ISSTH Buku 1 Bagian 31

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 31: Bertarung!

“Pertandingan terakhir dari latihan ini,” kata Grand Elder Ouyang, sambil memberi semangat pada Meng Hao. “Meng Hao dan Wang Tengfei. Pemenang akan dipromosikan ke Inner Sect. ”

Semua orang menatap Meng Hao saat ia melompat ke atas panggung. Wang Tengfei membuka matanya dan dengan santai melangkah. Percakapan ramai terdengar di antara murid-murid Outer Sect.

“Meng Hao benar-benar berani melangkah ke panggung. Basis Kultivasinya cukup bagus, dan dia telah membunuh Han Zong, tapi ini adalah Elder Brother  Wang yang dia lawan. Dia benar-benar nekat.”

“Akan selalu ada batu sandungan di jalan menuju kekuatan. Ini hanya sebuah kerikil kecil bagi Elder Brother Wang untuk meraih puncak ”

“Saya ingat saat dia mengambil benda magis yang oleh Elder Brother Wang  telah berikan pada  seseorang sebagai hadiah. Ketika Elder Brother Wang mengambilnya kembali, diabagaikan seekor semut di depannya.” Percakapan memenuhi udara, penuh dengan ejekan. Bukan berarti semua orang punya permusuhan besar terhadap Meng Hao, tapi di dalam hati mereka, ElderBrother Wang adalah bukanlah seseorang yang bisa ganggu.

“Jika dia mati di bawah tangan Wang Tengfei, tidak mudah untuk mengambil tas penyimpanannya,” pikir Shangguan Xiu sambil mengerutkan kening. Dia menatap Meng Hao.

Bahkan saat semua orang di kerumunan mengejek Meng Hao, sekali lagi menempatkannya seakan melawan seluruh dunia, tiba-tiba, sebuah suara melengking dan jelas tiba-tiba terdengar.

“Ayo Meng Hao! Kau akan menang! Murid Inner Sect berikutnya pastilahi Meng Hao!” Ternyata itu adalah suara Fatty, berteriak dari bawah di alun-alun dengan suara seraknya.

Serentetan suara itu sampai ke Meng Hao, tapi sepertinya sangat jauh. Dia berdiri dengan tenang, menatap dingin ke arah Wang Tengfei. Meng Hao tahu bahwa sejak dia memasuki dunia kultivasi sampai sekarang, dia tidak pernah menghadapi lawan yang lebih kuat. Ini akan menjadi pertempuran yang paling sulit.

Tapi dia tidak akan mundur. Dia akan bertarung. Dia akan menyerang. Ada beberapa hal dalam hidup yang harus dilakukan seorang pria, karena harga diri.



Kejadian pada hari itu terus bermain di kepalanya, dan dia mengusap tas penyimpanannya.

Di dalamnya ada sepuluh kuku jari bernoda darah dari telapak tangannya.

Wang Tengfei berdiri di sana dengan tenang, memberi ekspresi dingin kepada Meng Hao. Matanya tampak tenang, seolah-olah dia melihat serangga. Dia tampak persi seperti yang dia lakukan waktu itu.

Dia melambaikan tangan kanannya seolah-olah dia sedang mengusir pergi seekor serangga, dan di depannya muncul angin puyuh berputar, setinggi orang, dan berputar menuju Meng Hao.

Mata Meng Hao berkilau. Dia tidak mengatakan apa-apa pada Wang Tengfei. Semua yang ingin dikatakannya bisa dikatakan dengan pedang, sihir, dan pertempuran paling sengit ini dalam 18 tahun kehidupannya.

Dia melangkah maju, mengangkat tangan kanannya dan sebuah Wind Blade menerjang ke arah angin puyuh. Bergerak dengan ganas menerjang maju.

Fight!

Dia menepak tasnya, dan dua puluh pedang terbang terbang keluar berbaris. Ada yang  bengkok, dan tidak bisa terbang lurus, tapi aura pedang mereka berkilau menyilaukan. Dia mengangkat satu jari di tangan kanannya dan menunjuk. Dua puluh pedang terbang laksana pelangi saat mereka melesat dengan kekuatan luar biasa langsung ke arah Wang Tengfei.

Fight!

Aura pedang yang dahsyat seperti hujan, dan saat kekuatan gabungan mereka meluncur ke arah Wang Tengfei, angin puyuh tadi membentur mereka. Sebuah ledakan bergema di udara saat angin puyuh robek terbuka. Pedang terbang, yang sekarang tanpa arah, tiba-tiba tersedot ke dalam angin puyuh. Dari kejauhan, tampak seolah angin puyuh telah berubah menjadi pusaran pedang. Tapi angin puyuh semakin melemah, dan seolah-olah akan hancur setiap saat.

