AST Volume 1 Bagian 53

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 53 Menemukan Harta Karun?

Malam itu, setelah Qing Shui memasuki Alam Violet Jade Immortal, wajahnya tampak tersenyum saat dia menemukan bahwa upaya penggandaan bibit yang telah dilakukan sebelumnya pada sore hari telah membuahkan hasil. Lahan tanah yang dulu tandus sekarang dipenuhi oleh segudang warna, ada tanaman berwarna hijau, tanaman berwarna kuning dan tanaman berwarna merah mulai bertunas di dalam lahan. Sangat menyenangkan untuk dilihat, dan memberi suasana yang penuh dengan vitalitas yang belum pernah ada di lahan tandus sebelumnya.

Melihat area besar pertumbuhan yang ada di Alam Violet Jade Immortal, Qing Shui perlahan-lahan berjalan ke pusat alam dimana danau sejernih kristal berada. Energi spiritual yang dipancarkan oleh air kristal terasa sangat melimpah baginya, sehingga membuat Qing Shui bertanya-tanya: “Hmm, mungkin aku bisa membesarkan beberapa spesies ikan dan kura-kura di sini? Aku bisa memakannya setelah mereka tumbuh dewasa. Hidangan yang kumakan sebelumnya di Yu He Inn terlalu lezat. ”

“Sup penyu bisa dianggap sebagai sumber nutrisi yang hebat. Ini memberi nutrisi pada bagian tubuh pria yang paling penting. Namun, mengapa Yu He memesan hidangan itu untuk kita? Mungkin untuk paman ke-3 Qing Hu?” Qing Shui menggaruk kepalanya dalam kebingungan saat ia mulai menebak dengan liar. Lagi pula, Yu He adalah seorang gadis yang sangat menggoda, tapi Qing Shui tidak bisa mulai menebak niatnya.

“Betapa jahatnya, untuk berpikir bahwa paman ke-3, yang tampak jujur ​​di permukaan, ternyata memburu gadis cantik di depan mata bibi Yuan Ying. Seorang pria sejati tidak menunjukkan intensinya begitu saja.​​”

Semakin memikirkannya, Qing Shui merasa semakin mungkin ia merasakannya. Hari itu, di meja makan siang, Qing Shui memperhatikan bahwa pamannya yang ke-3 meminum banyak mangkuk sup penyu. Meski Qing Shui banyak minum juga, tapi tidak mungkin Yu He begitu tertarik padanya? Satu-satunya alasan mengapa ia meminum sup kura itu adalah karena ia merasa lezat. Bagaimanapun, Qing Shui saat ini tidak memiliki pasangan untuk melepaskan semua hasratnya, jadi mengapa dia perlu memberi makan ‘burung kecilnya’ sebanyak itu? Jika dia terlalu banyak meminumnya, bukankah akan jadi masalah untuk dirinya sendiri, karena tidak mungkin dia melepaskan gairahnya?



Awalnya, Qing Shui ingin segera melepaskan beberapa ikan hidup ke danau kristal untuk eksperimen, namun setelah berpikir sebentar, dia memutuskan untuk sementara menunda gagasan tersebut.

“Tidak ada yang terburu-buru, aku akan melakukannya begitu aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan ikan hidup.”

Mengosongkan pikirannya dan fokus, Qing Shui duduk dan menyilangkan kakinya saat ia mulai mengedarkan Teknik Penguatan Kuno. Baru setelah dia memiliki beberapa pencapaian dalam Teknik Penguatan Kuno, maka jalannya akan mulus di masa depan. Satu siklus sirkulasi, dua siklus sirkulasi … Waktu berlalu dan saat Qing Shui bertemu penghalang pada siklus ke-48, dia mengumpulkan semua energinya, sambil bertahan terhadap reaksi balasan, mencoba melewati penghalang dengan seluruh kekuatannya. Hasil akhirnya adalah … kegagalan. Bahkan tidak ada sedikit pun kecenderungan bahwa penghalang itu akan bergerak.

“Apa-apaan ini? Mengapa masih tidak bekerja? Apakah potensiku benar-benar sangat lemah?” Qing Shui mendesah dengan depresi yang terlihat di matanya. Sambil merapatkan alisnya, dia berdiri. Meskipun memiliki barang ‘kiriman-tuhan’, dengan Qing Shui sepenuhnya memaksimalkan waktu kultivasi yang tersedia di dalam spatial realm, dia masih belum dapat menembus lapisan ke-4 sepenuhnya. Rasa putus asa yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya muncul di hatinya. Jika dia tidak bisa menembus lapisan ke-4 dari Teknik Penguatan Kuno, dia akan selamanya ditakdirkan untuk menjadi cacing menyedihkan yang sedang berjuang di tanah. Jangankan Klan Yan, dia bahkan tidak mampu menyinggung beberapa klan besar yang ditempatkan di Kota Hundred Miles.

