AST Volume 1 Bagian 59

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 59 – Nafsu Qing Shui

Qing Shui akan selalu tinggal di Alam Violet Jade Immortal sampai detik terakhir, sebelum dia dikeluarkan secara paksa olehnya. Dengan benda berharga yang langka seperti itu, dia bahkan tidak mau menyia-nyiakan sedikit pun waktu!

Selama beberapa hari terakhir, tidak ada pergerakan dari generasi muda Kota Hundred Miles. Qing Shui terkejut, meskipun ia merasa agak aneh, tapi ia tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk memikirkan alasan di baliknya. Dia menghabiskan waktunya untuk sepenuhnya fokus untuk berkultivasi dan menyibukkan diri dengan pengetahuannya tentang berbagai tanaman spiritual yang telah dia tanam ke Alam Violet Jade Immortal.

Kini, di wilayah spatialnya, sudah ada banyak vegetasi. Hijau, kuning, merah, warna yang berbeda menyatu membentuk bayangan yang indah, mirip dengan objek wisata di tanah yang dulunya tandus dari Violet Jade Immortal.

Tanaman spiritual itu bukan lagi bibit belaka, dengan efek pelebaran waktu spasial membantu pertumbuhan mereka, mereka memancarkan aura vitalitas yang kuat. Dari perkiraan Qing Shui, selain efek pelebaran waktu, dia sangat percaya bahwa air mistik dari kolam kristal yang nampaknya penuh dengan qi spiritual yang tek terkira, juga ada hubungannya dengan itu.

Dari pengalaman yang dia dapatkan di Hudred Medicinal Garden, dia mengetahui bahwa akan selalu ada tanaman spiritual yang layu dan mati. Namun, yang mengejutkannya, dia menilai bahwa dari aura vitalitas yang dipancarkan sepertinya menunjukkan bahwa tanaman yang dia tanam di sini ke dalam lingkungan spasial tidak akan layu dan mati.

Melihat hamparan tanaman hijau yang sangat besar, Qing Shui bisa merasakan ketenangan di hatinya. Seolah-olah dia telah disemangati oleh pertumbuhan tanaman, dan kepercayaan akan pengetahuannya. Dia memiliki sesuatu untuk diandalkan, sebanding dengan anak orang kaya dari klan besar.

Sebenarnya, sumber kekayaan yang sangat besar ini, akan membutuhkan paling sedikit 10 tahun sebelum mereka benar-benar matang. 10 tahun di luar berarti 1.000 tahun di dunia spasial. Sekumpulan besar tanaman spiritual yang sudah berumur 1.000 tahun, bagaimana mungkin ada yang bisa memproduksi sejumlah besar tanaman herbal semacam itu? Hanya memikirkan hal itu menyebabkan Qing Shui dipenuhi dengan impian dan kegembiraan yang tak ada habisnya.



Dia seharusnya tidak menghitung ayam sebelum menetas. Sambil menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya dari impiannyanya, Qing Shui pergi untuk memeriksa cabang pohon berwarna hitam yang telah ditanamnya di tanah sebelumnya. Dia menemukan bahwa selain permukaan cabang menjadi lebih ramping dan lembab, tidak ada perubahan lain. Dengan mengusap alisnya, dia memutuskan untuk terus meninggalkannya di tanah dan menyiramnya. Qing Shui tidak yakin apakah cabang pohon atau akar pohon berwarna hitam ini bahkan bisa berkecambah atau berbunga atau berbuah.

Usaha Toko Obat Qing Clan relatif lamban, tidak terlalu sibuk. Mayoritas klien mereka terutama adalah apotek dan pemilik toko obat herbal dari Hundred Miles City, yang akan datang untuk membeli bahan obat.

Selain para pemilik toko, ada juga warga dari Hundred Miles City yang sedang sakit dan mencari bantuan medis. Selain kedua jenis pelanggan ini, mereka juga memiliki pelanggan yang ingin membeli ramuan langka yang tidak dapat ditemukan di toko tanaman spiritual lainnya atau apotek.

Selain menjual spiritual herbal, Toko Obat Qing Clan juga membangun persediaan mereka dengan menanam herbal mereka sendiri dan membelinya dari orang lain juga. Sebagian pasokan mereka juga berasal dari orang-orang yang mendaki gunung untuk mengumpulkan tumbuhan herbal, atau mereka yang telah membudidayakan herbal itu sendiri. Tentu saja, harga untuk membeli ramuan herbal jauh lebih rendah daripada harga jual mereka, karena Clan Qing masih perlu memproses lebih lanjut ramuan herbal sebelum menjadi produk olahan yang kemudian akan dijual.

