AST Volume 1 Bagian 55

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 55 – Luar Biasa

Melihat tatapan kalap di mata Situ Bu Fan, Qing Shui tahu bahwa “wajah” itu bahkan lebih penting daripada kehidupan itu sendiri untuk orang-orang seperti Situ Bu Fan.   Baiklah, bukan masalahku, karena dia sudah marah, mengapa tidak menambahkan sedikit minyak ke api.

“Menantangku? Apakah kamu layak? Jika semua orang ingin menantangku, bukankah akan sangat merepotkan?” Qing Shui dengan dingin menjawab, dengan nada mencemooh dalam suaranya.

Sejak awal, mengenai sekelompok pemuda ini, saat Qing Shui melihat mereka, dia tidak memiliki kesan yang baik. Meski bisa melihat bahwa tingkat kultivasi mereka relatif kuat untuk usianya, Qing Shui tahu bahwa tanpa diragukan lagi efek ini disebabkan oleh konsumsi obat-obatan spiritual. Untuk dunia kultivasi di bawah Martial Commander, efek obat spiritual akan sangat maksimal. Ini karena pil yang dibuat oleh para alkemis kelas rendah sama sekali tidak berpengaruh pada mereka yang berada di tahap Martial Commander atau lebih tinggi.

Melihat ekspresi sombong di wajah mereka, orang bisa melihat bahwa sekelompok pemuda berusia 25-26 tahun ini tidak menghormati siapa pun. Mereka berpikir bahwa dengan sedikit kekuatan mereka, mereka adalah eksistensi tertinggi di Kota Hundred Miles ini. Qing Shui hanya bisa merasa jijik terhadap orang seperti mereka.

Meskipun klan-klan besar Kota Hundred Miles memiliki sejarah beberapa ratus tahun, namun bahwa keturunan klan ini dengan sedikit dukungan berani menjadi sesombong ini, sesombong lucifer. Ini sama seperti kasus seekor kodok yang tinggal di dasar sumur, tanpa mengetahui dunia luas di luar.

“Kamu, kamu … kamu …” Situ Bu Fan tergagap, tidak pernah ia mengalami penghinaan besar.

“FUCK! Berhentilah menghindariku, apakah kau takut?” Kali ini, Situ Bu Fan menarik pedangnya, dan mengarahkan ujungnya ke Qing Shui saat dia kembali melakukan tantangan lagi.

Qing Shui mengerutkan alisnya, menurut peraturan pertarungan di dunia sembilan benua hanya ada dua pilihan ketika seseorang menunjuk pedangnya pada Anda dan mengeluarkan sebuah tantangan. Pertama, Anda menerima tantangannya, dan hidup dan mati akan diputuskan oleh pemenang. Kedua, Anda menyerah!

Awalnya, Qing Shui tidak ingin menjadi pusat perhatian begitu cepat begitu sampai di Kota Hundred Miles. Terlepas dari kenyataan bahwa dia lebih kuat daripada rekan sejawatnya, saat membandingkan dirinya dengan kekuatan dari 4 klan besar di Kota Hundred Miles, masih ada jarak yang jauh. Sedikit kekuatannya yang kecil belum bisa membuatnya menjadi tak tertandingi di kota ini, dan dia bukanlah orang bodoh atau katak di dalam sumur yang mirip dengan 5-6 pemuda yang saat ini mengelilinginya.

Qing Shui sedikit dilema. Jika dia kalah, dia akan mengalami penghinaan tanpa henti. Jika menang, dia akan menghadapi tantangan tanpa akhir. Jika dia mengalahkan semua generasi muda di Kota Hundred Miles, tidak ada jaminan bahwa para elder dari empat klan besar tidak akan memburunya. Sungguh memusingkan.

Menyerah? Tidak mungkin Qing Shui akan melakukannya. Meski pepatah mengatakan; Seorang pria sejati tidak bereaksi terhadap provokasi , tapi sekelompok lowlifes di depannya ini sangat mengganggunya.

“Karena engkau ingin mati, aku akan membantumu. Keluar dan tunggu aku, aku akan keluar setelah membeli senjataku.” Qing Shui mengerutkan alisnya. Dia tahu bahwa berdasarkan kepribadian sekelompok tuan muda kaya, semakin dia mentolerir, semakin mereka akan melunjak. Terhadap jenis orang ini, cara terbaik untuk memutuskan kesombongan mereka adalah untuk menunjukkan kekuatan kepada mereka.

“Bocah ini tampaknya cukup percaya diri, engkau yakin bisa menanganinya?” Salah seorang pemuda di dekat Situ Bu Fan berbicara, sambil mereka berjalan keluar dari toko senjata.



