TGR Bagian 12

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 12 Tindakan

“Tahap Spiritual Movement?”

Banyak orang mengeluarkan teriakan kaget saat mereka melihat ke arah ring. Banyak tatapan kagum terarah ke Tan Qingshan. Tidak heran dia berani menantang Liu Yang, jadi dia juga maju ke Tahap Spiritual Movement.

“Menakjubkan …” Su Ling juga kaget. Dia menatap dengan saksama punggung Tan Qingshan. Saat ini di dalam Earth Class, hanya ada tiga individu yang maju ke Tahap Spiritual Movement, Mu Chen, Liu Yang dan Mu Yuan. Dan sekarang, Tan Qingshan adalah yang keempat.

Mu Chen sedikit mengangguk. Jelas bahwa Tan Qingshan cukup berbakat karena ia mampu menjadi individu nomor satu di dalam Earth Class Cabang Timur sebelumnya. Dan hebatnya, kondisi keluarganya tidak begitu bagus. Semua pencapaiannya adalah sesuatu yang dia dapatkan sendiri melalui latihan yang sangat keras. Dengan demikian, Mu Chen benar-benar memiliki pandangan yang baik terhadapnya. Seseorang, yang berjuang untuk berhak menjadi arogan, adalah seseorang yang pantas dihormati.

“Oh, jadi karena ini kau memiliki keberanian. Ternyata engkau juga mencapai ke Tahap Spiritual Movement.” Liu Yang sedikit tercengang sejenak oleh aura Tan Qingshan, lalu dia segera mencemoohnya.

Tan Qingshan tetap diam. Pandangannya terhadap Liu Yang berangsur-angsur menjadi tajam dan Energi Spiritual kunig gelap di lengannya memancarkan fluktuasi yang hebat.

Liu Yang menatap dingin ke arah Tan Qingshan, dia mengulurkan tangan dan dengan lembut melengkungkannya: “Ayo kita lakukan ini. Jangan katakan bahwa aku tidak memberimu kesempatan. ”

“Sungguh arogan!”

Melihat Liu Yang bertingkah begini, Su Ling dan yang lainnya memaki dengan marah.

Tepat saat Su Ling memakinya, kaki Tan Qingshan dengan keras menghentak tanah. Sosoknya dengan cepat menerjang seperti seekor cheetah dan aliran kuning gelap yang kuat bertenaga mengarah langsung ke dada Liu Yang.

Liu Yang menatap Tan Qingshan yang mendekat dan menghela napas. Energi Spiritual merah membara meledak dari tangannya. Dia tidak berusaha menghindari dan sebaliknya, jari-jarinya mengepalkan tinjunya saat bertemu tapak Tan Qingshan.

Suara dentuman terdengar dan menyelimuti kedua individu itu. Debu beterbangan di atas tanah dan kedua tubuh bergetar. Namun, Liu Yang tidak bergerak sama sekali sementara Tan Qingshan mundur selangkah.

Ekspresi serius membantu menstabilkan tubuh Tan Qingshan. Energi Spiritiual di lengannya menjadi lebih padat dan seluruh lengannya menunjukkan warna kuning tua layaknya batu

“Mountain Fist!”

Tan Qingshan menerjang lagi. Kecepatan lengannya sedikit lebih lambat, tapi kekuatan tenaga yang dikeluarkan seperti longsoran batu. Hal ini membuat wajah banyak orang menegang karena cemas.

BOOM!

Lengan Tan Qingshan seperti batu. Mengeluarkan ledakan cepat dan tajam dan gelombang serangan dilontarkan ke arah Liu Yang. Namun wajah Liu Yang tetap dingin. Energi Spiritual merah membara tampak membungkus lengannya seperti api dan degan bertenaga memblokir semua serangan Tan Qingshan.

Ledakan yang terbentuk oleh dua Spiritual Energies saat beradu menyapu seluruh ring. Orang-orang yang berada di dekatnya bahkan merasakan sakit di wajah mereka.

