ISSTH Buku 1 Bagian 72

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 72: Seorang Lelaki Sejati

Little Tiger menatap Meng Hao dengan saksama. Dia naif saat kecil, tapi setelah bergabung dengan Reliance Sect, telah mengalami banyak kemalangan yang tak terbayangkan. Di dalam hatinya, dia menjadi sekeras besi. Tidak ada yang tahu berapa banyak kultivator yang diam-diam dia bunuh.

Dia menatap Meng Hao dan perlahan menyadari bahwa Meng Hao benar-benar tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

“Elder Brother Meng, dalam beberapa hari ini, seluruh dunia Kutivasi Negara Bagian Zhao telah mencarimu. Tiga Sekte besar mengeluarkan perintah bersama untuk penangkapanmu. Banyak kultivator telah menyebar ke segala arah untuk memburumu.” Dia ragu beberapa saat sebelum melanjutkan.

Ekspresi Meng Hao sama sekali tidak berubah. Dia melayang di udara, memandang tanpa kata-kata ke Little Tiger.

“Tiga sekte besar memerintahkan agar engkau tidak dibunuh,” katanya pelan. “Engkau boleh dilukai atau dilumpuhkan, tapi tidak dibunuh.”  Sepanjang waktu, dia terus menatap Meng Hao, tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.

“Jika apa yang engkau katakan salah,” kata Meng Hao dengan dingin, ekspresinya sama seperti sebelumnya, “maka jangan salahkan aku melupakan ikatan masa lalu kita.”

Mendengar ini, Little Tigerl secara tidak sengaja mundur dua langkah, wajahnya berubah.

“Elder Brother Meng pasti ingat Paman Guru Shangguan dari Inner Sect. Dua bulan yang lalu, dia mengepung tiga kabupaten di dekat Gunung Daqing dengan mantra yang hebat dan mengerikan.” Suaranya terdengar saat dia berbicara. Dia mengepalkan tinjunya. “Dia berencana menggunakan darah manusia di sana untuk membuat Blood Pills untuk mencapai Foundation Establishment. Hali ini sudah berlangsung dua bulan ini. Dengan basis Kultivasiku, aku bukan tandingannya, tapi aku datang untuk menyelamatkan ayah dan ibuku! ”

Meng Hao menatapnya kaget, kepalanya berputar. Kemarahan meletus di dalam dirinya, dan aura membunuh yang kuat mulai muncul darinya. Dia tahu bahwa tujuan sebenarnya Shangguan Xiu adalah tidak membuat Blood Pills, tapi untuk memancingnya keluar.

Wajahnya menjadi sangat suram.

“Shangguan Xiu telah melibatkan manusia di tiga wilayah, dan dunia Kultivasi Negara Zhao tidak melakukan apapun untuk menghentikannya?” Suara Meng Hao sedingin es saat dia berbicara.”Apakah ada yang benar-benar percaya bahwa tujuannya adalah Foundation Establishment?”

“Semua orang mengatakan bahwa Shangguan Xiu merindukan Foundation Establishment,” kata Little Tiger, “dan bahwa dia dengan sengaja memilih tiga kabupaten di sekitar Gunung Daqing karena tanda keberuntungan yang muncul di sana bertahun-tahun yang lalu. Dengan Pil Blood Spirit, dia dapat dengan mudah menerobos ke tahap Foundation Establishment. Dulu, tiga sekte besar tidak akan pernah mengizinkannya melakukan hal seperti itu, tapi saat ini mereka sedang mencari tempat meditasi Patriark Reliance. Itulah sebabnya mereka mengirim semua orang untuk mencarimu, dan telah mengabaikan apa yang terjadi di sini. Mereka tidak ingin menghadapi masalah ekstra. Selanjutnya, Shangguan Xiu bukanlah orang biasa. Aku menyelidiki dan tahu dia berasal dari Milky Way City. Rupanya, tiga besar Sekte itu berusaha untuk ikut campur pada awalnya, tapi kemudian mundur karena alasan tertentu.”

Meng Hao mendengarkan dengan tenang, lalu mulai tersenyum, senyum dingin dan gelap. Niat membunuh yang ada di hatinya jauh melampaui niat membunuh yang ia rasakan di masa lalu terhadap Wang Tengfei atau bahkan Ding Xin. Intensitas keinginan untuk membunuh ini membuat Core Sea-nya bergolak. Itu lebih ganas dari apapun yang dia rasakan selama dua puluh satu tahun hidupnya.