Teknik Iaido, yang ia pahami dari << Basic Sword Techniques >>, sudah mencapai tahap sukses kecil. Untuk meningkatkan kekuatannya dengan cepat dalam jangka pendek, Qing Shui memutuskan untuk memfokuskan upayanya untuk melatih efek “tusuk” dari seni pedangnya. Dengan menggunakan mantra tiga kata – Swift, Accurate, Decisive, Qing Shui ingin mendasarkan pemahamannya pada esensi mantra, dan memusatkan semua kekuatannya ke ujung pedangnya.

Membicarakannya memang mudah, tapi sebenarnya mengeksekusinya ternyata sulit dilakukan. Meskipun mengalami kesulitan, Qing Shui masih memegang Pedang Kayu Besi Scryrius-nya dan mengayunkannya di udara. Setelah itu, dia menggelengkan kepalanya. Perasaan teknik-nya sepertinya tidak terasa benar. Lagi dan lagi, Qing Shui akan merenungkan setiap gerakan pedang saat ia melakukan ayunan, mencoba untuk menemukan titik optimal.

Keesokan harinya, saat fajar, Qing Shui terbangun tepat waktu. Seperti kata pepatah, pekerjaan sepanjang hari bergantung pada awal yang baik di pagi hari. Dengan menarik napas dalam-dalam, Qing Shui menikmati udara pagi yang segar.

Setelah itu, dia turun ke lantai pertama tempat tinggal mereka, hanya untuk melihat siluet canggung yang dengan gigih mempraktikkan Solitary Rapid Fist.

“Wow, dia bahkan lebih niat dibanding aku!” Qing Shui bisa melihat Qing Shi berjuang untuk memahami konsep di balik serangkaian teknik tinju. Meskipun tekad itu penting, pada akhirnya, bakat memainkan peran besar dalam perjalanan menuju kultivasi.

“Qing Shi, kamu sudah bangun!” Qing Shui tersenyum saat menyapa Qing Shi.

“Hehe, Qing Shui, kamu sendiri sudah bangun juga. Tidak ada pilihan, bakatku tidak begitu bagus, dan karena itu aku harus berusaha lebih keras dalam berkultivasi bila dibandingkan dengan orang lain, itulah satu-satunya cara untuk bisa mengejar ketertinggalan.” Qing Shi sangat optimis, dan hanya dengan melihat senyum jujurnya itu, terlihat persis seperti ayahnya, Qing Hu.

Sekilas saja, Qing Shui bisa mengetahui bahwa Solitary Rapid Fist yang dieksekusi oleh Qing Shi penuh dengan kekurangan. Tentu saja, Qing Shui mulai mengoreksi Qing Shi dalam gerakannya, dan menginstruksikannya dengan jumlah kekuatan dan jalur serangan yang sesuai.

Setelah itu, Qing Shui secara pribadi menginstruksikan Qing Shi dengan berlatih tanding dengannya, menunjukkan kesalahannya dan membiarkan Qing Shi mengalami peningkatan pesat, yang menyebabkan Qing Shi merasa penuh  rasa syukur.

—-

Setelah sarapan.

“Qing Shui, karena ini pertama kalinya engkau berada di Kota Hundred Miles, engkau harus menjelajahi jalan-jalan bersama dengan Qing Shan dan Qing Shi. Lagi pula, anak muda seperti dirimu harus menikmati suasana yang semarak.” Qing Hu menyarankan. Dia sangat senang karena Qing Shui telah mengalahkan keturunan dari klan Situ. Karena Qing Shui, reputasi Qing Clan melejit di Kota Hundred Miles.

“Baiklah, baiklah, aku juga bermaksud begitu, lagipula tempat ini jauh lebih besar daripada Desa Qing kita. Aku yakin jalan-jalan akan dipenuhi dengan banyak kesenangan.” Qing Shui tersenyum ringan.
Setelah itu, ketiga pemuda itu keluar dari Toko Obat Qing Clan. Melihat kerumunan yang ramai di luar di jalanan, bahkan ada beberapa yang menunggangi binatang aneh dan eksotis yang langkahnya bergemuruh di jalanan dengan penuh kemegahan. Secara khusus, Qing Shui senang mengamati binatang buas yang aneh tersebut. Dia tahu bahwa profesi penjinak binatang ada di dunia ini. Jika suatu hari nanti dia bisa mempelajari seni rahasia yang dibutuhkan untuk menjinakkan binatang, dan menjinakkan sekelompok binatang buas menjadi peliharaan, betapa kerennya itu?

