AST Volume 1 Bagian 62

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 62 – Sentuhan yang Tak Sengaja

“Apa yang kamu pikirkan anak nakal, kenapa kamu ngiler?!”

Qing Shui kaget, dan dengan terburu-buru menyekakan tangannya di sisi mulutnya, tapi tidak ada bekas air liur yang bisa ditemukan. Tindakannya sangat lucu, dan menyebabkan Qing Yi mencengkeram perutnya saat dia tertawa terbahak-bahak.

Qing Shui berdiri di samping Qing Yi, saat ia mengamati ikan, udang, kepiting dan kura-kura dengan ukuran berbeda berenang dengan malas di kolam. Suatu hari di wilayah spatialnya setara dengan seratus hari di sini. Rencana Qing Shui adalah mengganti secara bergantian beberapa ikan di alam spasial dengan ikan-ikan di sini.

Namun, sehari kemudian terjadi masalah tak terduga. Ikan hitam dari batch sebelumnya yang dilepaskan ke kolam kristal telah tumbuh lebih besar dan lebih ganas. Mereka benar-benar menyantap dan melahap ikan-ikan kecil lainnya. “….” Ternyata bahwa Qing Shui telah mempertimbangkan begitu banyak aspek sebelum menerapkan rencananya, namun dia mengabaikan sesuatu yang sangat sederhana.

Qing Shui dengan depresi mendesah saat melihat beberapa ikan dan kura-kura yang tersisa di dalam kolam kristal. Semua ikan yang tersisa ini adalah ‘hasil seleksi alam’ yang tersisa. Tidak diketahui apakah alasannya karena ikan hitam berasal dari spesies yang sama, sehingga mereka menjadi kanibal, atau apakah karena karena beberapa faktor lainnya. Meskipun demikian, kura-kura itu aman. Tampaknya gigi ikan hitam masih tidak dapat menembus kulit defensif dari kura-kura.



Melalui efek pelebaran waktu, dalam rentang beberapa hari ikan hitam sudah tumbuh sekitar satu kaki panjangnya. Kura-kura hitam mulai tumbuh seukuran telapak tangan. Anehnya, sementara ikan hitam menjadi semakin ganas, kura-kura hitam menjadi jauh lebih lincah dan gesit.

Di kolam Hundred Medicinal Garden, Qing Shui memasukkan beberapa ikan dan kura-kura sungai yang dia ambil dari alam spasial. Mungkin karena keberadaan bunga lili air, atau mungkin ada lebih banyak varietas makhluk laut di kolam yang normal ini, atau karena lingkungannya telah berubah, namun ikan hitamnya sepertinya menjadi kurang ganas. Mereka tidak menunjukkan kecenderungan untuk melahap ikan lainnya sekarang.

Ber-kultivasi, selalu menjadi fokus utama bagi Qing Shui. Jadi sebagian besar waktu yang dihabiskan di dalam wilayah spasial, digunakan oleh Qing Shui untuk mencoba menerobos penghalang siklus ke-sirkulasi Qi. Meskipun Qing Shui terjebak pada siklus ke-48, tahun-tahunnya berkultivasi tanpa henti telah memperluas saluran energinya dan memperkuat tulang dan ototnya. Bagaimanapun, Teknik Penguatan Kuno adalah teknik yang berfokus menempa tubuh seseorang. Tidak mengherankan bagi Qing Shui untuk mendapatkan keuntungan lain meski tidak mampu menerobos tahap selanjutnya. Selain itu, Qing Shui memiliki intuisi yang sangat kuat begitu dia berhasil melewati siklus ke-48 sirkulasi qi, setidaknya dia akan berada di puncak Houtian.

Malam tanpa mimpi berlalu dengan cepat. Di pagi hari, seperti biasa, Qing Shui akan membimbing Qing Shi mengenai Fist Solitary Rapid. Setelah sarapan pagi, Qing Shui meninggalkan toko klan, berjalan ke tempat terpencil sebelum memasuki wilayah spatial, dan mengambil dua ikan hitam dan memindahkannya ke dalam ember air setengah penuh. Qing Shui menutup ember air dengan tutupnya, sebelum perlahan-lahan berjalan-jalan di jalanan, menuju ke Yu He Inn. Tentu saja, dia tidak lupa mengagumi pemandangan wanita cantik di jalanan.

Dalam waktu singkat dia sampai di Yu He Inn.

“Pak, apakah Anda sendiri?” Seorang gadis muda, mengenakan pakaian pelayan seksi, tersenyum profesional saat menghadiri Qing Shui.

Tidak heran bisnis Yu He Inn begitu baik! Semua pelayan di sini, mereka tidak hanya mengenakan pakaian seksi, tapi juga cantik semua! Sebelumnya saat Qing Shui ada di sini, dia memusatkan perhatiannya pada Yu He, dan tidak memiliki kesempatan untuk mengagumi keindahan ini.