“Shangguan Xiu ….” Meng Hao berputar dan memandang ke arah Gunung Daqing. Dia mengebutkan lengan bajunya yang lebar dan Little Tiger terbang ke kipasnya, ekspresi terkejut di wajahnya.

“Elder Brother Meng, ada apa?” Sembur Little Tiger, napasnya memburu.

“Kita pergi ke Gunung Daqing. Jika apa yang engkau katakan itu benar, sangat baik. Tapi jika engkau telah berbohong kepadaku, maka engkau tidak akan pernah lagi perlu khawatir orang mengejarmu untuk mendapatkan hartamu.” Kipasnya berkelebat, dan mereka meluncur terbang.

Little Tiger hanya diam, tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Dia berdiri di atas kipas di sebelah Meng Hao, terlihat konflik di matanya. Namun  lenyap tak lama kemudian, digantikan oleh tatapan penuh tekad.



Tak lama kemudianm Gunung Daqing muncul di depan mereka. Meng Hao tidak langsung melesat kesana. Kipas yang berharga itu berkelebat, dan mereka mendarat di tanah. Di depannya, semuanya terbungkus aura merah menyala. Tampaknya di luar aura, setiap lima ratus kilometer, seorang Kultivator berjubah hitam duduk bersila, bermeditasi.

Ada selusin dari mereka, dan mereka tampaknya mendukung dasar mantra yang mengelilingi tiga county tersebut.

Jauh di atas gunung, seseorang duduk bersila dalam meditasi.

Di kabupaten di bawah gunung, semuanya sepi. Untaian Blood Qi nampak keluar dari mereka.

Niat membunuh Meng Hao semakin kuat. Dengan menarik napas dalam-dalam, dia melepaskan ikatan yang dia taruh di Little Tiger.

“Ketika aku memanggil namamu, engkau harus datang,” kata Meng Hao pelan. Lalu dia berjalan ke depan, tubuhnya melesat di udara dan memancarkan udara yang sedingin es.

“Wang Youcai tidak mati,” kata Liitle Tigerl. Meng Hao mengabaikannya saat dia berlari maju.

Little Tiger melihatnya menghilang, lalu mendesah dan duduk diam untuk bermeditasi. Dia telah melihat ke Meng Hao selain Shangguan Xiu. Dia tahu bahwa Meng Hao tidak memiliki keluarga dekat di Kabupaten Yunjie dan Shangguan Xiu kemungkinan besar menggunakan sihir darah ini untuk memancingnya keluar.

“Elder Brother Meng, aku hanya ingin menyelamatkan ayah dan ibuku. Jika engkau mampu melewati ini, maka aku akan berhutang banyak kepadamu.” Dia mendongak, emosi kompleks nampak di matanya.

Meng Hao melesat maju, langsung menuju aura merah darah. Macan Kecil, meskipun masih muda, namun dia pintar dan benar dalam keputusannya. Sedangkan Meng Hao, dia selalu cerdas. Meski gagal sebagai pelajar, dia telah mengalami semacam pembaptisan di Reliance Sect. Setelah semua yang dia alami di sana dan sesudahnya, bagaimana mungkin dia tidak melihat tujuan lawannya?

Shangguan Xiu telah memasang jebakan untuknya. Tapi bagaimana dia tidak bisa hindari? Meskipun dia tidak memiliki keluarga dekat di Kabupaten Yunjie, itu adalah rumahnya. Ingatan masa kecilnya ada di sana, dan kenangannya itu indah sekali.

Shangguan Xiu sama sekali tidak memiliki hati nurani, dan tindakannya menyinggung Meng Hao hingga ke tulang. Keinginannya untuk membunuh mengepul ke ketinggian yang tak terhitung.

Meskipun dia mempertaruhkan hidupnya, meskipun dia sedang bermain di tangan Shangguan Xiu, Meng Hao tahu bahwa dalam kehidupan, ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang pria …. Bahkan jika itu berbahaya, dia akan tetap pergi.

Ketakutan dan keraguan bukanlah untuk lelaki sejati.

Keinginan membunuhnya tidak pernah sekuat ini, keinginan untuk membunuhnya tidak pernah begitu kuat. Itu tidak bisa dihilangkan dengan kematian satu orang, melainkan setiap orang yang terlibat dalam menjaga mantra darah.

“Di tahun-tahun aku berkultivasi, ada orang-orang yang belum kubunuh. Bukan karena aku tidak bisa, tapi karena aku tidak mau.” Kecepatannya meningkat, matanya menunjukkan kematian, tapi hatinya tenang. Sekarang dia sudah sampai di daerah mantra darah. Dia melesat ke arah seorang kultivator dari tingkat keenam Qi Kondensasi yang duduk di sana bermeditasi.

