TGR Bagian 10

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 10 – Kompetisi Akademi

Keesokan harinya. Ketika sinar matahari yang panas menyinari ke Kota Northern Spiritual, suasana yang memanaspun tampak mulai muncul di Akademi Northern Spiritual.

Akademi Norther Spiritual dibagi ke dalam Cabang Timur dan Barat. Ada banyak persaingan antara kedua cabang tersebut. Namun bisa dibilang akan ada peningkatan jika ada kompetisi.. Inilah sebabnya mengapa Akademi Norther Spiritual telah menghasilkan banyak murid berprestasi selama dua tahun terakhir.

Di antara kompetisi antar cabang, Kompetisi Akademi, yang diadakan setiap dua bulan sekali, adalah yang paling panas dan sengit. Peringkat seseorang di dalam Akademi akan ditentukan saat Kompetisi Akademi. Setiap murid akhirnya akan berusaha mengalahkan murid lain. Selain itu, siapa sih yang tidak mau pamer di depan banyak murid-murid wanita? Karena itu, banyak murid akan berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang baik di Kompetisi Akademi.

Di daerah barat Akademi Northern Spiritual, ada ruang yang luas seperti arena. Banyak ring kompetisi bela diri diadakan disitu. Di dekat ring, ada banyak tangga batu yang digunakan sebagai tempat duduk. Saat ini, semua kursi ini dipenuhi dengan lautan manusia.

Semua jenis suara seperti percakapan dan bisikan riuh terdengar. Tercampur diantaranya suara tawa menggelitik dari gadis-gadis muda yang membuat suasana seperti dipenuhi semangat anak muda

Di dalam stadion besar, ada banyak orang. Namun, terbagi menjadi dua bagian. Yaitu Cabang Barat dan Cabang Timur. Karena hubungan kompetitif antara mereka, kedua belah pihak terkadang saling memprovokasi, membuat suasana sangat meriah.

“Kita, di Cabang Timur, hanya menempati empat kursi dari sepuluh besar pada Earth Class. Apalagi, tiga besar semuanya diduduki oleh Cabang Barat. Saya benar-benar tidak tahu apakah akan ada perubahan setelah Kompetisi Akademi ini. ”

“Kita di Cabang Timur juga memiliki sejumlah individu yang tangguh. Liu Feng dan Tan Qingshan dikabarkan akan segera mencapai Tahap Piritual Movement. Jika mereka berhasil, maka kemungkinan mereka bisa mencapai lima besar.”

Di kursi Cabang Timur, beberapa siswa saling berbicara. Di satu sisi, Su Ling mendengar percakapan itu dan tampak cemberut. Dia berkata: “Kalian bahkan tidak menyadari hal utama dari Kompetisi Akademi. Tidak masalah seberapa banyak posisi yang dimiliki Cabang Timur, selama Brother Mu mendapatkan tempat pertama, Cabang Barat tidak akan berani menggonggong pada kita. ”

Para siswa di Cabang Timur saling pandang dan langsung menghela napas. Meski yang dia katakan benar, Mu Chen masih perlu mengalahkan Liu Yang untuk menjadi nomor satu di Earth Class. Dikabarkan bahwa ia memiliki Human Spiritual Pulse …

“Brother, kali ini, kita dari Cabang Timur, semua mengandalkanmu.” Su Ling menyeringai pada anak laki-laki di depannya saat dia berbicara.

Mu Chen hanya tersenyum tapi matanya tetap menatap stadion. Meski belum resmi dimulai, sudah ada beberapa siswa yang mulai bertarung di ring.

Tepat saat Mu Chen menatap stadion, sebuah keributan terdengar dari belakangnya. Kemudian, aroma harum muncul saat sosok anggun dan ramping muncul di sisinya. Sebuah suara manis terdengar: “Oi!”

Mu Chen memiringkan kepalanya untuk menatap Tang Qian’Er, yang muncul di sampingnya. Dia mengenakan pakaian hijau muda. Kuncir kuda hitamnya yang memantul-mantul dan wajah yang sangat cantik menarik banyak mata menatapnya dari sekitarnya.

