AST Volume 1 Bagian 2

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 2 – Tiga Tahun Kemudian

Waktu berlalu, Layaknya panah yang melaju cepat melintasi waktu. Kini meskipun Qing Shui telah bertambah tinggi, dia tetap terlihat lemah dan kurus. Satu-satunya kelebihannya adalah sepasang mata hitamnya yang indah yang tampak semakin menawan seiring berjalannya waktu. Bagi Qing Shui, berlalunya waktu tidaklah ada bedanya. Dia masih belum bisa berkultivasi berlatih bela diri apapun!

“Qing Shui! Qing Shui!” Seorang pemuda dengan tubuh kokoh dan kuat layaknya seekor harimau berlari mendekat, memanggil Qing Shui.

Kapan pun dia memiliki waktu luang, Qing Shui biasanya memilih berjalan-jalan disekitar bukit dan gunung terdekat. Dia menyukai kesunyian yang tenang di alam terbuka, berada di luar dengan alam membuatnya merasa tenang dan membantunya untuk sementara melepaskan beban di dalam hatinya, membuatnya perasaan gundahnya banyak berkurang. Seiring bertambahnya usia, seiring waktu akin seringlah dia melakukannya.

Qing Shui menoleh dan melihat bahwa yang memanggilnya adalah teman dekatnya, Qing Hu!

Qing Hu lebih muda dari Qing Shui setahun. Dia telah berhasil menguasai bela diri khusus Klan Qing “Blue Lotus Art” hingga ke tahap Martial Warrior tingkat 3.

Kultivasi di dunia ini bisa dipecah menjadi 10 Tahap. 10 Tahap ini adalah: Martial Student, Martial Warior, Martial General, Martial Commander, Xian Tian, ​​Martial King, Martial Saint, Martial Emperor dan False God. Masing-masing Tahap ini selanjutnya terdiri dari 10 tingkat.

Qing Hu adalah cucu termuda dari Klan Qing, ada 3 anak lain yang seusianya. Bisa dikatakan bahwa ditahun kelahirannya, Klan Qing telah dianugrahi dengan total 4 orang cucu.

Ada banyak anggota keluarga yang satu generasi dengan Qing Shui di Klan Qing yang membencinya, ini adalah dunia dimana kultivasi adalah segalanya. Bagi seseorang yang ditakdirkan untuk tidak bisa berkultivasi, orang itu hanya bisa dianggap sampah dan dihina oleh semua orang. Satu-satunya teman sejati yang dimilikinya adalah Qing Hu!

Begitu ia melangkah ke dunia ini, karena kurangnya bakat dalam kultivasi, seperti sudah ditentukan bahwa Qing Shui akan kesepian dan dilupakan oleh orang lain.

Qing Shui telah hidup selama 26 tahun. 18 tahun di dunia sebelumnya dan 8 tahun di dunia ini. Dengan demikian, mentalitasnya jauh lebih kuat dari anak normal, dia tidak menangis atau merasa ditinggalkan meskipun merasa kesepian. Walaupun sering diganggu, tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya menangis atau mengamuk marah!

Qing Shui juga enggan bertengkar dengan anak lain karena hal-hal sepele seperti itu. Tidak ada waktu untuk hal itu. Meskipun tatapan dingin mencibir dan ucapan menghina yang diterimanya semakin meningkat, dia tidak peduli. Namun, dia sangat menghargai persahabatannya dengan Qing Hu. Terlepas dari kenyataan bahwa Qing Hu lebih muda dibandingkan dengan dia, dia tetap sangat senang memiliki seorang teman sejati pada diri Qing Hu.

Ketua Klan Qing, Qing Luo, memiliki kultivasi yang telah mencapai tahap puncak Hou Tian Realm. Dari keempat anaknya, 3 sudah mencapai level Martial Commander tingkat 8. Ada yang di puncak tingkat 8 dan ada yang belum.

Satu-satunya pengecualian adalah anak ke 2, Qing He. Qing He sudah mencapai Tahap Martial Commander, tingkat 9! Namun, seberapaun kerasnya dia mencoba, dia masih belum bisa menerobos puncak Hou Tian Realm(Tingkat 10).(dari Level Martial Student sampai Martial Commander disebut juga Hou Tian)

Sekarang, Qing He harus berkonsentrasi penuh pada kultivasinya, berharap bisa melakukan terobosan dan memasuki level Martial Commander tingkat 10, mencapai puncak Hou Tian. Hanya jika ada 2 ahli di puncak Hou Tian dalam Klan Qing, maka mereka dapat berhadapan dengan Keluarga Shi dari Kota Hundred Miles!

Dalam generasi ke-3, ada juga beberapa jenius. Karena bimbingan langsung oleh Qing Luo, cucu tertua, Qing Zi, telah berhasil mencapai level Martial Warior tingkat 7 pada usia 21!

Jenius lain yang luar biasa, bernama Qing You, berhasil mencapai level Martial Warior tingkat 6 pada usia 13. Pencapaian ini bahkan 2 tahun lebih cepat dari pada Qing Zi. Hal ini membuat Qing Luo sangat gembira, sampai-sampai dia bahkan tersenyum dalam tidurnya. Arti di balik mencapai tahap yang sama dengan perbedaan 2 tahun sangat jelas. Qing You bisa dibilang sebanding dengan orang-orang super jenius, jenius di antara para jenius! Qing Luo memiliki keyakinan yang luar biasa dan harapan besar mengenai pada cucunya ini.

