ISSTH Buku 1 Bagian 8

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 8: Zhao Wugang

“Hanya satu bulan lagi, tapi selama itu, saya harus berjuang untuk meningkatkan Cultivasi-ku.” Dengan hati-hati ia meletakkan kembali cermin tembaga ke dalam Bag of Holding. Dia tahu bahwa dia tidak boleh membiarkan orang lain mengetahui kemampuan cermin tersebut. Jika ketahuan, akan sulit  baginya untuk tetap mempertahankan cermin tersebut, dan bahan dia bisa kehilangan nyawanya.

Dia menunduk menatap dirinya sendiri, dan kotoran yang menutupi tubuhnya. Dalam kegembiraannya, dia hampir melupakan keadaan tubuhnya yang kotor. Tapi sekarang, dia sudah sedikit tenang. Dia berjalan keluar dari gua Immortal ke sungai terdekat dan membersihkan kotorannya.

Pada saat dia kembali, langit semakin terang. Dia mengeluarkan Manual Qi Condensation dan mulai mempelajarinya.

“Setelah mencapai tingkat kedua dari Qi Condensation, seseorang dapat menggunakan Immortal Skills (tehnik Immortal, semacam Kemampuan/Jurus). Setelah mencapai tingkat kelima, seseorang dapat mempelajari teknik Wind Walking, yang merupakan Immortal Skill yang serupa dengan terbang. “Meng Hao memejamkan mata, mendalami secara menyeluruh mengenai teknik Wind Walking dari tingkat kelima Qi Condensation.

Tiba-tiba, tiba-tiba dia merasakan suhu meningkat dengan cepat di dalam Gua Immortal. Kemudian, lidah api muncul di tangan kanannya. Mengingat bahwa ia masih berpikir seperti orang biasa (mortal),  melihat hal ini menyebabkan hati dan pikirannya merasakan kegembiraan yang luar biasa, yang akibatnya justru memadamkan api tersebut.

Meng Hao segera menenangkan diri dan melakukan Cultivasi. Sayangnya, hingga siang hari tiba, setelah puluhan kali mencoba, dia hanya mampu menghasilkan beberapa percikan api, yang kemudian energi spiritual di tubuhnya menyebar hilang.

“Sulit  untuk menggunakan Flame Serpent Art  (Teknik Ular Api, semacam jurus) ini,” kata Meng Hao sambil mengerutkan kening. Tapi dia memiliki kepribadian yang gigih dan tidak mudah berkecil hati, jadi dia berlatih pernapasan untuk beberapa saat sebelum mulai mencoba lagi.

Malam tiba, dan kemudian fajar pun tiba. Selama dua hari Meng Hao berkali-kali mencoba, namun selalu gagal, sampai dia benar-benar kelelahan. Ketika energi spiritualnya terpakai habis, dia lalu  melakukan latihan pernapasan, dan tekad di matanya tumbuh semakin kuat.

“Aku tidak percaya kalau aku tidak dapat menggunakan Flame Serpent Art!” Kata Meng Hao, mengkertakkan giginya sambil menepuk Bag of Holding. Beberapa saat kemudian, Demonic Core muncul di tangannya.

Dia tahu bahwa jika dia mengkonsumsi Demonic Core terkahir ini, dan ternyata cermin itu benar-benar memiliki kemampuan menggandakan, saat nanti dia memiliki cukup Spirit Stones, dia pasti tidak memiliki Demonic Core asli untuk diperbanyak.

“Oh, tidak perlu khawatir dengan hal itu. Skenario terburuk, aku akan kembali ke pegunungan untuk mencari Demonic Beast.” Dia ragu beberapa saat, lalu memasukkan Demonic Core itu ke dalam mulutnya, memejamkan mata, dan memulai latihan pernapasannya. Energi spiritual meledak di dalam dirinya, mengalir ke setiap sudut tubuhnya.

Waktupun berlalu, hingga akhirnya pada suatu sore. Meng Hao membuka matanya, dan nampak berkilat. Tingkat Cultivasinya  masih di tingkat kedua namun jelas jauh lebih kuat.