“Apakah engkau meragukanku? Percayalah padaku, aku bertangan kosong saat aku terakhir kali berarung dengannya. Karena kecerobohan, dia menyelinap membokongku. Kali ini, aku ingin memberi tahu dia tentang perbedaan antara langit dan bumi. Aku ingin menunjukkan kepadanya bahwa dia hanyalah serangga yang tidak penting. Aku ingin dia selamanya menurunkan kepalanya karena malu, dan untuk mengetahui bahwa Kota Hundred Miles bukanlah tempat bagi orang-orang seperti dia.” Situ Bu Fan mengertakkan gigi dan berkata dengan kebencian.

Qing Shui tidak menunjukkan reaksi setelah mendengar kata-kata yang mereka ucapkan. Kebencian? Biarkan mereka membenci, semakin emosi mereka mempengaruhi mereka, semakin ceroboh jadinya mereka. Tidak peduli lagi dengan mereka, Qing Shui maju ke rak senjata dan mulai memilih senjata.
Melihat harga senjata yang terjual, dan memeriksa kantong uangnya lagi dan lagi, rahang Qing Shui mengeras. “Sialan, sepertinya aku hanya bisa membeli pedang kayu besi biasa itu. Biarlah, aku akan membeli itu saja.” Pedang Besi Scryrius sebelumnya, sudah usang oleh Qing Shui dengan penggunaan berulang-ulang saat mempraktekkan keterampilan pedangnya di Alam Violet Jade Immortal.

“Bos, bisakah Anda menjual pedang kayu besi ini kepada saya lebih murah?” Melihat pedang kayu besi biasa yang harganya 18 tail perak, meski pengerjaannya sangat indah, berat pedangnya jauh lebih berat dari perkiraannya. Selain itu, sisi pedang dan ujung pedangnya tidak setajam yang diperkirakannya, agak tebal dan tumpul, dan sepertinya tidak seperti senjata sama sekali. Sebaliknya, itu lebih mirip dengan hiasan atau mainan anak-anak.

“Tidak ada tawar-menawar, pedang ini dibuat oleh ahli pandai besi kami.” Bos paruh baya tersebut menyatakan dengan tegas. Tanpa pilihan, Qing Shui hanya bisa tersenyum kecut saat membeli pedang kayu besi itu.

Ketika Qing Shui akhirnya keluar dari toko, penantangnya semua ternganga, terutama Situ Bu Fan, pedang di tangannya gemetar tak terkendali.

“Kamu, bagus, bagus, bagus sekali …” Setelah mengatakan, Situ Bu Fan sangat marah, nyaris meledak. Melihat Qing Shui meemehkannya.

Qing Shui mengangkat bahu, bukan berarti dia tidak mau membeli senjata yang tepat. Tapi dengan jumlah uang yang tersisa, dia tidak punya pilihan selain memilih ini. “Betapa sia-sia, jika aku tahu bahwa Situ Bu Fan akan marah sperti ini, aku akan memilih cabang pohon sebelum menghadapinya. Sebaiknya biarkan saja Situ Bu Fan marah sampai pembuluh darahnya dan mati, itu akan menyelamatkanku dari masalah ini. ”

“Dasar orang udik!.”

Terlepas mendapatkan semua pelecehan, Qing Shui tidak merasakan apapun. Dia tidak akan menurunkan dirinya ke level mereka.

Kali ini, Situ Bu Fan tidak berani meremehkan Qing Shui. Dengan hati-hati ia mengeluarkan pedang biru berharga-nya, dan pada saat itu, tubuh pedang itu tampak berkilauan dengan lapisan cahaya biru, memancarkan rasa dingin, menyebabkan suhu lingkungan turun dengan cepat.

“Pedangku ini dikenal sebagai pedang es dingin, bersiaplah untuk bertemu penciptamu!” Bahkan sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Situ Bu Fan sudah melompat maju, cepat dan murka, pedang di tangannya terus membacok, Menyegel jalan maju dan mundur Qing Shui.”

“Karena kau ingin bermain, aku akan bermain denganmu!” Teknik Iaido yang dia pahami dari mantra tiga kata, telah dipraktikkan jutaan kali, sampai keadaan di mana dia bisa mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Teknik Iaido yang dieksekusi Qing Shui, tidak ada yang aneh di dalamnya. Itu terlihat sederhana dan biasa, dengan satu-satunya penekanan berada pada kata “kecepatan”. Kecepatan yang dilepaskannya lewat serangannya ini cepat ke titik di mana mengaburkan mata, mencapai tingkat yang tak terduga.