Selain itu, Toko Obat Qing Clan juga mengadakan perjanjian perdagangan dengan Heavenly River City. Mereka biasanya mengemas herbal langka dan berharga yang tidak dimiliki oleh Heavenly River City dengan imbalan herbal langka dan berharga yang tidak dimiliki Hundred Miles City. Itu adalah situasi win-win!

Berbicara tentang Kota Heavenly River, Qing Shui jadi teringat Lan Yan`er, wanita yang oleh sepupunya Qing Hu tak henti-hentinya didambakannya. Meskipun Lan Yan’er telah menyelesaikan masa pubertasnya, menjadi sosok wanita dewasa yang memang menawan, dia tetap merasa bahwa gadis itu tetaplah seorang anak kecil.

Qing Shui selalu merasa bahwa wanita ini hanyalah masalah.

Alasan mengapa Clan Qing bisa mengadakan perjanjian perdagangan dengan Heavenly River City, sebuah kota yang bahkan berkali-kali lebih besar dan lebih makmur dari pada Hundred Miles Cityi, karena Klan Qing memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Hua Clan dari Heavenly River City!

Pemimpin klan dari Clan Hua pernah diselamatkan hidupnya oleh Qing Luo. Hubungan antara dia dan Qing Luo sangat dekat, dan saat mereka semakin dekat, mereka memutuskan untuk bersumpah menjadi saudara. Saat itu, mereka tidak terlalu banyak bertanya tentang latar belakang masing-masing, mereka hanya tahu bahwa yang satu berasal dari Heavenly River City, dan yang lainnya berasal dari Desa Qing.

Beberapa saat kemudian, ketika mereka saling mengunjungi selama beberapa acara meriah, barulah Qing Luo mengetahui bahwa saudara angkat laki-lakinya itu, Hua Sui Yun berasal dari Klan Hua, yang merupakan salah satu klan paling kaya di Kota Heavenly River, dan sekarang adalah sang pemimpin klan Hua.

Meskipun Klan Hua dapat dianggap sebagai klan yang kuat di Kota Heavenly River, masih banyak klan lain yang melampaui status dan kekuasaan mereka. Bagaimanapun, kondisi kehidupan di Heavenly River City bukanlah sesuatu yang bisa disamakan dengan Hundred Miles City.

Qing Shui mendengar Qing Yi mengatakan bahwa baru-baru ini Pemimpin Clan Hua Clan, Hua Sui Yun, berhasil menerobos ke tahap impian Xiantian, selanjutnya memperkuat status Hua Clan di Heavenly River City. Dulu, kekuatannya setara dengan Qing Luo, tapi sekarang ada perbedaan di antara keduanya.

Xiantian dan Houtian, satu di langit dan yang lainnya adalah bumi. Qing Luo berada di puncak Houtian, di tingkat 10 tahap Martial Commander. Selama dia bisa selangkah lagi maju, melangkah ke ambang pintu wilayah Xiantian, dia akan langsung berubah dari seekor burung gereja ke burung phoenix. Meskipun sangat disayangkan, lagipula di Dunia Sembilan Benua ada banyak dari mereka yang memiliki tingkat kultivasi sama dengan Qing Luo. Bagaimana bisa begitu mudah untuk mencapai langkah terakhir itu? Kemungkinan peluang bisa masuk ke tahap Xiantian, bahkan hanya 1 dari 10.000 orang!

Sejak Hua Sui Yun menerobos ke wilayah Xiantian, dia telah meninggalkan semua penanganan masalah klan kepada anaknya. Dia berulang kali menegaskan kembali bahwa di masa depan, sekedil apapun masalah yang dibutuhkan oleh Klan Qing, Clan Hua harus melakukan yang terbaik untuk membantu. Akibatnya, kesepakatan perdagangan terjadi, dan sebagian besar uang itu mengalir ke pundi-pundi Qing Clan.

Hubungan antara kedua klan sangat dekat. Hua Sui Yun telah lama memperlakukan Qing Yi sebagai anak perempuannya sendiri. Jadi, urusan bisnis antara Klan Qing dan Klan Hua ditangani oleh Qing Yi.

“Ibu, di masa depan saat Ibu mengunjungi Heavenly River City, bisakah Ibu mengajakku? Aku ingin melihat pemandangan Kota Heavenly River!” Qing Shui dengan penuh semangat berseru setelah mengetahui rincian koneksi yang ada di antara kedua keluarga mereka.

“Baiklah, ibu akan mengenalkan Grandpa Yun kepadamu!” Jawab Qing Yi sambil tersenyum.