“Mungkin dalam tiga atau lima minggu lagi aku bisa mencapai tingkat ketiga Qi Condenstaion.” Dia merasa agak kecewa, menyadari bahwa semakin tinggi tingkat Cultivasinya, semakin sulit untuk membuat kemajuan. Tapi dai sudah mendapatkan solusinya saat memikirkan cermin tembaga. Dia mengangkat  dan meninju ke udara..

Saat dia mengangkat tinjunya, nyala api munculdi lengan kanannya berbentuk lidah api bagaikan ular dengan panas yang luar biasa.. Meng Hao merasakan energi spiritual di tubuhnya langsung berkurang hingga tiga puluh persen.

Wajahnya menjadi pucat, namun pemahaman melintas di matanya dan dia tersenyum. Dia melompat keluar dari Gua Immortal dan melambaikan tangan kanannya. Lidah api pun terbang, menghantam ke pohon terdekat.

Suara benturan terdengar, dan seluruh pohon diliputi api, dan dalam sekejap hancur menjadi abu..

“Aku harus tunjukkan ini ke Fatty, pasti dia akan terkagum-kagum. “ Dia tersenyum lebar, merasa sangat hebat.

Setengah bulan berlalu, selama itu Meng Hao mencari-cari Demonic Beast di pegunungan sambil melatih Flame Serpent- Artnya. Dia berusaha sangat keras, bahkan melebihi usahanya saat dia menjadi pelajar, hingga akhirnya cukup mahir, karena mampu mengurangi jumlah energi spiritual yang digunakannya. Tapi tetap masih membutuhkan usaha cukup keras selama sekitar sepuluh detik untuk bisa membentuk lidah api tersebut.

Dia juga pergi ke Outer Sect dan diam-diam mencoba cermin itu pada beberapa murid. Namun, tidak ada reaksi sama sekali. Setelah beberapa kali mencoba, Meng Hao menyimpulkan bahwa cermin tembaga hanya bekerja pada makhluk yang berbulu. Sedikit disayangkan, tapi cerminnya tetaplah hebat baginya.

Sayangnya, selama setengah terakhir, dia tidak pernah menemukan Demonic Beast, dan tingkat Cultivasinya jadi stagnan. Untungnya, setiap kali setelah berlatih Flame Serpent Art, tingkat Cultivasinya meningkat sedikit demi sedikit. Namun, dia tidak berani berlatih itu di pegunungan, dia hanya berlatih di Immortal’s Cave.

“Masih sepuluh hari lagi sampai Hari Distribusi Pil (Pills Distribution Day). Aku akan masuk lebih jauh lagi ke dalam pegunungan.” Setelah mengambil keputusan, Meng Hao berangkat pagi-pagi, segera menuju ke bagian dalam pegunungan.

Dia tidak beristirahat seharian, dan pada saat malam tiba, dia lupa berapa banyak puncak dan lembah yang dia lewati. Akhirnya, di kaki gunung sebuah gunung  hitam, ia menemukan Demonic Beast berbentuk beruang.

Selama pertempuran, ia menggunakan teknik Flame Serpent dan cermin tembaga. Serangkaian lima ledakan diikuti oleh jeritan kesakitan yang menyedihkan, hingga akhirnya makhluk tersebut mati bersimbah darah.

Dia mengambil Core makhluk tersebut, tiba-tiba saat dia hendak terus melanjutkan perjalanannya, rambut di tubuhnya berdiri merinding. Beberapa jarak di depannya muncul lima Demonic Beast berkepala gajah dan berbadan harimau, menatapnya dengan buas.

Dengan cermin, dia bisa dengan mudah menangani satu Demonic Beast. Tapi lima akan sangat sulit. Dia perlahan mundur, tangan kanannya mencengkeram cermin erat-erat.

Tiba-tiba, sebuah raungan besar terdengar dari pepohonan di sekitar gunung hitam itu. Raungan itu semakin keras dan sering hingga terdengar sangat mengerikan. Meng Hao terkejut dan ketakutan, dan dia kabur secepat mungkin.

Untungnya, kelima Demonic Beast itu tidak mengejar dia, dan dia segera menghilang ke pegunungan.

