AST Volume 1 Bagian 47

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 47 – Perihal Kelahiran Qing Shui (2)

Tubuh Qing Yi bergetar saat kepahitan muncul di hatinya dan dia mendesah pada dirinya sendiri, “Apapun yang akan terjadi, jadilah.”

Melihat Qing Shui, Qing Yi perlahan-lahan tenang. Namun, yang tidak dia duga adalah bahwa Qing Shui sudah memiliki pemahaman kasar sekitar 70-80% mengenai keseluruhan situasi.

“Qing Shui, Engkau sudah dewasa, bahkan jika Engkau tidak bertanya kepada Ibu, Ibu akan tetap memberi tahumu.” Qing Yi menghela napas.

Qing Yi ragu sejenak dan berkata, “Yan Zhong Yue, ingat nama ini dengan baik, karena itu adalah nama ayahmu. Zhong Yue adalah keturunan dari Yan Clan dari Yan Jiang Country. Klan Yan dianggap sebagai klan tertutup, salah satu eksistensi tertinggi di seluruh Negara Yan Jiang, dengan sejarah panjang dan koneksi yang sangat mapan selama lebih dari 1.000 tahun. Kewibawaan Klan Yan begitu luar biasa sehingga mereka bisa menghapus sebuah klan secara langsung semudah menjentikan jari mereka.

Terbenam hanyut dalam ingatannya, Qing Yi melanjutkan dengan lembut.

“Ayahmu memiliki garis keturunan langsung dan merupakan salah satu pemimpin di generasinya.” Setelah berbicara, Qing Yi tersenyum lembut pada Qing Shui, dan melanjutkan, “Jika Engkau melihatnya, Engkau pasti akan mengenalinya, karena Engkau sangat mirip dirinya. ”

“Tahun itu, kami bertemu secara kebetulan saat dia datang ke daerah pegunungan barat dekat klan Qing kami untuk berkultivasi. Apakah Engkau percaya pada cinta pada pandangan pertama? Sigh, itulah yang terjadi pada kami. Namun, sesepuh dari klannya sangat melarang kita untuk bersama, mengatakan bahwa aku tidak layak untuk cintanya, apalagi menjadi bagian dari Klan Yan yang terkenal. Kemudian, ayahmu menantang mereka, meninggalkan Yan Jiang Country dan rela pindah ke sini untuk menikahi aku. ”

“Dua tahun kemudian, kami memiliki seorang anak perempuan.” Berhenti sesaat untuk menenangkan perasaannya sebelum dia melanjutkannya. “Itu adalah kakak perempuanmu … Namun, momen kebahagiaan kami tidak berlangsung lama, segera setelah anggota klan Yan menemukan kami, Kakak perempuanmu baru berusia sekitar 5 bulan, namun para tetua Klan Yan berniat menghancurkan keluarga kami. Mereka ingin Zhong Yue pergi bersama mereka karena sudah ada perkawinan lain yang diatur dengan putri sulung dari Klan Xiao.

“Kewenangan Klan Xiao di negara Yan Jiang hanya sedikit dibawah Klan Yan. Putri tertua dari Xiao Clan memiliki kepribadian yang sangat sombong, dan sejak lama menyukai ayahmu sejak masih muda. Lebih dari sekedar mengagumi, hampir bisa disebut obsesi. Berpikir untuk membentuk aliansi melalui pernikahan, Clan Yan tentu saja tidak akan menentangnya. Bagaimanapun, ketika dua klan paling berkuasa di negara Yan Jiang menggabungkan kekuatan mereka, bahkan jika ada perselisihan dengan klan besar lainnya, tidak ada yang bisa mengatasi aliansi bersama mereka. Karena itu, dari sudut pandang mereka tentang gambaran yang lebih besar, Yan Clan memutuskan untuk mengorbankan cinta antara ibu dan ayahmu … buat Yan Clan, mereka yang tidak dapat memberi keuntungan apa pun hanya bisa digunakan sebagai pion dan kemudian dibuang setelahnya.” Qing Yi tersedak isak tangis saat dia melanjutkan.



“Ayahmu tidak setuju, tapi bagaimana mungkin Klan Yan menyerah begitu saja? Dengan mengancam akan menghancurkan seluruh Desa Qing, termasuk hidupku, ayahmu hanya bisa dengan patuh tunduk pada akhirnya. Tapi itu bukan akhir dari masalah. Sebagai jaminan, mereka bahkan membawa bayi perempuanku bersama mereka, dan hanya meninggalkan satu kalimat di belakang sebelum mereka pergi. “Jika Engkau berani datang selangkah saja ke Klan Yan, kami akan membuat anak perempuanmu mengalami nasib lebih buruk daripada kematian.”