Toko-toko di kedua sisi jalan memiliki display segala macam barang antik yang aneh dan mempesona. Sebelum Qing Shui dan sisanya pergi keluar, Qing Yi telah memberikan 100 tael perak kepadanya. Meski jumlah ini tidak bisa dianggap besar, tidak sedikit juga. Bagaimanapun, jika dibandingkan, jumlahnya cukup untuk enam anggota Klan Qing untuk menikmati makan di Yu He Inn.

Ketiga pemuda itu berjalan mondar-mandir, perlahan menjelajahi setiap sudut jalan yang ramai. Tiba-tiba, mereka melihat seorang pria tua memasang kios kecil di tanah. Orang tua itu tampak begitu jompo, tapi anehnya, matanya berkilau cerah. Satu-satunya alasan mengapa Qing Shui melihat toko khusus ini adalah karena kerumunan orang sepertinya menghindari tempat ini, dan tidak berminat memberi perlindungan kepada orang tua itu. Hal ini menjadikan sudut kosong terbentuk mencolok di tengah jalan.

Hanya ada dua item yang ditampilkan. Salah satunya adalah cabang pohon berwarna hitam seukuran lengan bayi, dan sepotong batu hitam yang gelap dan besar. Qing Shui merasa sangat bingung, mengapa orang tua ini memajang dua benda tampak hitam dan jelek?

Ada banyak orang yang lewat, tapi setelah melihat-lihat, semuanya pergi, jelas mereka tidak berniat membeli barang-barang yang dipajang. Karena curiga Qing Shui berjongkok saat mengamati kedua benda kotor yang dipajang. “Pak Tua, apa dua benda ini? Bisakah saya tahu harganya?”

Mata terang pria tua itu memandang Qing Shui dengan saksama. Meskipun Qing Shui menunjukkan minat pada barangnya, orang tua itu tidak tampak bahagia saat dia tanpa emosi melirik dua item yang dipajang sebelum mengatakan, “Aku juga tidak yakin. Yang aku tahu adalah cabang ini berusia minimal 60 tahun, tapi lihatlah, tetap ramping dan berkilau, tanpa tanda-tanda membusuk. Adapun zat ini mirip dengan batu, aku hanya tahu bahwa itu sangat keras, bahkan pandai besi pun tidak mampu menempanya.”

Jantung Qing Shui berdetak kencang, mungkin, seperti yang selalu dia baca di novel-novelnya di dunia sebelumnya, apakah dia telah menemukan harta karun? Namun, dia segera membuang pikiran itu, bagaimanapun, bagaimana mungkin harta karun bisa begitu mudah ditemukan? Meski begitu, batu itu kerasnya tak tertandingi, dan Qing Shui tertarik untuk membelinya.

“Pak Tua, bolehkah aku memeriksa kedua barang ini lebih seksama?” Qing Shui ingin menguji apakah benda mirip batu itu sama tangguhnya dengan yang dikatakan orang tua itu.

“Little brother, silahkan saja.” Orang tua itu dengan acuh tak acuh menjawab.

Qing Shui pertama-tama mengambil cabang pohon yang tampak kotor itu, dan pada saat yang bersamaan dia menyentuhnya, dia bisa merasakan kekuatan hidup yang luar biasa di dalamnya. Lebih tepatnya, Qing Shui bisa merasakan berlimpahnya energi spiritual yang dipancarkan dari cabang pohon berwarna hitam ini. Itu … Spertinya serupa dengan energi spiritual yang dipancarkan oleh danau kristal di Alam Violet Jade Immortal-nya. Tanpa diragukan lagi, Qing Shui dapat menyimpulkan bahwa cabang ini adalah harta karun, hanya saja dia tidak yakin dengan apa sebenarnya itu.

Selanjutnya, Qing Shui memegangi bahan mirip batu hitam dan berkilauan di telapak tangannya, tanpa suara, tanpa ada yang memperhatikannya, Qing Shui menggunakan sebagian kekuatan 20.000 jinnya, langsung memberi tekanan saat dia mencoba menghancurkannya. Jika itu adalah besi atau baja biasa, setelah tingkat tekanan itu diterapkan Qing Shui, bentuknya pasti akan terdistorsi.

Namun, tidak ada perubahan pada potongan zat mirip batu hitam ini. Qing Shui menatapnya, terengah-engah. Sebuah pikiran melayang di dalam pikirannya, sebuah dugaan.

“Mungkinkah ini … Iron Essence? Bahan yang lebih keras dari besi setidaknya 100 kali!”






Prev Chapter | Next Chapter