Ekspresi Wang Tengfei tidak berubah sedikit pun. Dia berjalan ke depan, dan kekuatan basis kultivasi, pada puncak tingkat keenam Kondensasi Qi, meledak, membentuk tekanan spiritual yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jari-jari tangan kanannya bergerak dalam pola mantra, dan seberkas air yang berkilau melesat ke arah Meng Hao.

Ini bukan teknik Reliance Sect, melainkan klan Wang Tengfei.

Melihat hal ini, Meng Hao tanpa ragu-ragu memasukkan demonic core ke dalam mulutnya. Dengan tangan kirinya, dia memanggil kembali pedang terbang dari dalam pusaran. Mereka terbang kembali ke arahnya dengan tidak stabil. Dengan tangan kanannya, dia membentuk gerakan dengan jarinya untuk memanggil Flame Python, sebesar beberapa meter. Flame Phyton  itu menerjang untaian Air, menderu sangat nyaring sehingga seolah ada badai yang melanda.

“Water-wind, bunuh!” Kata Wang Tengfei. Meskipun dia tidak terlihat mencemooh, ekspresinya yang tenang sama seperti pada hari itu ketika dia hampir melumpuhkan kultivasi Meng Hao, percaya diri dan penuh dengan ketidakpedulian.

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya Untaian Air yang berkilau menyatu dengan angin puyuh untuk membentuk sebuah kolom besar yang berputar cepat yang kemudian melesat ke arah Meng Hao.

Dua puluh pedang terbang berputar untuk menghalangi kolom tersebut, dan sebuah ledakan terdengar saat pedang-pedang itu bertebaran. Beberapa bahkan hancur berkeping-keping. Meng Hao sudah mundur ke tepi panggung. Di depannya tetap ada kumpulan air yang besar selebar tangan dan sekitar sembilan meter panjangnya, menakutkan dalam penampilan.

Serangkaian darah muncul di dahi Meng Hao. Tetesan darah perlahan-lahan turun ke hidungnya, membuat penampilanya nampak semakin buas.

Dua puluh pedang terbang bisa mengguncang Han Zong, tapi ini Wang Tengfei, dan dia bahkan belum menggunakan benda masgis apa pun, hanya beberapa teknik yang belum pernah dilihat oleh Meng Hao sebelumnya. Syukurlah, Meng Hao telah mampu menghindari kematian Bila basis kultivasinya di tingkat kelima dari Qi Condensation, dia tidak akan bisa mengelak.

“Wang Tengfei memiliki bakat alami yang kuat,” pikir Shangguan Xiu, “dan memiliki banyak pengalaman menggunakan kekuatan dan kemampuan Kondensasi Qi. Bahkan seseorang dari tingkat ketujuh akan memiliki kesulitan melawannya. Meng Hao pasti akan mati. ” Keningnya berkerut semakin dalam saat dia menatap Meng Hao, dan matanya bersinar hawa membunuh. Namun, dia masih belum tahu bagaimana dia akan mengambil tas penyimpanan Meng Hao setelah dia mati.

Wang Tengfei tampak tenang seperti biasanya  saat Meng Hao menghindari serangannya. Itu karena serangannya hanya sebuah selingan belaka. Jika seekor gajah ingin menghancurkan semut, jika pertama kali gagal, yang kedua tidak akan gagal. Dia memberi senyuman yang indah dan acuh tak acuh kemudian melangkah maju, mengangkat tangan kanannya dan melambaikan jarinya ke Meng Hao.

Begitu dia melambaikan jarinya, Meng Hao mendengar suara berisik dari penonton di sekitarnya. Hal itu mengingatkannya pada hari itu ketika dia melawannya. Wang Tengfei telah menggunakan satu serangan jari untuk mengikatnya, satu untuk menghancurkan liontin gioknya, satu untuk mengambil botol labu itu, dan satu untuk mencoba melumpuhkan basis kultivasinya.

Semangat bertarung yang kuat bersinar di mata Meng Hao. Dia telah dipermalukan oleh serangan jari Wang Tengfei, tapi dia orang yang berbeda hari ini. Meskipun dia awalnya memutuskan untuk tidak mendaftarkan diri untuk pelatihan Inner Sect, namun karena terdesak akhirnya mendaftar, namun dia telah siap untuk melakukannya untuk beberapa lama. Pada bulan lalu, sebagian besar waktunya telah dihabiskan untuk belajar bagaimana mengorbankan sedikit ketangkasan untuk bisa mengendalikan sejumlah besar pedang terbang.

Saat jari Wang Tengfei mendekat, Meng Hao menepuk tas penyimanannya, menelan demonic core, dan kemudian mulai menggerakkan jarinya dengan pola mantra. Tiba-tiba, sepuluh atau lebih pedang terbang yang tersisa mulai bergetar, lalu tiba-tiba terangkat dari tanah dan terbang kembali ke arahnya dari segala arah.