“Tan Qingshan cukup bagus. Dia bisa melawan Liu Yang dengan sengit!” Su Ling dan yang lainnya mengeluarkan seruan gembira saat mereka menyaksikan pertempuran sengit itu.

“Namun, Tan Qingshan baru saja mencapai Tahap Spiritual Movement, tidak mudah baginya untuk mengalahkan Liu Yang.” Tang Qian’Er dengan lembut menggelengkan kepalanya. Meskipun dia tidak menyukai Liu Yang, dia masih harus mengakui bahwa dia memiliki kehebatan.

“Apa yang dilatih Tan Qingshan seharusnya adalah Mountain Art. Itu adalah Common Tier High Rank Spiritual Art dari Akademi Spiritual Utara. Namun, Liu Yang mungkin telah berlatih dengan Spiritual Tier Low Rank Spiritual Art Solarflame … ” kata Mu Chen sambil menatap ring itu.

Su Ling tiba-tiba mengeluh menyesal saat mendengar kata-kata itu. Rupanya, ia berharap Tan QIngshan bisa menang. Jika hal itu terjadi, maka Liu Yang mungkin tidak berani bertindak sombong dari sekarang, bukan?

Saat mereka saling mengobrol, pertempuran di dalam ring juga menjadi lebih intens. Wajah Tan Qingshan tampak merah padam. Jelas bahwa dia telah mengeluarkan kekuatannya sampai batas maksimal. Serangannya juga menjadi semakin liar.

Pukulan seperti batu tiba-tiba dilontarkan dan menghantam perut Liu Yang. Namun, saat kepalan tangan hendak bersentuhan dengan tubuh Liu Yang, Liu Yang bergerak mundur menggunakan gerakan langkah aneh. Dia menghindari pukulan tajam yang telah direncanakan oleh Tan Qingshan sejak lama.

Saat tinjunya dihindari, Tan Qingshan merasa bahwa dia  telah ceroboh. Dia kemudian menyadari bahwa tampak bibir Liu Yang mencibir dan membentuk senyuman dingin.

“Solarflame Fist!”

Jari-jari Liu Yang terbentuk menjadi telapak tangan. Dia tiba-tiba melepaskan pukulan. Energi Spiritual merah menhyala meledak di luar seperti nyala api dan kekuatan dan panas yang dahsyat meletus. Pukulan ini langsung menembus pertahanan Tan Qingshan dan dengan keras mendarat di dadanya.

Energi Spiritual seperti api tampak melesat keluar saat telapak tangan Liu Yang melakukan kontak dengan dada Tan Qingshan. Energi luar biasa itu langsung menghantam Tan Qingshan. Banyak orang menatap khawatir, Tan Qingshan terjatuh dengan keras di atas ring dan segera meludahkan darah.

Melihat situasi yang berubah seketika, penonton di sekitar tampak gempar

Tan Qingshan menyeka darah dari mulutnya dan mengertakkan giginya. Energi Rohani Liu Yang lebih kuat dan bertenaga. Jauh lebih kuat dari Energi Spiritual dia miliki.

Liu Yang menatap dingin pada Tan Qingshan yang tak berdaya. Dia tidak memiliki niat untuk berhenti. Dia mendorong dengan ujung jempol kakinya dan dia menerjang seperti seekor elang. Sebuah tendangan mengarah ke Tan Qingshan.

Tan Qingshan berkelit dengan aneh dan dengan tipis berhasil menghindari serangan Liu Yang. Wajahnya agak pucat. Jelas bahwa dia tidak mengharapkan Liu Yang untuk memburunya tanpa henti setelah mendapatkan keunggulan.

Namun, ia juga memiliki sikap keras kepala. Karena Liu Yang bertindak dengan begitu arogannya, dia menolak mengakui kekalahannya. Dia hanya menatap tajam Liu Yang.

“Jadi benar-benar masih ada sedikit kebanggaan padamu?