“Suara jeritan itu terdengar seperti saat Paman Shangguan berseru. Sepertinya ada banyak Demonic Beast di gunung hitam itu, bahkan Demonic Beast yang lebih berbahaya.” Saat berlari, dia melihat ke belakang ke arah gunung hitam, dan semakin yakin bahwa tempat itu sangat berbahaya.

Sepuluh hari berlalu dengan cepat. Dengan gunung hitam sebagai batasnya, Meng Hao berkelana di pegunungan tapi tidak menemukan Demonic Beast lainnya lagi. Demonic Core beruang di tasnya menjadi  lebih berharga baginya, jadi dia tidak memakannya.

Hari Distribusi Pil tiba, dan suara lonceng memenuhi udara. Meng Hao meninggalkan Gua Immortal dan memasuki Outer Sect. Sebulan yang lalu, tingkat Cultivasinya adalah tingkat pertama dari Qi Condensation, dan sekarang di tingkat kedua. Meskipun dia masih agak jauh dari tingkat ketiga, dia yakin bahwa jika cermin tembaga itu seefektif yang dia bayangkan, ke depannya kemajuaannya akan sangat cepat.

Takut ketinggalan Meng Hao segera menuju plasa tempat pembagian Distribus Pil. Murid-murid mengenali dan melihatnya saat dia melangkah masuk.

Kejadian bulan sebelumnya telah menimbulkan kehebohan bagi Outer Sect. Meskpun sebulan telah berlalu, peristiwa tersebut terkadang masih menjadi bahan pembicaraan.

Kali ini, bukan Shangguan Xiu yang memimpin, tapi seorang pria paruh baya lainnya. Sama seperti sebelumnya, dia membagikan Spirit Cultivation Pill dan setengah Spirit Stone. Namun sekarang tanpa ada Individual Pill Distribution.

Begitu pil dan Spirit Stone disimpannya dalam bag of holding, dan pilar-pilar itu menjadi gelap, Meng Hao pergi secepat mungkin, tanpa ragu sedikitpun. Sambil pergi dia melihat sekililingnya, dan dia melihat beberapa Cultivator menghalangi rekan murid lainnya dan mengincar pil dan Spirit Stone mereka.

Pengaruh Elder Sister Xu pada peristiwa sebelumnya nampak masih sangat kuat, ditambah dengan kecepatannya meninggalkan tampat tersebut, tidak ada yang mencoba menghalangi dan merampas darinya.

Dia menarik napas lega. Dia sangat sadar bahwa pengaruh Elder Sister Xu –lah yang melindunginya sejauh ini. Bulan ini baik-baik saja, tapi mingkin dalam beberapa bulan lagi, seseorang pasti akan mulai mencoba menentangnya dan mencoba merampas miliknya.

“Selama ada cermin tembaga, dalam beberapa bulan … kita akan melihat siapa yang akan dirampas!” Penuh semangat, dia menundukkan kepalanya dan berjalan sedikit lebih cepat.

Dia meninggalkan Outer Sect, bersemangat untuk segera mencoba cermin tembaga, berjalan secepat mungkin kembali ke Gua Immortal. Saat gua semakin dekat, dia tiba-tiba berhenti dan matanya menatap fokus. Seseorang baru saja keluar dari hutan.

Dia mengenakan jubah hijau dan berusia sekitar dua puluh empat atau dua puluh lima tahun. Wajahnya tampak galak dan sombong saat dia berdiri di sana menatap Meng Hao. Tingkat Cultivasinya cukup hebat, berada di tingkat ketiga dari Qi Condensation. Pria itu berdiri di sana, menghalangi jalan Meng Hao.

“Salam, Elder Brother Zhao,” kata Meng Hao, ekspresinya berubah sambil dia mundur beberapa langkah. Dia menggerakkan tangan kirinya ke belakang punggungnya, dan mulai melakukan beberapa gerakan. Dia pernah melihat orang ini sebelumnya. Hampir semua orang di Outer Sect mengenal Elder Brother Zhao Wugang. Dia ganas dan kejam, dan beberapa murid tingkat rendah telah meninggal di tangannya di Zona Publik. Dia adalah tipe orang yang suka menjilat murid tingkat atas, tapi suka menindas murid tingkat pertama dan kedua.