“Dengan peringatan itu, mereka berhasil melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka menghancurkan keluarga kita, dan untuk menjamin keamanan kakakmu, baik aku maupun ayahmu tidak pernah berusaha untuk bertemu selama ini. ”

“Tepat ketika aku benar-benar merasa bahwa semua harapan di dunia ini telah musnah, pada puncak depresi dan hampir menyerah pada kegilaan, pada saat itulah aku merasakan pergerakan kehidupan di dalam rahim ibu … Ibu sedang hamil dirimu Shui’er … Engkau adalah pengharapan dan penyelamatku, membawa aku keluar dari kegelapan dan kembali ke dalam terang. ”

“Shui`er, keinginan terdalam ibu adalah mengunjungi Yan Clan, tapi aku tidak ingin pergi ke sana dengan menghiba, seperti seorang pengemis. Aku ingin berkunjung ke sana dengan kemuliaan dan kebanggaan, untuk melihat anak perempuanku lagi. Selama bertahun-tahun ini … aku bahkan tidak tahu bagaimana nasibnya, bahkan tidak tahu apakah ada orang di sana yang mencintainya.” Setelah ini, Qing Yi tidak bisa mengendalikan emosinya lagi, air mata mengalir bebas di wajahnya saat dia meletakkan kepalanya di bahu Qing Shui, gemetar dalam setiap napasnya.

Qing Shui mengeluarkan napas yang bahkan tidak dia sadari ditahannya. Ternyata asumsi awalnya jauh dari kebenaran. Tidak akan pernah dia bayangkan bahwa para Elders klan Yan telah menggunakan cara-cara kejam untuk memisahkan mereka, dan untuk berpikir bahwa dia bahkan memiliki seorang kakak perempuan. Dia selalu berpikir bahwa ayahnya yang dengan rela meninggalkan mereka.

Merangkul Qing Yi, dia meneteskan air mata di matanya. Berapa banyak yang telah dialami Qing Yi, semua penyiksaan mental, namun dia harus menanggungnya sendirian sebagai seorang wanita.

“Jangan khawatir ibu, apa yang mereka lakukan pada ibu, aku akan membuat mereka membayar harganya,” Qing Shui berkata pelan, seperti sebuah ketenangan sebelum badai.

Nada suara sekeras-baja itu penuh dengan kepastian. Tekanan yang dirasakan Qing Shui sekarang sangat kuat. Qing Yi bisa dengan jelas merasakan dendam di hatinya.

“Qing Shui, jangan menganggapnya terlalu serius. Yang ibu inginkan adalah agar Engkau menjalani hidupmu dengan damai dan bahagia, bukan penuh denadam. Tolong berbahagialah Shui`er, aku tidak ingin melihat Engkau melakukan hal sia-sia, Engkau tidak tahu kekuatan yang dimiliki oleh Yan Clan. Alasan ibu mengatakan semua ini adalah bahwa inilah hal yang harus Engkau ketahui. Tapi jika Engkau benar-benar membalas dendam dan sesuatu terjadi padamu, ibu tidak tahu bagaimana ibu akan hidup. Bagaimanapun, semua kejadian ini terjadi bertahun-tahun yang lalu di masa lalu, uka di hati ibu sudah lama mati rasa” Qing Yi mencoba tersenyum lemah saat menatap Qing Shui.

Meski begitu, dari kata-kata ibunya tadi masih bergema di dalam dirinya. “Keinginan terdalam ibu adalah mengunjungi Yan Clan, dengan penuh harkat dan martabat, mencari anak perempuanku.” Qing Shui tahu bahwa Qing Yi tidak akan menyerah begitu saja.

Dia bisa yakin bahwa Qing Yi pasti akan merencanakan kunjungan ke Clan Yan. Bahkan jika itu berarti kematiannya, dia tetap akan memilih untuk pergi, bahkan jika dia harus pergi ke sana untuk mengemis, dia tetap memilih untuk pergi tanpa ragu, semua demi putrinya!

