CD Buku 1 Bab 10

Prev Chapter | Next Chapter


Buku 1, Bab: Tarian Ular Api (bagian 1)

“ROAR!” Api yang meletus dari mulut Velocidragon meliputi diameter puluhan meter dari daerah sekitarnya, membuat sekitarnya bermandikan lautan api.

“Hiss…..”

Api Velocidragon menari mengelilingi tubuh keempat warrior tersebut, namun dilindungi oleh Protective Icy Carapace dan battle qi mereka sendiri, keempat warrior tersebut mampu melawan panas.

Sedangkan untuk si pemanah, pada titik ini, dia sudah menaiki Griffin dan terbang ke langit, busurnya melepaskan panah-panah.

Sang Vampiric Iron Bull berdiri di sana seperti dinding besi, melindungi dua magus wanita.

“Swish! Swish! Swish!”

Matanya berkilat dingin, dan tangannya sekokoh karang, pemanah yang mengendarai Griffin menembakkan tiga anak panah berturut-turut. Sasaran – magus misterius di belakang Velocidragon!

“Whoosh” Ekor Velocidragon bagaikan cambuk bergerak secepat kilat, bergerak lebih cepat dari pada anak panah. Dalam sekejap mata, kibasan ekor itu menghancurkan panah yang dilepaskan. Segera setelah itu, ekornya bergerak menyapu ke arah empat warrior yang menerjang maju. Suara libasan dari ekor yang seolah merobek udara menyebabkan ekspresi di wajah keempat warrior tersebut berubah secara dramatis. Mereka segera mencoba melompat mundur, gesit seperti monyet.

Tapi libasan ekor itu bergerak tidak beraturan; naik-turun dan melengkung aneh, tanpa pola tetap.

“Crash!”

Salah satu dari empat warrior itu tidak berhasil menghindar tepat pada waktunya, dan langsung tertabrak ekor pada pinggangnya. Baik Protective Icy Carapace dan battle qi-nya hancur berantakan dalam sekejap mata. Dengan sedikit hentakkan, ekor itu melingkar di sekelilingnya dan dengan erat membungkusnya.

“Luke!” (Lu’jia). Warrior berambut merah di sisinya melolong marah, matanya dipenuhi kepedihan.

“Tidak!” Luke juga berteriak ketakutan.

Dengan sebuah hentakkan, ekor itu melemparkan Luke langsung ke mulut Velocidragon. Velocidragon membuka rahangnya, memperlihatkan rahangnya yang berdarah, dan mengunyahnya. Dengan suara berderak mengerikan, hal terakhir yang keluar dari tenggorokan Luke adalah jeritan yang menyedihkan.

Di bawah gigi seperti gergaji Velocidragon, seluruh tubuh Luke berubah menjadi cincangan daging. Setengah dari satu kaki yang berdarah lepas dari mulut Velocidragon dan terjatuh ke tanah. Tulang putih berkilau bisa terlihat menonjol dari kaki setengah berdarah.

“Jangan lihat.” Hillman menutupi mata Linley.

Kejadian mendadak itu terlalu mengerikan. Bahkan orang yang sudah dewasa sekalipun, saat dihadapkan pada adegan mengerikan untuk pertama kalinya, akan panik. Linley baru berusia delapan tahun.



Tapi sudah terlambat. Linley sudah melihat segalanya.

“Huff. Huff. “Linley merasa jantungnya dikompres oleh batu raksasa. Napasnya mulai terasa berat, dan dia mulai terengah-engah. Tapi di dalam pikirannya, dia memutar kembali pandangan pemuda yang bernama Luke sedang dimakan, lagi dan lagi.

Perutnya robek, dan ususnya hancur berantakan. Tengkoraknya hancur, dan setengah kakinya terjatuh ke tanah!

Semua hal ini membuat Linley sulit bernafas, dan dia merasa pusing.

Ini adalah pertama kalinya Linley melihat pertarungan menjadi sangat brutal dan kejam. Ini juga pertama kalinya Linley melihat seseorang dimakan hidup-hidup oleh Velocidragon yang sangat besar. Kaki yang setengah dimakan, khususnya, tersimpan dalam-dalam di benak Linley.

Hillman, Roger, dan Lorry saling bertukar pandang saat melihat Linley.

Apa dampak psikologis dari pertarungan berdarah ini bagi anak berusia delapan tahun? Apakah itu berakibat sebagai trauma psikologis yang konstan? Begitu seorang remaja menjadi trauma dengan peperangan, prestasi masa depannya akan terpengaruh secara dramatis.