Di dunia ini, dimana kultivasi adalah segalanya, topik diskusi antar manusia secara alami berkisar seputar kultivasi. Kata “kultivasi” ini ibarat kutukan bagi Qing Shui. Dia membenci segala sesuatu yang berhubungan dengan hal itu. Jadi, kapan pun saat dia tidak tidur atau sedang makan, dia akan berjalan-jalan di sekitar di bukit dan gunung, menyendiri diselimuti keheningan alam.

Seiring waktu berlalu, kepribadiannya menjadi lebih dingin dan tertutup, Qing Yi adalah satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk membuatnya tersenyum. Bahkan Qing Luo tidak mampu mencairkan wajahnya yang dingin.

Qing Shui tidak tahu bahwa setiap kali Qing Yi melihat sosok kesepiannya, dia akan merasakan sakit di hatinya. Selama 3 tahun terakhir, Qing Yi telah mengumpulkan ramuan obat berharga yang tak terhitung jumlahnya untuk Qing Shui, untuk mencoba dan membantunya memperbaiki fisiknya, tapi itu semua sia-sia. Ekspresi dingin selalu tampak di wajahnya, dan hanya hilang pada saat dia sedang tidur., hanya saat dia sedang bermimpi indah dia bisa benar-benar tersenyum dalam hatinya.

“Hei Qing Hu, mengapa kamu malah keluar untuk bermain bukannya latihan kultivasi? Apakah kamu tidak takut pada ayahmu menghukum dengan memukuli bokongmu?” Wajah Qing Shui yang suram pudar dan dia tersenyum kecil saat bercanda dengan Qing Hu.

“Tidak masalah, sama sekali tidak menyakitkan, tidak ada yang perlu ditakuti!” Qing Hu menepisnya dengan enteng. Qing Shui merasa bahwa cara jawab Qing Hu sangat menggemaskan, dengan gaya berpura-pura menjadi orang dewasa.

“Baiklah, ayo kita kembali sekarang! Jika tidak, Bibi Yi akan datang dan menangkapmu lagi.” Qing Hu berkata dengan nada memerintah sambil melotot!

Qing Shui dengan lembut menghela napas sambil melirik tubuh Qing Hu yang kuat dan kokoh, membandingkannya dengan tubuhnya yang lemah dan rapuh.” Apakah aku harus hidup seperti ini, tidak mampu berkultivasi di sepanjang sisa hidupku? Mengapa ada begitu banyak cerita tentang karakter legendaris yang melintasi dimensi, menjadi tokoh yang menggemparkan dunia, tapi terkecuali aku? “Qing Yu mengeluh dengan putus asa.

Qing Shui dan Qing Hu tiba kembali di mansion saat Qing Yi hendak pergi keluar dan mencarinya. Saat melihat mereka, Qing Yi buru-buru membawa mereka ke ruang makan untuk makan malam bersama. Hari ini adalah hari terakhir bulan itu. Selama hari terakhir setiap bulan, Kan Qing akan mengadakan makan malam bersama di mana seluruh keluarga berkumpul makan bersama. Dengan cara ini, acara ini menjadi ajang bagi anggota keluarga untuk bertukar berita dan sekaligus mempererat ikatan keluarga.

Duduk di meja utama, di samping Qing Luo adalah Qing He, Qing Zi dan Qing You. Anggota keluarga lain yang tersisa dari generasi kedua dan ketiga tidak memiliki hak istimewa untuk duduk di meja utama bersama dengan para jenius dari Klan Qing.

Meskipun Qing Zi dan Qing You berada di generasi ketiga, mereka bisa makan di meja utama karena kekuatan dan bakat mereka. Penempatan duduk ini diatur oleh Qing Luo. Dia ingin mengajarkan anggota klan lainnya dengan menciptakan atmosfir bersaing yang bersahabat. Duduk di meja utama adalah posisi kehormatan. Itu adalah sesuatu yang bagi setiap orang dianggap sebagai lambang kemuliaan. Tidak hanya itu, uang saku orang-orang yang duduk di meja utama juga jauh lebih tinggi dibanding anggota klan lainnya!

Qing Shui diam-diam selesai makan di sisi Qing Yi, anggota klan lain dengan kekuatan serupa biasanya berkumpul bersamaan terkecuali Qing Shui. Sejak masih muda, Qing Shui selalu sendirian. Sebagai seorang ibu, melihat anaknya tidak memiliki teman dan persahabatan, Qing Yi merasa sangat tidak berdaya!

Qing Yi selalu menekan emosinya jauh di dalam hatinya. 3 tahun .. Dalam 3 tahun ini, sepertinya sikap Qing Shui sudah benar-benar berubah. Di masa lalu, masih ada saat dimana Qing Shui kadang-kadang menunjukkan sisi kekanak-kanakannya. Sekarang, Qing Shui tampaknya sudah menjadi dewasa sebelum waktunya baik dalam kepribadian dan mentalitasnya, dengan harga yang membuat dia kehilangan masa kecilnya. Saat Qing Yi melihat sosok kesepian anak kesayangannya, air mata tanpa sadar jatuh di wajahnya.

Dia telah hancur dan berkali-kali menangis tak berdaya dalam 3 tahun terakhir!


Prev Chapter | Next Chapter