Tang Qian’Er adalah seorang pelajar dari Heaven Class Cabang Timur dan dia sangat cantik. Dia memiliki kepribadian yang menakjubkan juga. Jadi, sungguhlah tepat jika dia diperhitungkan sebagai salah satu Bunga di Cabang Timur. Ke mana pun dia pergi, dia tentu akan menimbulkan banyak tatapan iri.

“Kenapa kamu datang?” Karena Tang Qian’Er muncul di sini, Mu Chen sedikit terkejut. Saat ini seharusnya saatnya latihan pada Heaven Class, bukan?

“Aku datang untuk menyemangatimu.” Tang Qian’Er tersenyum. Dia bercanda dan berkata, “Dan jika kau dipukuli sampai keok, setidaknya aku bisa membawamu pulang.”

“Terima kasih kalau begitu” Mu Chen menggeleng masam.

“Hei, apa kamu baik-baik saja? Engkau konflik dengan Liu Yang kemarin, jadi mungkin dia memutuskan untuk membuat masalah bagimu hari ini.” Tampak tatapannya penuh perhatian. Meski hanya sekedar menggoda, dia juga mengerti pentingnya acara hari ini. Jika tidak, dia tidak akan membuang percuma waktu kultivasinya dan datang ke sini.

“Saya akan melakukan yang terbaik.” Mu Chen tersenyum. Tepat saat dia mulai berbicara, ekspresinya tiba-tiba berubah. Dia mengangkat kepalanya dan menatap ke sisi lain. Di tengah kursi di Cabang Barat, tatapan dingin menatap langsung ke arahnya. Itu adalah Liu Yang.

Yang lainnya seperti Mu Yuan dan Xue Dong berkumpul di dekat sisi Liu Yang. Pada saat ini, mereka semua mengirimkan ejekan menantang ke sisi sini.

Mu Chen dan Liu Yang saling bertatapan dari kejauhan. Tepat di tengah tatapan mereka bertemu, seakan tampak kilasan percikan api.

Keduanya adalah dua orang terkenal di kedua cabang. Dan banyak orang tahu apa acara utama hari ini. Inilah sebabnya mengapa tatapan mereka yang saling menantang membuat yang lain tersenyum. Sepertinya pertunjukan hari ini tidak akan luput dari perhatian mereka.

Liu Yang menatap Mu Chen. Kemudian perhatiannya beralih ke Tang Qian’Er, yang berada disampingnya. Dia tampak kesal. Saat melihat Mu Chen lagi, tampak tatapannya menjadi lebih dingin lagi.

“Sungguh merepotkan …” Mu Chen bisa meihat sedikit perubahan ini. Dia kemudian menatap Tang Qian’Er saat dia berbicara. Semua orang di Akademi Northern Spiritual tahu bahwa Liu Yang menyukai Tang Qian’Er. Namun, dia tidak pernah direpon dengan baik oleh Tan Qian’er. Selain perselisihan antara orang tua mereka, Mu Chen kadang-kadang berpikir bahwa Liu Yang sangat sering menentangnya karena cemburu Tang Qian’Er terlihat lebih dekat dengannya.

“Jika engkau tidak suka karena aku menimbulkan masalah, maka aku akan pergi.” Tang Qian’Er berkata dengan tegas.

Mu Chen tidak bisa menahan tawanya. Mata hitamnya menatap Tang Qian’Er. Mata cerah anak laki-laki itu membuat gadis itu sedikit tersipu, tapi, sebagai orang yang keras kepala, dia masih bisa menatap langsung ke arah Mu Chen.

“Jika yang kau maksud dia … Dia bukan masalah,” kata Mu Chen sambil tersenyum.

“Hmph, kau hanya bisa membual. Ngomong begitu nanti kalau sudah menang.”

