AST Volume 1 Bagian 44

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 44 – Datangnya Upacara Kedewasaan

Setelah menyaksikan kemenangan mutlak Qing Shui atas Situ Bu Fan, Qing Luo sesaat terdiam, namun ia berhasil pulih. Melirik Situ Nan Tian berdiri di sana dengan ekspresi merenung di wajahnya, berdiri di sana sambil tertawa canggung, setiap kali Qing Luo memikirkan kata-kata yang dikatakan Qing Shui setelah dia keluar dari arena, membuatnya nyengir. “Aku hanya berada di tingkat 3 tahap Martial Warrior. Seperti yang semua orang tahu, aku hanyalah sampah di bidang kultivasi. Aku berhasil menang hanya karena aku memiliki kekuatan kasar yang lebih besar dari yang lainnya. ”

Bukankah ini setara dengan Qing Shui yang menampar wajah orang-orang yang telah mengikuti kompetisi tadi? Namun, Qing Luo menyukainya. Begitulah seharusnya seorang pria! Kekuatan memutuskan segalanya, hanya dengan kekuatan yang cukup, seseorang bisa memiliki otoritas untuk berbicara.

Situ Nan Tian ingin menemukan sebuah lubang dan menyembunyikan wajahnya. Bahkan setelah ribuan perhitungan, tidak peduli bagaimana dia menghitung, tidak pernah dia berharap dirinya kehilangan kenyataan bahwa sampah ini, Qing Shui, bisa mengalahkan Situ Bu Fan! Baru sekarang dia tahu bahwa “sampah” yang diejek oleh semua orang di Desa Qing sebenarnya adalah kartu tersembunyi mereka. Sambil menggelengkan kepalanya, dia menghela napas “Qing Luo … Ah, kau rubah tua licik.”

Apa yang Situ Nan Tian tidak tahu adalah bahwa Qing Luo juga tidak tahu mengenai kekuatan sejati Qing Shui!

Awalnya, rencana Situ Nan Tian adalah membawa Situ Bu Fan, yang telah berhasil mencapai tahap Martial General tingkat 3 untuk sepenuhnya menekan anggota Klan Qing. Siapa tahu itu, yang terjadi malah sebaliknya, mengubah Situ Clan menjadi lelucon sehingga bahkan bisa menyebar ke Hundred Miles City.

Setelah pertempuran selesai, Qing Shui menjadi ahli termuda dari Klan Qing. Dengan hanya menggunakan satu gerakan saja, dia membuat tingkat 3 Martial General, Situ Bu Fan pingsan. Kekuatan apa yang dia miliki sebenarnya? Paling tidak, untuk bisa melakukan seperti yang dia lakukan, tingkat kultivasi setidaknya harus satu atau dua tingkat lebih tinggi dari pada Situ Bu Fan.

Sementara dia menjadi pusat perhatian, Qing Shui tahu bahwa masalah akan segera menyusul. Pertama, mari tidak membicarakan hal lain, hanya sekedar pertanyaan-pertanyaan dari keluarganya saja sudah akan membuatnya pusing. Untungnya, Qing Shui telah lama mengantisipasi bahwa akan ada hari seperti ini, dan telah membuat persiapan untuk hal ini. Kebohongan yang dengan enggan disampaikannya ke Qing Yi di awal tahun akan menjadi cahaya yang membawanya keluar dari terowongan ini.

Setelah Qing Shui turun dari panggung, dia bisa melihat ekspresi pada anggota klan generasi ketiga mulai dari kagum, kaget, hormat dan bahkan memuja. Di masa lalu, anggota klan generasi ke 3 akan selalu mengagumi Qing You, mengagumi kerangka otot dan kekuatannya yang sulit diduga. Namun, baru sekarang mereka menemukan bahwa “sampah” di mata semua orang adalah orang yang sangat melampaui apa yang selalu mereka ketahui sebagai lambang kekuatan. Seseorang yang diam-diam menanggung kata-kata kasar dan hinaan mereka, menyembunyikan kekuatan sejatinya sampai ada alasan baginya untuk tidak lagi melakukannya. Bagaimana mungkin mereka tidak mengagumi Qing Shui?