Serangan pedang biasa Qing Shui itu tampak bersinar dengan kecemerlangan sebuah komet. Gerakannya menyilaukan mata para penonton, dan bahkan dirinya sendiri. Meskipun ia tidak dapat melihat serangan pedang yang diinfuskan dengan niat membunuh dari Situ Bu Fan, Qing Shui tidak khawatir. Sebelum serangan itu bisa mengenainya, selama rentang waktu itu, Qing Shui tahu bahwa ia bisa melepaskan rangkaian ratusan tusukan pedang.

“Bang!” Pedang Qing Shui menusuk tepat ke  You Chi acupoint pada pergelangan tangan Situ Bu Fan. Tidak hanya kecepatan secepat secepat kilat, tapi juga sangat akurat. Hal seperti itu hanya akan mungkin terjadi jika seseorang berlatih dengan pedang selama beberapa dekade.

Situ Bu Fan berdiri di sana dengan dungu, bahkan tidak menyadari apa yang telah terjadi. Ketika dia sadar, matanya melebar merasa tidak percaya. Melihat ekspresi tercengannyag, Qing Shui mengambil kesempatan untuk mengedipkan mata padanya.

Situ Bu Fan telah lama mengenali serangan pedang yang digunakan Qing Shui. “Tidak mungkin aku bisa menang dengan tangan hampa, dan karena itu, aku ingin bergantung pada ketajaman senjataku untuk mengalahkannya dengan mudah, namun seperti sebelumnya, dia hanya menggunakan satu serangan. Tidak hanya itu, serangan itu berasal dari << Basic Sword Techniques >>!”

“Apa-apaan? Bocah ini menggunakan << Basic Sword Techniques >>, ini mustahil bukan? Meskipun bentuk tampak serupa, namun kecepatan dan kekuatan di baliknya sangat dahsyat. Ternyata bahwa bentuk serangan dari << Basic Sword Techniques >> bisa digunakan dengan cara ini.” Salah satu pemuda teman Situ Bu Fan bergumam setelah dia datang ke akal sehatnya.

“Bocah, aku tidak tahu apa sihir yang kau gunakan. Rasa pedangku!” Pemuda lain, orang yang memandang rendah Qing Shui sebelumnya, setelah dia sadar dari kagetnya, mulai memanfaatkan teknik gerakan, cepat bergerak dalam satu rangkaian serangan, dan ia melepaskan serangan pedang ke arah Qing Shui.

Qing Shui dengan tenang menganalisis serangan pedang lawan saat ini. Dari permukaan, pedang tampak ganas dan tak tertandingi dalam kekuatan, tampak bergegas lurus ke arahnya. Namun, dari cara lawannya melangkah, dan sudut serangan, serta pergeseran arah di matanya, Qing Shui tahu bahwa serangan pedang itu adalah tipuan, serangan yang sebenarnya masih belum terlihat. Berpura-pura mengabaikan itu, Qing Shui memutuskan untuk melakukan beberapa bukaan untuk pancingan. Dia sudah lama merasa pemuda sombong ini merusak pemandangan.

Berdiri di sana tak bergerak, seperti yang Qing Shui diharapkan, dalam bayangan tusukan pertama, adalah tusukan lain dengan kekuatan yang lebih besar dan cepat. “Shadow Illusion Swodplay!” Pemuda itu berteriak. Hanya ketika pedang itu sekitar 3 inci dari menembus tubuhnya, Qing Shui mengeksekusi Ghostly Step, menghindar ke kiri, dan dengan membalikkan pergelangan tangannya, Qing Shui memutar pedang kayu besi di tangannya, menyebabkan sisi tajam pedang menghadap tanah. Menggunakan sisi datar dari tubuh pedang, ia tanpa ampun menghantamkan bagian tebal pedang tepat di kening lawannya dengan kecepatan kilat.

“Pa!”

Pemuda sombong pingsan segera. Serangan Qing Shui ini telah menargetkan kepalanya. Itu akan semudah membalik telapak tangannya jika Qing Shui ingin membunuhnya.

Mungkin itu karena terkejut Qing Shui mengalahkan dua rekan mereka, atau mungkin, tatapan cemoohan di mata orang banyak, para pemuda yang tersisa tidak bisa mentolerir itu lagi dan mereka semua mengeluarkan senjata mereka dan bergegas menyerang Qing Shui.

Melihat wajah-wajah marah pemuda lainnya, Qing Shui menggeleng tak berdaya dan mulai melakukan gerakan Ghostly Step-nya. “Satu serangan, satu korban”, siluet-Nya melintas saat ia melangkah masuk dan keluar dari bayang-bayang, sedangkan pedang kayu besi di tangannya bergerak menusuk berulang kali.






Prev Chapter | Next Chapter