ISSTH Buku 1 Bagian 29

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 29: Pelatihan di Inner Sect

Wajah Yin Tianlong kecut saat dia melihat karakter ‘delapan’ di atas jade slip di depannya. Tangan di belakang punggungnya, dia menggunakan teknik Wind Walking untuk melayang ke atas panggung.

Begitu kakinya tersentuh, Wang Tengfei mengangkat kaki kanannya, dan tiba-tiba seluruh lapisan mulai bergetar dengan dengung keras, seolah ada semacam ledakan yang terakumulasi dari segala penjuru. Wang Tengfei tidak bergerak, tapi kekuatan tak kasatmata yang besar tertuju ke Yin Tianlong.

Saat melihat ini, wajah Yin Tianlong berubah. Wang Tengfei bahkan belum bergerak, namun tekanan besar pada Yin Tianlong sudah menyulitkan dia untuk mengedarkan energi spiritualnya.

“Aku mengaku kalah …” katanya segera dan tanpa ragu. Rupanya, dia tidak menunggu untuk mendengar komentar apapun tentang keputusannya. Memberi hrmat , kemudian dia melompat dari panggung dan meninggalkan lapangan.

Grand Elder Ouyang tetap tanpa ekspresi. Perlahan, dia berbicara lagi: “Wang Tengfei menang. Pertandingan kedua: nomor dua dan tujuh. ”

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, Fatty melihat karakter ‘dua’ yang ditulis di atas jade slip-nya dan mulai gemetar. Pada saat bersamaan, Kultivator berwajah bekas luka dari tingkat kelima Kondensasi Qi melotot tajam ke arahnya, lalu melangkah ke panggung.

“Majulah dan mulailah mengaku kekalahan,” Meng Hao berkata dengan suara rendah, mendorongnya maju. Badan Fatty seperti terbang ke panggung.

Begitu dia mendarat, dia langsung berkata: “Mengaku kalah …” Dia tidak berani mengucapkan tiga kata, hanya dua, namun mata si kultivator dengan bekas luka itu berkerlip dengan niat membunuh. Sebelum Fatty bisa selesai berbicara, dia mengangkat tangannya. Sebuah pedang terbang menerjang Fatty dengan kecepatan yang luar biasa. Pada saat Fatty berkata ‘akui,’ pedang terbang itu berada dua meter dari tenggorokannya.

Pada saat itu jelas apa yang terjadi, sudah terlambat. Wajah Meng Hao berubah dan dia bangkit berdiri. Pada saat yang sama, Grand Elder Ouyang menjentikkan benda keluar dengan jarinya. Tepat sebelum pedang terbang menembus tenggorokan Fatty, suara dering bisa terdengar dan pedang terbang menjauh. Fatty hanya mengalami luka kecil di lehernya.

Fatty mundur selangkah, wajahnya pucat. Lalu dia melompat turun dan kembali ke Meng Hao, sangat takut dan kakinya lemas seperti karet. Dia belum pernah mengalami begitu dekatnya kematian sedemikian rupa.

Meng Hao melihat garis darah di leher Fatty, dan tampak aura  membunuh muncul di matanya. Lawannya telah menyerang dengan sangat kejam dan keinginan yang jelas untuk membunuh. Jika Meng Hao lawannya itu tidak masalah, tapi basis kultivasi Fatty terlalu rendah. Untuk menyerangnya sedemikian rupa sudah sangat keterlaluan.



Melihat sekeliling, Meng Hao melihat Shangguan Xiu berdiri di kejauhan, wajahnya yang suram dipenuhi dengan hawa membunuh. Api kemarahan meledak di hati Meng Hao. Dia tidak pernah melakukan apapun untuk menyinggung Uncle Master Shangguan; Master Uncle Shangguan adalah sang agresor, yang menyerang dengan kekuatan mematikan.

Selama bertahun-tahun di Reliance Sect, Meng Hao tidak pernah menunjukkan hawa membunuh yang kuat. Tapi sekarang, matanya bersinar dengan niat membunuh yang jelas.

Apa yang baru saja terjadi itu sangat jelas mencurigakan sehingga bahkan para kultivator di sekitarnya bisa tahu. Satu demi satu, mereka mulai memandang Meng Hao. Diskusipun mulai terdengar.

“Pertandingan berikutnya, angka tiga dan enam,” kata Grand Elder Ouyang sambil mengerutkan dahi.

Han Zong berdiri, jade slip nomor tiga di tangannya. Saat dia berjalan melewati Meng Hao, dia berbisik, “Engkau menyinggung Master Uncle Shangguan. Engkau tidak akan menjadi satu-satunya yang mati hari ini. Temanmu juga akan mati.” Bisa dibilang bahwa selain Grand Elder, Shangguan Xiu adalah anggota Sect yang paling kuat dan berpengaruh.

Karena kemunduran Reliance Sect, jumlahnya menjadi sedikit. Kekacauan aturan Sect, dan pembantaian di antara murid-murid Outer Sect, semua ini, karena Reliance Sect berada di akhir sebuah era, dan tidak seperti dulu lagi.