Tang Qian’Er cemberut bibirnya dan dia melirik stadion dengan matanya yang indah. Wajahnya yang cantik tiba-tiba berubah dan dia berbisik: “Orang itu benar-benar datang juga …”

Sudut pandang Mu Chen mengikutinya. Ekspresinya juga tercengang sejenak. Tidak hanya dia, seluruh kursi Cabang Timur langsung menjadi sedikit terdiam.

Tatapan mereka mendarat di kursi Cabang Barat. Ada beberapa individu pada usia 17 sampai 18 tahun. Mereka lebih tua dari murid Heaven Class lainnya. Pada saat ini, orang-orang ini semua bersandar dan dengan malas-malasan menatap ring di dalam stadion dan sesekali bergurau. Jelas bahwa perhatian mereka tidak ada di stadion.

Di tengah kumpulan itu, ada dua sosok yang terlihat paling menonjol. Seorang anak laki-laki dan anak perempuan. Gadis itu memiliki gaun merah cerah dan mata seperti persik tampak sangat menarik. Dia adalah Hong Ling dari Cabang Barat.

Sosok lainnya adalah seseorang berpakaian putih. Dia memiliki perawakan tinggi dan penampilan tampan. Pada saat ini, dia sedikit melirik wilayah Cabang Barat. Area yang diliriknya seketika menjadi sepi, jelaslah bahwa menjadi diam tertekan.

“Huh … ternyata Liu MuBai. Aku tidak menyangka dia akan datang juga … ” Su Ling menelan ludah dan berkata dengan suara kering.

Saat mereka menghadapi Liu Yang, mereka masih bisa memiliki sedikit semangat juang di dalam hati mereka. Namun, di depan Liu MuBai, mereka sedikitpun tidak tampak keberaniannya.

Karena Liu MuBai adalah orang nomor satu di Akademi Northern Spiritual. Sejak memasuki Akademi Northern Spiritual, tak seorang pun bisa menggantikan posisi nya.

Pandangan Mu Chen menatap sosok putih yang mempesona itu. Mata hitamnya bertukar pandang dengannya. Bahkan dari kejauhanpun, nampak masih terasa sedikit perasaan tertekan yang mereka rasakan.

Keempat mata saling bertukar pandang. Namun, di mata Mu Chen, rasa takut seperti pada murid lain tidak terlihat. Tatapan tajamnya yang terlihat tenang ini membuat sosok itu sedikit terkejut dan dia mengerutkan kening.

“Oh, bocah itu cukup berkharisma.” Di samping Liu Mubai, para senior dari Cabang Barat benar-benar memperhatikan bahwa Mu Chen tampak tidak takut pada Liu Mubai dan membuat mereka sedikit terkejut.

Mata Hong Ling juga menatap Mu Chen saat dia bertukar pandang dengan Liu Mubai. Wajah anak laki-laki masih belum terlihat dewasa, tapi membuat orang lain merasa tenang. Rasanya bahkan orang nomor satu yang sesungguhnya dari Akademi Northern Spiritual tidak dapat memengaruhinya.

Hong Ling jadi nampak takjub. Anak pemalu yang selalu mengikutinya saat kecil dulu benar-benar telah berubah banyak …

“Big Brother!”

Terdengar suara dari dekat. Liu Yang menatap dengan gembira ke sisi ini.

Liu Mubai mengangguk ke arah Liu Yang. Lalu, tangannya mengepal. Dia tidak mengatakan apapun, tapi suasana di Cabang Timur sedikit senyap. Di sisi lain, suasana Cabang Barat meningkat karenanya.

Jelas bahwa Liu Mubai sengaja datang untuk menekan mereka. Dengan posisinya di Akademi Northern Spiritual, bahkan para siswa Heaven Class Cabang Timur tidak akan berani menghadapinya.

Dan saat keberadaan Liu Mubai menekan para penonton, tiba-tiba terdengar bunyi nyaring sebuah lonceng. Hal ini membuat banyak siswa memulihkan fokus mereka. Kompetisi Academy akhirnya akan dimulai.


Prev Chapter | Next Chapter