Semua orang di Klan Qing tahu bahwa Qing Shui selalu berusaha keras bahkan sampai melupkan makan minum, semua demi meningkatkan kultivasinya. Meski begitu, dia selalu diberi label sampah. Jika dia tidak berusaha cukup keras, dan kekuatannya rendah, maka orang akan mengatakan bahwa dia hanyalah seorang pemalas. Jika dia telah berusaha lebih keras lagi, tapi tanpa ada peningkatan pada kultivasinya, orang hanya akan mengatakan bahwa dia tolol dan bodoh. Sungguh, kekuatan adalah segalanya. Kelemahan berarti tidak peduli apa yang dia lakukan, dia akan selalu salah.

Bila dibandingkan dengan anggota klan generasi ke 3, generasi ke 2 dan Qing Luo hanya merasakan rasa syok yang mendalam sehubungan dengan kecakapan yang Qing Shui tampilkan. Seseorang yang memiliki kekuatan, namun ia rela diberi label sampah. Dia menghabiskan bertahun-tahun menahan derita demi menempa dirinya sendiri, dan menahan kesepian dan juga menderita ucapan sarkastik dan gunjingan orang lain. Seorang pemuda berusia 15 tahun benar-benar memiliki ketabahan mental untuk menanggung semua itu?

Setelah Qing Yi melihat Qing Shui, dia bergegas memeluknya erat-erat. Memikirkan bahwa anak ini ternyata memiliki kekuatan selama ini, namun memilih untuk menahannya. Anaknya benar-benar dewasa. Dia tahu bahwa alasan mengapa Qing Shui telah menghabiskan banyak usaha untuk berkultivasi adalah karena sebelumnya, tidak peduli apa pun yang dia coba, dia tidak dapat berkultivasi! Sekarang setelah langit memberi kesempatan kembali kepadanya, tentu saja dia akan meraihnya.

Apa yang Qing Yi tidak tahu adalah itu, alasan sebenarnya mengapa Qing Shui berusaha keras adalah untuk mencari pembalasan untuknya! Sebuah pembalasan karena diusir dari rumah sah suaminya! Jika dia tahu itu, usaha Qing Shui ternyata untuk dirinya sendiri, dia mungkin akan terkejut.

“Shui gege, engkau sangat kuat. Aku juga, tidak tahan dengan tindakan memualkan dari si sok itu, Situ Bu Fan. Menderita karena khayalan bahwa dia adalah orang terkuat di dunia. Dia terlalu arogan! Tapi sekarang, bagus sekali! Shui gege benar-benar menghancurkannya dengan satu gerakan, dan bahkan menyebabkan dia mengeluarkan darah. Bahkan jika dia sembuh, semua wajah dan kebanggaannya akan hilang.” Qing Bei dengan gembira berbicara, seolah-olah dia adalah orang yang telah mengalahkan Situ Bu Fan. Dia dengan bersemangat berceloteh saat senyum di wajahnya semakin lebar dan lebar.

“Haha, lha kamu juga. Xiao bei, sebaiknya kau tunggu Lan Yan`er untuk mencarimu. Engkau benar-benar menyebabkan dia menderita malu seperti itu.” Qing Shui tertawa, saat dia memotong obrolan Qing Bei yang tak henti-hentinya.

Qing Shui tahu bahwa pasti nanti ada “sesi interogasi”. Segera setelahnya, seperti yang diduganya, di bawah tatapan Qing Luo, Qing Shui sekali lagi menceritakan kebohongan tentang orang tua kuno di pegunungan yang sebelumnya dia katakan pada Qing Yi kepada anggota lainnya dari generasi ke 2. Meski mereka masih agak ragu untuk mempercayainya, hasil yang dia tunjukkan tadi tidak bisa berbohong. Lagi pula, melihat adalah percaya, benar? Lagipula, Qing Shui terkenal karena menghabiskan begitu banyak usaha untuk kultivasinya!