“Benar, omong-omong, tanaman herbal spiritual ini ada dalam kelompok yang baru-baru ini di kirim dari Kota Heavenly River. Tanaman herbal spiritual apakah ini?” Qing Shui gemetar karena gembira. Meski dia tahu jawaban atas pertanyaannya, dia tetap memutuskan untuk menanyakannya untuk konfirmasi.

“Ini adalah Four Leaf Flower. Tanaman herbal spiritual ini hanya tumbuh di Heavenly River Valley di Kota Heavenly River. Meski terlihat biasa, efek dan manfaat yang terkandung di dalamnya sangat luar biasa. Ini adalah salah satu herbal penting saat meramu obat mujarab untuk penyakit serius, dan di semua Kota Hundred Miles, hanya Klan Qing yang memiliki herbal ini.”

“Seperti yang kuduga, itu adalah Four-Leaf Flower. Qing Shui sangat senang, seolah sedang bertemu dengan seorang teman lama. Dia akhirnya menemukan sesuatu yang familier di dunia ini!” Qing Shui, memegang Four-Leaf Flower di tangannya, dan memeriksanya dengan cermat.

“Our-Leaf Flower, ini adalah salah satu tanaman herbal spiritual paling tak berharga saat Qing Shui sedang bermain [Western Fantasy], saat di dunia sebelumnya. Ternyata bahwa tanaman itu dianggap sebagai barang berharga di Kota Hundred Miles. Meskipun demikian, dia tidak yakin dengan tingkatan Four-Leaf Flower. Yang dia tahu adalah bahwa untuk tanaman herbal spiritual berada di ranking ke-3 dan di atasnya, hanya ahli alkimia yang mampu menjadikannya pil.”

Qing Yi mengunjungi Heavenly River City dua kali setahun. Setiap perjalanan memakan waktu setidaknya sebulan. Kunjungan pertama di awal tahun, dan yang kedua adalah pada musim gugur. Qing Yi baru saja kembali dari kunjungannya ke Heavenly River City, dan sisa waktu hingga perjalanan berikutnya sekitar setengah tahun.

“Ibu, apakah ibu tahu mana klan terkuat yang tinggal di sini di Hundred Miles City?” Qing Shui bertanya sambil membantu Qing Yi untuk menyimpan kumpulan herbal spiritual dari Kota Heavenly River.

“Di permukaan, klan terkuat di sini adalah: Shi Clan, Situ Clan, Yu Clan, Ding Clan. Tapi untuk para tokoh legendaris dari wilayah Xiantian, tidak ada yang tahu berapa jumlahnya. Tapi berapa banyak dari mereka yang telah mencapai Xiantian masih mau tinggal di kota kecil seperti ini? Kota yang lebih besar dan lebih kuat semuanya menawarkan kekayaan dan manfaat yang tak terbayangkan untuk menarik para kultivator Xiantian untuk bergabung dengan mereka.” Qing Yi perlahan menjelaskan.

“Itu bos Yu He Inn, yang kamu temui tadi adalah seseorang dari Yu Clan!” Qing Yi, dengan tawa di wajahnya, sambil berkata, sementara ingatan akan Yu He mencubit pipi Qing Shui melayang di benaknya.

“Oh!” Pikiran jadi teringat wanita muda nakal yang sedikit lebih tua darinya itu, orang yang telah mengejeknya. Sosoknya sangat proporsional, dengan payudara bulat yang tidak terlalu besar. Tubuh rampingnya memiliki jumlah daging yang tepat yang tentunya sangat menyenangkan untuk dipeluk saat tidur di malam hari. Wajah yang sedikit matang itu, yang memiliki sedikit kenakalan di matanya yang menawan yang sangat menggugah. Rasa seperti itu, tentu saja ia harus mencicipinya.

Qing Shi Zhuang dingin dan angkuh, sementara Yu He lebih ramah dan menggoda. Yang satu adalah putri es sementara yang satunya hanya bisa digambarkan sebagai anak kucing nakal.

Dibutuhkan 100 tahun karma dan takdir untuk bisa bertemu di kapal yang sama, sementara 1.000 tahun karma dan takdir dibutuhkan untuk berbagi bantal yang sama. Hehehe, bertemu saya setara dengan 1.000 tahun karma dan takdir, keduanya seharusnya tidak berpikir untuk menghindariku.   Qing Shui mengusap hidungnya saat ia berkhayal tentang memeluk kedua tipe wanita yang sempurna tidur setiap malam, membuat hatinya gatal dengan niatan seolah-olah ia tidak sabar untuk segera menaklukan mereka.

Qing Yi, yang berdiri di sampingnya bingung dengan perubahan ekspresi Qing Shui yang tiba-tiba, sementara dia tiba-tiba merasakan dorongan kuat untuk menendang anaknya.






Prev Chapter | Next Chapter