Ada sedikit pil obat, jadi bagaimana bisa dibagikan dengan adil … Tidak banyak Spirit Condensation Pills, jadi tentu saja mereka menjadi objek perjuangan mematikan antara murid-murid yang ingin mengkonsumsinya.

Jadi, biarlah ada kekacauan. Setiap orang untuk dirinya sendiri. Entah itu anggota tingkat pertama Kondensasi Qi atau yang kelima, biarkan kekacauan berkuasa, dan kematian. Tidak ada keadilan di sini; hidup dan mati ditentukan oleh takdir. Tidak ada nasihat, tidak ada yang memberi instruksi bagaimana berlatih kultivasi. Hanya ada manual Kondensasi Qi. Entah Anda seekor cacing atau naga, Anda hanya bisa mengandalkan keberuntungan Anda. Jika Anda berhasil, Anda tinggal. Jika Anda gagal, Anda mati. Jika Anda tangguh, Anda bisa bertahan. Jika Anda lemah, Anda tidak bisa bertahan.

Siapa pun yang bisa menempuh jalan mereka sampai akhir akan menjadi murid Inner Sect, dan kemudian menjadi anggota sejati murid Reliance Sect and Elder Ouyang.

Dulu, Sect Leaser He Luohua telah fokus untuk membuat Sect lebih kuat. Tapi terbebani oleh tekanan kenyataan, dia benar-benar telah kehabisan tenaga, dan sejak lama sembunyi dalam pengasingan. Grand Elder Ouyang memiliki kepribadian yang lembut, dan sejauh mengenai kultiasinya, dia berada di tahun-tahun terakhir umurnya yang panjang, dengan tidak banyak waktu tersisa. Karena itu, dia tidak punya banyak tenaga untuk meluangkan waktu di Sect.

Di antara murid-murid Inner Sect, Elder Sister Xu biasanya dalam meditasi menyendiri. Dengan kepribadiannya yang dingin, dia tidak terlalu memperhatikan urusan Sect. Elder Brother Chen terutama berfokus pada Dao, dan tidak berpartisipasi dalam masalah Sect. Dengan keadaan seperti itu, hanya Shangguan Xiu yang tersisa.

Basis Kultivasinya berada pada tingkat kesembilan Qi Condensation, dan dia berusia lebih dari sembilan puluh tahun. Dia telah melayani Sect, dan tidak bisa tidak menjadi Master Uncle kepada murid-murid Sekte. Tapi Sect itu sedang mengalami penurunan. Jika ini Sekte lain, mengingat dia masih berada dalam tahap Condensation Qi, dia tidak akan pernah dipanggil Master Uncle.

Meng Hao memperhatikan Han Zong saat dia melintas di atas panggung. Lawannya adalah Zhou Kai, dan sepertinya ini bukan pertempuran hidup dan mati. Zhou Kai langsung mengakui kekalahan, dan pertandingan usai.

Pertandingan terakhir babak pertama telah tiba. Meng Hao berdiri dan terbang ke atas panggung. Lawannya adalah pria bertubuh tinggi dan kuat yang memiliki Kondensasi Qi tingkat kelima. Auranya memancarkan pembunuhan, dan dari tatapan dia, dia telah mengalami banyak pertempuran berdarah.

Dia menatap Meng Hao dan menggeram, berlari lurus ke arahnya, tubuhnya melebar. Dia mengangkat tangannya, dan seketika itu juga, battle axe yang bersinar muncul. Ini jelas bukan benda biasa.

Wajahnya muram, Meng Hao menepak tas penyimpanannya. Pedang terbang segera muncul dan melesat maju. Tapi pada saat itu sekitar dua meter dari pria besar itu, perisai lembut muncul, menghalangi pedang terbang.

“Kamu akan mati hari ini!” Kata pria besar sambil menyeringai mengerikan. Sebelum mengikuti pelatihan, Shangguan Xiu memberinya barang ajaib. Bahkan jika basis kultivasi Meng Hao sedikit lebih tinggi daripadanya, dia tidak perlu khawatir.

“Boom,” kata Meng Hao dingin, ekspresi wajahnya sama seperti biasanya. Pedang terbang meledak dengan kencang, membuat pria besar itu terbang mundur. Perisai di depannya berkedip, mencegahnya terluka.

Tertawa, dia menerjang lagi. Tapi Meng Hao lebih cepat. Dia berlari maju, menepak tas penyimpanan. Dua pedang terbang muncul, melesat maju dan kemudian meledak. Ledakan bergema, dan perisai membengkok. Wajah pria besar itu berubah, dan sebelum dia sempat bereaksi, empat lagi pedang terbang melesat keluar. Sebuah ledakan besar terdengar, dan perisai itu hancur berkeping-keping. Serangan itu menerjang masuk, langsung ke dada pria besar itu. Dia mengeluarkan lengkingan yang menyedihkan dan meludahkan seteguk darah.