“Ibu, jangan khawatir, aku tidak ingin pamer, dan tidak pernah berbohong kepadamu. Lima tahun. Beri aku lima tahun, aku akan menginjak-injak seluruh klan Yan. Pasti. Percayalah padaku. Hanya lima tahun yang aku minta. Dalam lima tahun ini, aku ingin Ibu hidup bahagia dan membuang pikiran untuk mengunjungi Yan Clan. Jika Ibu benar-benar pergi dan sesuatu terjadi pada Ibu, aku akan membantai setiap orang dengan nama keluarga Yan. Menghabisi mereka hingga ke akar-akarnya dan membasmi jejak keberadaan mereka. Pegang kata-kata-ku!”  Qing Shui khawatir dan karena itu, dia tidak punya pilihan lain kecuali menunggu waktu. Baru setelah dia menjadi lebih kuat, barulah dia bisa memenuhi janjinya.

Perasaan Qing Yi terguncang oleh kata-kata Qing Shui. Ketika dia mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu padanya, dia akan menghancurkan Klan Yan hingga ke akar mereka dan benar-benar membantai seluruh Yan Clan, dia benar-benar mempercayai kata-katanya. Dia secara tidak sadar merasa bahwa Qing Shui akan memiliki kekuatan untuk melakukannya di masa depan, namun tidak dapat mengatakan mengapa hal ini terjadi.

Setelah menghibur Qing Yi, Qing Yi terlihat tenang, tapi ada nyala api menyala di hatinya. Lima tahun, Qing Shui menyuruhnya untuk memberinya lima tahun, Mungkinkah mereka benar-benar mengunjungi Yan Clan dengan kepala terangkat tinggi dalam lima tahun?

Awalnya setelah Qing Shui lahir, Qing Yi telah berkhayal bahwa ketika dia besar dan memiliki beberapa keahlian dalam kultivasi, Qing Shui akan dapat kembali ke Clan Yan untuk mengklaim kembali warisan dan keturunannya. Tapi siapa yang tahu bahwa Qing Shui lahir dengan konstitusi yang sakit-sakitan dan tidak mampu melakukan kemajuan dalam kultivasi?

Itu adalah semua angan-angan di pihaknya, segera setelah itu, dia menyadari bahwa bagaimana mungkin Yan Clan merawat seorang anak laki-laki haram tanpa bakat berkultivasi? Ada banyak genius lainnya di Clan Yan. Dan juga sangatlah umum bagi keturunan Yan Clan untuk melarikan diri dengan wanita lain, meninggalkan anak haram, dan belum lagi bahwa hubungan dalam klan besar semacam itu jelas lemah dan tegang, semuanya didasarkan pada pragmatisme dan keuntungan.

Saat itulah, Qing Yi telah memutuskan bahwa dia hanya menginginkan Qing Shui untuk menjalani kehidupan damai di dalam Desa Qing. Setelah dia dewasa dan memulai keluarganya sendiri, dia akan pergi sendiri ke Clan Yan untuk mencari kabar tentang putrinya, dan untuk melihat orang yang selalu dia cintai.

Memang, Qing Shui benar tentang beberapa hal. Dari sini, dia bisa menyimpulkan bahwa beruntung dulu dia tidak menyerah kalah pada rasa depresinya saat itu.

Setiap kali dia melihat ekspresi putus asa di mata Qing Yi, Qing Shui bisa merasakan gelombang rasa sakit seperti jarum yang tajam yang menyerang hatinya. Surga sungguh adil, mereka melihat sangatlah pantas untuk memberinya Yin-Yang Pendant, sehingga, dia bisa berkultivasi dengan mempertaruhkan hidupnya, dengan harapan berhadapan dengan Yan Clan suatu hari nanti.

Pada kenyataannya, tujuan ini ditetapkan oleh Qing Shui sejak lama, baru setelah mendengar cerita lengkapnya, dia membulatkan tekadnya dan terus melangkah ke depan. Qing Shui mengerti bahwa ia tidak boleh membiarkan kebencian menyelimuti pikiran atau hatinya. Dia tahu bahwa kedua emosi yang merusak itu hanya akan menunda dia dari tujuannya.

“Ibu, semuanya akan menjadi lebih baik, jangan khawatir lagi. Ke depan, tinggalkan hal ini padaku. Suatu hari, aku bersumpah, aku akan membiarkan semua orang di dunia ini tahu tentang namaku, dan bahwa Engkau adalah ibuku.”






Prev Chapter | Next Chapter