XianTian Realm, engkau akan menjadi kebanggaan keluarga kita, kenapa aku akan terganggu karenanya? Lagi pula, yang menerobos ke alam Xian Tian adalah sepupuku sendiri ” kata Qing Zi dengan terus terang.

Qing Shui tidak tahu apakah Qing Zi mengatakan ini dengan jujur ​​atau apakah karena dia idiot. Tapi tetap saja, dia merasa sangat senang memiliki Qing Zi sebagai seseorang yang bisa diandalkannya.

Qing Shui dan Qing Zi mengobrol sambil berjalan berdampingan.

“Saudaraku Qing Zi, apa kau hendak pergi ke luar Desa Qing?” Qing Shui bertanya dengan santai.

Qing Zi tidak terkejut dengan pertanyaan Qing Shui. Dia menggaruk kepalanya dan tersenyum, “Yang terjauh yang pernah aku kunjungi adalah Kota Hundred Miles, kota itu jauh lebih makmur dan berkembang daripada Desa Qing kita di wilayah terpencil ini.”

“Saudaraku Qing Zi, pernahkah engkau berpikir untuk pergi melihat dunia luar sebelumnya? Dunia yang penuh dengan warna dan kegembiraan, dimana harapan dan impian para pemuda targambarkan di langit dengan kegemilangan mereka.” Qing Shui selalu tekun fokus pada kultivasi dan belum pernah keluar dari Desa Qing sebelumnya. Dia bahkan belum pernah ke Kota Hundred Miles; Pipinya memerah saat ia berpikir dengan sedih. Meski pesawat terbang dan mobil tidak ada di dunia ini, ada sarana transportasi lainnya seperti berkuda. Bepergian ke Hundred Miles City hanya butuh 2 jam dengan menunggang kuda.

“Aku mendengar Kakek menyatakan bahwa dunia di luar dipenuhi bahaya, pengkhianatan oleh temanmu bisa datang kapan saja, Engkau hanya bisa mempercayai diri sendiri. Jika engkau belum mencapai tingkat kekuatan tertentu, akan lebih baik tinggal di Klan Qing, daripada pergi keluar untuk membuang hidupmu.” Qing Zi berkata dengan muram, matanya nampak berkabut

Dari tatapan berkabut di mata Qing Zi, dapat dilihat bahwa dia juga, ingin sekali berada di dunia di luar Desa Qing. Pemuda mana yang tidak dipenuhi mimpi? Suatu hari kelak menjadi seorang ahli, bepergian melalui benua dengan mudah dan memiliki nama yang akan bergema dari generasi ke generasi!

“Pasti akan ada satu hari, ketika kita memiliki pijakan dalam dunia kultivasi, kita akan menjadi seperti raja dan penguasa yang melihat ke bawah pada sebidang tanah ini dengan semooh” Qing Shui dengan tegas berkata dengan sedikit aura dingin terlintas di matanya.

Qing Zi melirik Qing Shui, terkejut. Dia tidak pernah berpikir bahwa si sampah Qing Shui memiliki keberanian untuk mengucapkan kata-kata seperti itu.

Pada saat ini, Qing Shui memberi Qing Zi sensasi yang tak terduga, memancarkan perasaan yang dalam dan tak terukur. Qing Zi seperti merasa tidak berarti di depan Qing Shui! Aneh…..


Prev Chapter | Next Chapter