Mereka berputar di sekililing tubuhnya, dan dia menurunkan tangannya, lalu menunjuk ke arah Wang Tengfei. Pedang terbang meluncur dengan kecepatan yang mengejutkan, dengan bersuitan ke arah Wang Tengfei.

Pada saat yang sama, lebih banyak pedang terbang muncul dari dalam tasnya, sampai semuanya keluar. Sepertinya ada cukup banyak untuk memecah tembok kota. Dengan kekuatan yang menakutkan, mereka memenuhi langit, terbang menuju serangan jari Wang Tengfei.

BOOM!

Sebuah ledakan mengguncang seluruh Outer Sect saat dua puluh pedang terbang bertabrakan dengan kekuatan tak terlihat yang berasal dari jari telunjuk Wang Tengfei. Di tengah ledakan itu, dua puluh pedang terbang dipelintir, beberapa di antaranya hancur berkeping-keping. Mereka berhasil memblokir serangan jari.

Darah merembes keluar dari mulut Meng Hao dan matanya nampak memerah. Dia mengkonsumsi demonic core lainnya. Hawa membunuhnya berkobar, tapi ia masih belum mengucapkan sepatah kata pun. Itulah kepribadiannya; Semakin dia ingin membunuh seseorang, semakin marah dia, semakin tenang dia.

Wang Tengfei tampak tenang seperti biasanya, seolah-olah dia tidak peduli di dunia ini bahwa Meng Hao berdiri di depannya. Hanya dia sajalah bisa dipenuhi dengan arogansi dan ketidakpedulian semacam itu.

Melangkah ke depan, dia melakukan serangan jari telunjuknya yang kedua.

Inilah serangan yang telah menghancurkan liontin giok Meng Hao. Meng Hao tidak peduli darah keluar dari mulutnya. Dia menelannya. Jari-jari bergerak sambil merapal mantra, dia mengirim pedang terbang yang tersisa menerjang Wang Tengfei dalam suatu serangan. Kemudian, secara mengejutkan, ia memutuskan hubungan kontrolnya dengan pedang, membiarkan mereka terbang maju dengan daya laju mereka sendiri.

Dia menepak tasnya lagi, dan tiba-tiba muncul lagi aura pedang, dua puluh lainnya, membentuk gelombang kedua yang bersiul ke depan. Ini adalah hujan pedang yang berisi hampir empat puluh pedang terbang secara total!

Meng Hao tahu bahwa taktik ini memiliki kelemahann. Pedang terbang tidak akan menjadi tangkas, hanya cepat dan tajam. Lawannya tidak akan kesulitan untuk menghindari serangan. Tapi Meng Hao bertaruh bahwa mengingat arogansi lawannya, kemungkinan besar dia tidak akan berusaha mengelak.

Bahkan jika dia memang berusaha mengelak, Meng Hao akan siap. Dia secara alami mempertimbangkan kemungkinan ini, dan bersiap untuk itu.

Adegan yang sedang berlangsung hanya bisa digambarkan sebagai pertarungan epik. Bagi kultivator yang berlatih Qi Kondensasi, itu adalah sesuatu yang jarang terlihat. Di seluruh Negara Bagian Zhao dalam beberapa ratus tahun terakhir, tidak pernah ada pertempuran antara dua orang dari tingkat keenam kondensasi Qi!

Meng Hao memiliki banyak pedang terbang. Setelah pengalamannya di gunung hitam, dia telah banyak memikirkan penggunaan sihir oertarungan. Dengan bantuan Wind Blade, dia bisa mengendalikan sejumlah besar pedang terbang. Namun, dibutuhkan banyak kekuatan spiritual, dan dia hanya bisa memanggil dua puluh setiap kali. Selanjutnya, basis kultivasinya hanya mengizinkannya untuk melakukan kontrol dasar, cukup untuk membuat  melesat ke depan. Dia tidak bisa menggerakkan mereka dengan gesit di udara, atau menyebabkan mereka mengubah arah.Dia pada dasarnya mengorbankan kegesitan pedang terbang dan memusatkan perhatian pada kemampuannya untuk terbang.

Dengan demikian, dia bisa menggunakan kelompok yang lebih besar lagi, dengan cara yang sama sperti orang biasa bisa saja melempar benda secara berurutan. Kecuali, dia tidak menggunakan tangannya, dia menggunakan kekuatan spiritual untuk memastikan gerakan maju mereka. Selama dia memiliki cukup pedang dan kekuatan spiritualnya tidak habis, dia bisa membayar harganya.

Wang Tengfei tidak menggunakan teknik Reliance Sect, karena dia meremehkan Reliance Sect dan teknik mereka. Dia menggunakan teknik Klannya yang kuat, yang membuatnya mengungguli rekan-rekannya.






Prev Chapter | Next Chapter