Meski begitu, mereka masih ragu mengapa Qing Shui masih belum bisa mencapai lapis ke-3 dari Blue Lotus Art. Setelah membahasnya untuk beberapa saat, mereka hanya bisa menyimpulkan bahwa tubuh Qing Shui tidak sesuai untuk kultivasi Blue Lotus Art.

Setelah kompetisi, nama Qing Shui bergema di seluruh Desa Qing, dan menjadi contoh generasi muda. Awalnya, ketika Qing Shui diberi label sebagai seorang sampah, dia sangat low profile dan tidak ada yang bahkan menatapnya dua kali. Sekarang setelah dia terkenal, tiba-tiba semua orang menyadari betapa indahnya penampilan wajahnya. Selama beberapa hari terakhir, Qing Shui menemukan bahwa ada banyak orang yang tidak dikenalnya berbicara dengannya. Bahkan ada banyak perempuan di desa yang malu-malu meliriknya. Semua ini menyebabkan Qing Shui bingung apakah dia harus tertawa atau menangis. Selain itu, ada banyak proposal untuk perkawinan ditawarkan, namun semuanya ditolak oleh Qing Shui. Yang dia inginkan sekarang adalah dengan cepat mencapai tahap XianTian. Setelah itu, bagaimana mungkin dia khawatir tidak bisa mendapatkan istri?

Selama hari ke 10 tahun baru cina, Qing Shui dan yang lain menjalani upacara Kedewasaan. Upacara tersebut sangat penting di dunia sembilan benua. Baru setelah upacara tersebut mereka dianggap sebagai orang dewasa. Perkawinan, memiliki anak, membentuk keluarga dan memulai karir Anda sendiri, semua itu hanya bisa dilakukan setelah seseorang melewati masa upacara Kedewasaan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama upacara berlangsung sangat sederhana, seseorang harus memberi hormat ke langit, bumi dan nenek moyang mereka sebelum disahkan sebagai orang Dewasa. Di samping Qing Shui, ada juga Qing Shan dan Qing Shi yang menjalani upacara bersamanya.

Qing Shan tidak menyukai kultivasi, jadi dia akan dikirim ke Kota Hundred Miles untuk melakukan beberapa bisnis di bawah Klan Qing. Qing Shi di sisi lain, sangat menyukai kultivasi, tapi sayangnya bakatnya terbatas, dan baru mencapai lapis ke-4 Blue Lotus Art pada usia 16 tahun.

Sebelum ini, semua orang berpikir bahwa ketiganya akan dikirim ke luar desa untuk membantu bisnis Klan Qing di Kota Hundred Miles. Tidak pernah mereka menyangka bahwa Qing Shui seperti permata bersinar yang jatuh dari bintang-bintang.

Terutama Qing Luo, dia merasa keadaannya berlangsung terlalu cepat, seolah tidak nyata. Awalnya setelah Situ Clan menyebabkan penghinaan kepada Qing Clan, mengalahkan Qing You yang seumuran dengan hanya satu langkah, tidak akan pernah ada orang yang mengira bahwa sampah keluarga tersebut tampil keluar dan membalikkan keadaan! Pada saat itu, Qing Luo masih kaget tak percaya, tak bisa mempercayai matanya.

“Ah, kebahagiaan biasanya terjadi pada saat yang paling tak terduga.”

Upacara Kedewasaan berakhir dengan cepat, sekarang semua orang tahu potensi Qing Shui, bagaimana mungkin Klan Qing mengutusnya untuk sekadar menjalankan bisnis mereka?

Bertentangan dengan harapan semua orang, Qing Shui benar-benar mengajukan diri untuk pergi ke Kota Hundred Miles dan membantu Qing Yi. Menghadapi banyak keberatan, termasuk Qing Yi. Qing Shui tidak bergeming. Begitu dia memutuskan sesuatu, Qing Shui jarang berubah pikiran. Pada akhirnya, dia harus mencampuradukkan kebohongan dan kebenaran, dan mengatakan kepada Qing Luo bahwa kultivasinya telah mencapai tahap kritis dan mungkin akan membantu jika dia pergi untuk mengalami hal-hal baru …






Prev Chapter | Next Chapter