“Jadi, kamu tahu siapa saya,” kata Zhao Wugang dengan dingin. “Saya tidak perlu membuat perkenalan lagi. Serahkan pil dan Spirit Stone-mu.” Orang lain bahkan tidak berani menyentuh Meng Hao, tapi Zhao Wugang telah memasuki Sect tahun yang lalu dan tahu bagaimana segala sesuatunya bekerja. Elder Sister Xu sering mengasingkan diri, mengabaikan orang-orang di bawahnya.

“Elder Brother Zhao, tidak bisakah Anda membuat pengecualian?” Kata Meng Hao, mundur beberapa langkah. “Saya … saya hanya seorang pelajar sederhana, dan saya baru saja mendapatkan pil dan spirit stone ini. Tidak bisakah Anda memberi saya sedikit waktu dengan mereka?” Tingkat kultivasi orang ini lebih tinggi satu tingkat darinya. Dan juga, dia belum pernah melawan siapapun sebelumnya. Wajahnya menjadi pucat karena takut.

“Kau sebut dirimu seorang Pelajar?” Dia mengejek, lalu tertawa terbahak-bahak.” Jangan-jangan kamu memang seorang pelajar sebelum datang ke sini? Ayo, ayo, coba bacakan beberapa puisi untuk Elder Brother Zhao-mu ini. Mungkin dapat menghibur hatiku dan membuatku tidak jadi mematahkan kakimu. ”

Elder Brother Zhao …” Meng Hao sangat gugup, dan cukup marah juga, tapi dia tidak punya pilihan selain bertahan dan mencoba menjelaskannya kepada pria itu. “Orang bijak bilang, kalau …”

“Diam. Aku tidak hanya akan mengambil pil obat dan Batu Rohimu, tapi Gua Immortal-mu juga. Mulai sekarang, kita adalah sesama murid di Outer Sect, tapi di dalam gua, kamu adalah pelayanku. Jika kamu masih bicara satu kata lagi, saya akan membantu mu untuk memahami arti ungkapan ‘Lebih baik mati daripada hidup’!” Sambil menatap tajam, dia mulai berjalan menuju Meng Hao.

Tingkat Cultivasi-nya telah menembus tingkat ketiga, dan membutuhkan sejumlah besar energi spiritual. Jadi tentu saja dia menyukai Gua Immortal milik Meng Hao. Namun, dia masih takut dengan Elder Sister Xu, jadi dia datang dengan gagasan untuk menjadikannya pelayan. Setelah beberapa lama berlalu, Elder Sister Xu pasti akan melupakan mereka-mereka di level bawahnya, jadi nanti dia bisa membunuh Meng Hao. Atau jika dia tidak membunuhnya, dia bisa melumpuhkannya dan memaksanya untuk terus membacakan puisi sehingga menunjukkan betapa hebatnya dia, Zhao Wugang.

“Gua Immortal ini milik Elder sister Xu. Bagaimana saya bisa bertindak sebagai perantaranya? Elder Brother Zhao, tolong jangan mempersulit diriku.” Di belakang punggungnya, untaian energi spiritual terkumpul di tangan kanan Meng Hao. Dia tahu bahwa dia bukan lawan Zhao Wugang, tapi Gua Immortal itu terlalu penting, dan bahkan Spirit Stone nya jauh lebih penting lagi. Tidak mungkin dia menyerahkannya. Karena itu, dipenuhi dengan rasa gundah dan kemarahan, ia menggunakan nama Elder Sister Xu.

“Aku sudah mempermudah dan kamu mengabaikannya,” kata Zhao Wugang sambil mendengus.” Kau hanya mencari masalah. Aku pstikan kau mengerti apa artinya “Lebih baik mati daripada hidup!” Dengan tidak sabar dia berlari ke arah Meng Hao, tangannya yang terulur berputar seperti cakar. Meng Hao tampak sangat terkejut dan ketakutan, yang membuat Zhao Wugang senang. Dia senang melihat tampang seperti itu di wajah orang yang lebih lemah dari dia.