“Membunuh seseorang. Bukan masalah besar. Bukan masalah besar.” Linley memaksa dirinya untuk memikirkan kata-kata ini berulang-ulang. “Ketika aku tumbuh dan bergabung dengan tentara, aku juga harus membunuh orang. Harus kuat. Harus kuat.”

Linley benar-benar cerdas. Dia telah membaca banyak buku, dan tahu jalan apa yang akan ditempuhnya di masa depan.

Di benua Yulan, ketika seorang pria tumbuh dewasa, kemungkinan besar dia akan mengalami perjuangan hidup dan mati. Tapi karena Linley hanya anak kecil yang belum beranjak dewasa, dia harus berulang kali mengatakan pada dirinya untuk tenang. Dan perlahan, teror dan kengerian di hatinya benar-benar mulai berkurang.

Sebenarnya, sebaliknya; Hanya dalam waktu singkat, Linley merasa seolah darahnya mulai bergolak.

“Pertarungan itu benar-benar sangat sengit. Ini sangat menggairahkan.” Untuk beberapa alasan, pertempuran berdarah itu kemudian membuat darah Linley mendidih dengan kegembiraan, memenuhi hatinya dengan keinginan – keinginan untuk berperang dan membunuh!

“Apakah karena Dragonblood di pembuluh darahku?” Linley tidak tahu.

Tapi Linley tiba-tiba menemukan bahwa dia sebenarnya sangat ingin berpartisipasi dalam pertarungan berdarah ini. Linley langsung melangkah ke samping, melewati lengan pelindung Hillman, dan terus menyaksikan pertempuran yang masih berlangsung sejauh seratus meter.

“Linley, jangan lihat.” Hillman melihat bahwa Linley berniat untuk terus menonton, dan terkejut.

“Paman Hillman, aku tidak takut.” Linley menoleh untuk melirik Hillman.

Hillman tiba-tiba melihat sekilas kegirangan pada mata Linley. Terkejut, dia tidak lagi berusaha mencegah Linley untuk tidak menonton. Saat Linley terus menyaksikan pertarungan dari jauh, dia melihat bahwa pertarungan itu mencapai klimaks yang lebih berdarah lagi.

“ROAR!” Dengan lolongan, Velocidragon menoleh dan menggigit salah seorang warrior, sementara cakar besarnya menyapu ke arah yang lain. Cambukan ekornya yang secepat kilat, juga menyerang, mengarah pada warrior ketiga.

Para warrior didesak hingga hanya bisa bertahan mundur.

Magus misterius di belakang Velocidragon masih belum bergerak. Dia membiarkan Velocidragon menghadapi ancaman saat bibirnya terus bergumam.

“Tarian Ular Api!”

Suara dingin dari magus misterius itu tiba-tiba terdengar, dan dalam sekejap mata, tujuh ular api besar, masing-masing terbentang puluhan meter, muncul. Mendengus, mereka meletus dari magus ke segala arah. Setiap ular api tampak sebagai makhluk hidup yang nyata, dengan sisik yang berbeda dan tubuh luar biasa yang menimbulkan ketakutan pada semua orang yang melihatnya.

Semua orang yang menonton tertegun.

Sebuah mantra Api dari tingkat kedelapan – Tarian Ular Api!

Sekarang menjadi jelas bahwa sepanjang waktu ini, magus misterius itu menggumamkan kata-kata merapal mantra. Dia sedang mempersiapkan mantra Api tingkat kedelapan yang mengerikan ini – Tarian Ular Api! Mantra ini bisa melepaskan tujuh ular api besar, yang masing-masing memiliki kekuatan serangan yang menakjubkan. Bahkan kemampuan defensif Velocidragon yang mengerikan pun tidak akan mampu menahannya; Jika diserang ular api ini, bahkan jika selamatpun, akan mengalami luka parah.

Jika berhadapan dengan magus tingkat ketujuh, skuad kecil itu mungkin bisa bertahan lebih lama lagi, tapi berhadapan dengan magus tingkat kedelapan, dan Velocidragon juga? Mereka sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawan.

Baru sekarang mereka mengerti bahwa magus misterius ini adalah seorang master tingkat kedelapan!

“Itu adalah Tarian Ular Api. Cepat, lari!” Ekspresi wajah warrior berambut merah itu berubah secara dramatis, dan dia berteriak dengan suara nyaring.

Enam anggota tersisa dari skuad kecil sekarang semua dipenuhi dengan teror.

“Sangat terlambat. Bersiaplah untuk menyambut kematian!” Magus misterius itu berkata dengan suara dingin dan kejam, yang menusuk seperti belati dingin di hati anggota regu kecil itu.






Prev Chapter | Next Chapter