“Oh, saya di sini untuk mencari atasan Anda. Sampaikan saja namaku Qing Shui, dia pasti akan menemuiku.” Qing Shui tersenyum ringan saat mengagumi kecantikan pelayan ini.

“Baiklah, tolong tunggu sebentar.”

Setelah pelayan itu pergi, Qing Shui, dengan tenang dan santai, tanpa mengedipkan kelopak mata, terus memandang pada semua pelayan di penginapan. Pakaian ketat itu seksi namun tidak menunjukkan segalanya. Mereka hanya menunjukkan belahan dari beberapa area penting seperti setengah area payudara, leher, bahu, lutut. Yang menimbulkan hasrat, sedikit menyisakan imajinasi. Terutama bentuknya yang indah, kaki seputih salju, dan bentuk belahan dada mereka yang seperti tumpah. Kombinasi faktor ini pasti akan menarik perhatian pria untuk berkunjung ke sini bahkan jika makanannya tidak begitu enak. Di dunia sebelumnya, Qing Shui tahu bahwa selama Anda memberi tip kepada para wanita, Anda bisa sedikit meraba-raba. Namun, ia tak berani mencobanya di sini.

Pantat montok yang indah dan kaki panjang yang indah, bersama dengan kulit seputih salju para pelayan, menyebabkan Qing Shui merasakan gatal di hatinya.

“Apakah mereka terlihat bagus?” Sebuah suara menawan yang dipenuhi magnetisme berbisik di telinga Qing Shui.

“Sangat!” Qing Shui spontan menjawab. Setelah itu, dia menoleh dan melihat Yu He menatapnya dengan ekspresi yang hanya bisa digambarkan sebagai tersenyum, tapi  bukanlah senyum. “Sial!” ucap Qing Shui.

Sosok yang anggun, mengenakan pakaian warrior wanita berwarna putih membuat Yu He terlihat menawan dan suci. Dengan daya tarik yang tak tertandingi, bibir merah gemuk itu, dan dengan ekspresi senyum tertahan di wajahnya, membuat Qing Shui sedikit ternganga.

“Ehh, engkau terlihat lebih memukau!” Qing Shui buru-buru berseru, meski agak canggung.

Yu He melirik Qing Shui dengan tatapan geli di matanya. Meski begitu, sambil menatap matanya yang jernih, Yu He bisa merasakan Qing Shui bersikap tulus. Betapa menggemaskannya, untuk berpikir bahwa seratus kalimat pujian dari pria lain tidak bisa dibandingkan dengan satu kalimat dari pemuda ini.

“Ayo pergi, hari ini aku akan mentraktirmu untuk makan!” Yu He dengan senang hati berkata.

“Baiklah, berikan ini pada koki, ini adalah bahan mentah untuk makanan kita hari ini. Pasti akan mengejutkanmu.” Qing Shui memberikan ember kecil air ke arah Yu He.

Yu He melirik Qing Shui penasaran, sebelum membuka tutup ember air. Setelah itu, dia tersentak kaget. Di dalam air, ada dua ikan hitam, nampaknya penuh dengan vitalitas. Kilauan sisik mereka, dan kecerahan di mata mereka … ini adalah dua ikan bermutu tinggi yang bahkan tidak bisa dibeli bahkan jika Anda punya uang. Namun, dia merasa bahwa alasan di balik kunjungan Qing Shui, tidak sesederhana hanya sekedar makan dengannya.

“Xinyue, sampaikan ini pada Paman Hong; Minta dia untuk memasak secara khusus untuk kita “.

Yu He memberikan ember kecil itu ke salah satu pelayan sambil menginstruksikannya.

“Ayo pergi, ayo ikuti big sister” Yu He menarik tangan Qing Shui saat mereka menaiki tangga.

Qing Shui menikmati waktunya, mengagumi sosok Yu He yang elegan dan anggun. Dengan dia berjalan di depan, dia bisa meluangkan waktu untuk menikmati getaran bokong indahnya saat dia naik menaiki tangga.

Terpikat oleh penglihatan itu, Qing Shui tidak menyadari bahwa Yu He telah berhenti. Dengan linglung, Qing Shui terus bergerak, dan tiba-tiba “Ploff”, suara yang menyenangkan terdengar. Qing Shui sengaja menekan wajahnya, langsung ke bokong Yu He yang indah. Pada saat itu, Qing Shui merasa dirinya bagaikan melayang. Rasa kelembutan itu dan juga elastisitas otot yang lembut dan kencang, ditambah dengan aroma harum yang memabukkan, mencuri jiwanya. Hal ini membuat dia dalam keadaan ekstasi.






Prev Chapter | Next Chapter