Melihat ini, Liu Yang menggelengkan kepalanya dan mencibir. Kebencian muncul di matanya dan dia bergerak dan muncul di sebelah kanan Tan Qingshan. Disertai dengan Energi Spiritual yang dahsyat, kakinya berkelebat dan langsung menendang dada Tan Qingshan.

Tubuh Tang Qinshan terlempar menyusur sepanjang tanah sekitar sepuluh meter. Darah mengumpul dii tenggorokannya lagi, tapi dia dengan paksa menelannya kembali.

“Jahanam, apa kau nggak malu? Kau bahkan masih memukulnya walau dia telah kalah! ”

Ketika mereka melihat Liu Yang bertindak begitu kejam, banyak siswa Cabang Timur mengeluarkan kemarahan mereka dan juga berteriak dengan geram.

“Kamu bajingan!” Su Ling juga mengutuk dengan marah.

Ketika Liu Yang mendengar teriakan mengutuk dari Cabang Timur, matanya menjadi gelap. Dia tidak hanya berhenti, dia melangkah maju menuju Tan Qingshan dan kakinya menendang lagi. Dia menendang ke arah Tan Qingshan yang bergerak mundur dengan canggung.

Terdengar suara hantaman tertahan. Namun, kali ini, Tan Qingshan tidak bergerak mundur. Ini karena sebuah sosok ramping tiba-tiba muncul di depannya. Serangan kaki Liu Yang yang tajam digenggam erat oleh tangan sosok itu.

“Mu Chen?”

Tan Qingshan melihat sosok yang sudah dikenalnya dan terkejut.

“Apa kau baik baik saja?”

Mu Chen berbalik dan bertanya kepadanya.

Tan Qingshan menggelengkan kepalanya dan mata yang menatap Liu Yang masih ganas seperti serigala.

“Engkau sudah termasuk kuat karena bisa bertarung dengannya saat baru saja mencapai Tahap Spiritual Movement. Jika engkau berlatih lebih lama lagi, tidak akan sulit untuk menyusulnya.” Mu Chen berkata sambil tersenyum.

Dia tahu bahwa Tan Qingshan tampak diam di permukaan, tapi kepribadiannya sangat keras kepala dan sombong. Inilah sebabnya mengapa dia tidak menyuruhnya untuk menyerah. Jika dia mengucapkan kata-kata itu, itu akan memberi banyak pukulan kepada Tan Qingshan.

“Terima kasih.”

Hati Tan Qingshan tenang setelah mendengar kata-kata Mu Chen. Dia menatap wajah tampan itu dengan senyum cemerlang dan berbisik dengan rasa syukur: “Aku menyerahkan orang ini padamu. Namun, suatu saat aku akan mengalahkannya.”

Setelah dia bilang begitu, dia berhenti sejenak. Dia menatap Mu Chen dan berkata: “Engkau lebih kuat dari saya, jadi … tolong bantu Cabang Timur memenangkan tempat nomor satu kembali!” Ketika dia selesai mengucapkan kata-kata ini, dia segera pergi. Dia berbalik dan melompat dari ring.

Mu Chen menatap Tan Qingshan saat ia melompat dari ring. Setelah itu, dia menoleh ke arah Liu Yang, yang memiliki ekspresi cemberut, dan berkata: “Selanjutnya, aku yang akan menjadi lawanmu.”

Liu Yang menatap Mu Chen. Mulutnya terbuka dan terungkap senyum sinis. Di matanya, nampak penuh dengan keganasan dan kekejaman.

“Aku akan melayanimu dengan baik!”

Di atas ring, suasana langsung menjadi tegang saat keduanya saling berhadapan. Banyak siswa mengarahkan pandangan mereka ke sisi ini juga. Sekarang, pada saat ini, adalah pertandingan antara individu terkuat di dalam Eart Class Akademi Spiritual Utara


Prev Chapter | Next Chapter