Dia mengenakan jubah hitam dan berusia sekitar dua puluh enam atau dua puluh tujuh tahun. Saat Meng Hao bergegas mendekatinya, dia membuka matanya. Kaget, dia mengangkat tangannya, tapi seketika itu, Meng Hao, dengan wajah dingin dan penuh dengan hawa kematian, melesat melewatinya.

Ada pedang di tangan Meng Hao. Di belakangnya, sebuah kepala terbang ke udara, ekspresinya dipenuhi kebingungan. Tubuhnya terjatuh ke tanah.

Bau darah memenuhi udara. Mayat itu berkedut beberapa kali dan kemudian diam.

Tidak ada teriakan rasa sakit, tidak ada pergumulan. Untuk Meng Hao, itu sesederhana seperti membantai seekor ayam. Seperti yang dia katakan, bukan karena dia tidak bisa membunuh, dia tidak suka.

“Saat engkau mencoba memotong kepala ayam,” kata Meng Hao pada dirinya sendiri, “biasanya ayam tersebut akan sedikit meronta. Orang biasanya meronta lebih keras lagi. Tapi tanpa kepala, engkau bahkan tidak sebanding dengan seekor ayam.” Tanpa melirik kembali ke mayat di belakangnya, dia terus bergerak, matanya penuh dengan niat membunuh.

Dia bergerak cepat, dan tak lama kemudian, ada sosok bersila lain yang muncul di depannya. Orang ini jelas tidak merasakan kematian rekanny; Dia duduk di sana bermeditasi, mempertahankan mantranya.

Dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk membuka matanya sebelum kepalanya meninggalkan tubuhnya.

“Shangguan Xiu, kamu memaksaku untuk membunuh. Baiklah … hari ini aku akan membunuh semua yang ada di depanku. “Dia mengebutkan pedang kayu di tangannya, mengirimkan tetesan darah terbang di mana-mana, lalu lenyap.

Karena kematian kedua kultivator itu, riak-riak telah muncul dalam mantra berwarna merah. Hal ini pada gilirannya mengejutkan orang-orang lain yang mempertahankannya; satu demi satu, mereka membuka mata dan berdiri, melirik sekeliling dengan hati-hati.

Sementara di atas gunung, mata Shangguan Xiu berkedip terbuka. Mereka berkilauan saat melihat ke bawah apa yang terjadi di bawah ini.

Blood Qi tampak menebal, tapi dia tidak dapat melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi. Dia mengerutkan kening dan bergumam. Dia mengangkat tangan kanannya, dan sebuah Bola Darah muncul, seukuran kepala manusia. Blood QI berputar-putar di dalamnya. Dengan jentikan lengan baju, dia mengirim Bola Darah melesat ke Gunung Daqing, di mana akhirnya menghantam mantra berwarna darah dengan ledakan yang bergema.

Mantra berwarna darah itu semakin lemah. Tiba-tiba, jeritan nyaring bisa terdengar, bergema dari dalam mantra. Sulit dideskripsikan, jeritannya dipenuhi rasa sakit.

Beberapa saat kemudian, teriakan lain terdengar. Teriakan ini jelas berasal dari orang lain, tapi itu sama-sama mengerikan. Shangguan Xiu mengerutkan kening. Melihat ke bawah pada mantra berwarna darah, tampaknya hampir menyusut separuhnya dan agak keruh.

Orang ketiga menjerit, lalu keempat, hampir pada saat bersamaan. Lebih banyak jeritan bergema, berulang-ulang, sampai akhirnya mantra berwarna darah benar-benar tembus pandang. Shangguan Xiu melihat ke bawah untuk melihat … selusin mayat tanpa kepala.

Matanya menyipit, dan tubuhnya berputar. Di sana, di jalan gunung kecil, mengenakan jubah pelajar biru, adalah Meng Hao. Dia dipenuhi cipratan darah, dan meski terlihat agak rapuh dan lemah, berjalan perlahan mendaki gunung, wajahnya tanpa ekspresi.

Di tangannya, dia membawa selusin kepala yang terpenggal. Shangguan Xiu menatapnya saat dia mendekat. Meng Hao melemparkan kepala ke depan, dan mereka terjatuh ke tanah di depan Shangguan Xiu, yang kemudian mengebutkan lengan bajunya, mengirim mereka berserakan.

“Giliranmu,” kata Meng Hao, suaranya serak. Biasanya dia tidak mau membunuh, tapi hari ini. Dia membunuh.






Prev Chapter | Next Chapter