Sebelum tubuhnya bisa menyentuh tanah, pedang terbang lain meluncur dari Meng Hao, berkilauan saat menusuk tenggorokan pria itu. Dia jatuh berkedut ke tanah dalam genangan darah, mati.

Sejak memasuki Sect, Meng Hao tidak membunuh banyak orang. Tapi kali ini dia telah membunuh pria dengan kejam. Dia melayang turun dari panggung, memberi Han Zong tatapan dingin.

“Selanjutnya, kau mati,” katanya sambil duduk bersila dan menutup matanya.

Mata Han Zong menyioit dan niat membunuhnya semakin kuat.

Dengungan diskusi meningkat dari kultivator di sekitar saat mereka usai menyaksikan kejadian tersebut. Mereka tertegun dengan kejadian berdarah ini.

“Meng Hao menang. Pertandingan pertama babak kedua adalah Wang Tengfei dan Xu Ge.” Suara Grand Elder Ouyang terdengar keren, seolah-olah dia bahkan tidak menyadari adanya bau darah di udara.

Xu Ge adalah si kultivator yang telah mencoba membunuh Fatty beberapa saat yang lalu. Begitu dia melangkah di atas panggung, dia mengaku kalah. Memberikan hormat kepada Wang Tengfei, dia berbalik dan meninggalkan alun-alun secepat mungkin.

Pada titik ini, semua orang bisa melihat bahwa Han Zong atau keempat kultivator dari tingkat kelima, tujuan mereka bukan promosi, melainkan membunuh Meng Hao.

“Pertandingan kedua, Meng Hao dan Han Zong.” Grand Elder Ouyang menatap Meng Hao dengan saksama, dan begitu selesai berbicara, keheningan terdengar. Semua orang menatap Meng Hao dan Han Zong.

Meng Hao tampak muram saat ia melangkah ke panggung. Han Zong tiba pada waktu yang hampir bersamaan. Tidak ada ucapan pengantar yang diperlukan. Mereka berdua menyerang pada saat bersamaan.

Suara gemuruh terdengar saat tiga pedang terbang muncul, berputar mengelilingi Meng Hao. Perisai muncul, berputar mengelilingi Han Zong, dan di depannya muncul sebuah panji berkilaukan lima warna terang. Panji langsung menyapu ke arah Meng Hao.

Meng Hao diam saja. Saat panji berwarna lima itu mendekat, dia tidak mundur. Dia mengangkat tangan kirinya, dan seketika itu, Flame Serpent sepanjang lima belas meter muncul. Ini menderu dan terbang maju. Serpent Flame ini tidak hanya tampak seperti ular, tapi lebih mirip ular piton. Panas terik memancar keluar darinya saat terbang.

Pada saat yang sama, tangan kanan Meng Hao menepak tasnya; Enam pedang terbang muncul dan melesat maju.

Han Zong tertawa dingin, matanya bersinar dengan niat membunuh. Dia maju selangkah, lalu menepuk tangan kirinya ke tanah. Saat dia berdiri, suara gemuruh yang dalam bisa terdengar, dan seluruh lapisan mulai goyang. Di depannya tiba-tiba muncul sebuah Golem Batu, tingginya sekitar tiga meter. Dengan meraung, Stone Golem menerjang maju dengan kecepatan luar biasa. Saat menghantam ke dalam Flame Serpent, sebuah ledakan besar bergemuruh di seluruh platform.

Di tengah deru, panji lima warna itu melesat maju, mendekati Pedang terbang Meng Hao. Mata Han Zong berkilau cerah.

“Five Radiances Art!”

Begitu kata-kata itu keluar dari mulut Han Zong, panji berwarna lima itu tiba-tiba bergoyang-goyang, lalu mulai bersinar terang ke segala arah. Dua Aliran kabut warna meluncur keluar darinya, berubah menjadi dua makhluk spirit, yang menyerbu ke arah Meng Hao dengan lengkingan nyaring. Yang kedua dari dua Spirits Mist hanya sebagian terlihat; Jelas karena tingkat dasar kultivasi, Han Zong terbatas dalam kemampuannya untuk menggunakan teknik ini.

Begitu dua jenis Mist Spirits muncul, kultivator di sekitarnya berteriak dengan takjub.

“Itu adalah teknik Five Radiance Art master Uncle Shangguan! Dikatakan bahwa itu salah satu teknik paling kuat untuk anggota Sect yang belum menyempurnakan Foundation mereka.Brother Han Zong hanya bisa memanggil dua warna itu! ”

“Jadi Han Zong bisa menggunakan teknik ini! Ya, pasti karena panji itu. Mungkinkah itu benda magis yang disediakan oleh Master Uncle Shangguan? ”

Jeritan menyeramkan, lengkingan menusuk telinga, Spirits Mist dua warna menerjang ke arah Meng Hao dengan kekuatan yang dahsyat. Begitu enam pedang terbangnya menyentuh mereka, pedang-pedang itu hancur berkeping-keping.






Prev Chapter | Next Chapter