Dia bisa membayangkan Meng Hao menjatuhkan diri ke tanah di depannya, gemetar ketakutan. Namun, saat dia sedang membanggakan dirinya sendiri, tepat sebelum dia sampai di Meng Hao, ekspresi ketakutan Meng Hao lenyap, diganti dengan wajah penuh keyakinan. Dia mengibaskan tangan kanannya dari belakang punggungnya, dan Flame Serpent(Lidah Api)-seukuran-jari yang menyala melesat ke Zhao Wugang.

Jantung Meng Hao berdegup kencang. Dia tahu bahwa teknik Flame Serpent tidak cukup kuat untuk membunuh lawannya, tapi dia tetap berharap hal itu setidaknya akan memperlambatnya. Dia tidak ingin ditangkap, apalagi menyerahkan semua miliknya dan menjadi pelayan. Jika memungkinkan dia akan segera lari ke arah pegunungan.

“Teknik Flame Serpent!” Ekspresi Zhao Wugang berubah, dan dia bergerak mundur. Tangannya menepuk Kantung Penyimpanan miliknya untuk mengeluarkan sebuah pedang putih kecil, yang dilemparkannya ke arah lidah api tersebut.

Terdengar ledakan, dan Serpent Flame menghilang. Pedang putihnya telah bengkok dan rusak, jadi dia menendangnya ke hutan. Terlihat malu, Zhao Wugang terus bergerak mundur, menyaksikan Meng Hao lari ke pegunungan. Dia sangat kaget dan marah.”Ternyata dia telah mencapai tingkat kedua Qi Condensation dengan sangat cepat,” kata Zhao Wugang dengan marah.” Gua Immortal Elser Sister Xu ternyata benar-benar efektif. Sepertinya aku harus membunuh orang ini.” Dia berlari mengejar.

Setelah mencoba mengejarnya sebentart, dia sadar bahwa Meng Hao jauh lebih mengenal bagian gunung ini daripada dia. Dan juga, Meng Hao berlari sangat cepat. Zhao Wugang mengalami kesulitan menangkapnya.

“Dasar sialan,” ucap Zhao Wugang dengan suara menyeramkan.” Tidak ada orang di sini di pegunungan ini. kamu mau mati? Aku akan membereskanmu!” Mengingat seberapa cepat Meng Hao berlari, dia memutuskan sudah saatnya menggunakan salah satu tekniknya yang lebih kuat. Dia meraung, dan tubuhnya membesar, rambut di tubuhnya menebal dan berwarna keemasan. Beberapa rambut bahkan terjepit di balik pakaiannya. Sepertinya dia berubah menjadi semacam Demonic Beast.

Ini adalah teknik yang dia dapatkan sebelum bergabung dengan Sect: Teknik Were-demon.

Itu adalah teknik yang bisa dipelajari setelah mencapai tingkat kedua dari Qi Condensation, namun transformasi demonic tersebut tidak begitu jelas. Tubuh menjadi bertambah besar dan kuat, dan lebih menakutkan. Teknik seperti itu akan memungkinkannya untuk mengamuk di kalangan murid tingkat rendah. Dia hanya bisa menggunakan skill ini untuk waktu yang terbatas, tapi itu cukup efektif. Kartu trufnya untuk membunuh

Kini setelah tingkat Cultivasinya mencapai tingkat ketiga Qi Condensation, teknik tersebut bahkan semakin berkembang sepenuhnya. Mampu menumbuhkan bulu keemasan yang cukup tebal sungguh mengejutkan. Mampu berubah ke bentuk Demonic seperti ini akan membuat lawan-lawannya terkejut. Dirinya penuh percaya diri, bulunya yang tebal dan emas bersinar terang, tampak hebat dan mendominasi. Bulu pun tumbuh dari wajahnya. Dia tampak persis seperti Demonic Beast berbentuk manusia.

“Kamu akan menjadi orang pertama yang mati di bawah kemampuan teknik Were-demon-ku ini!”


Prev Chapter | Next Chapter