TGR Bagian 16

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 16 – Kelas Surga

Akhirnya Kompetisi Akademi pun selesai. Namun, efek samping yang diciptakan oleh Academy Competition terus menyelimuti Akademi Spiritual Utara. Selama beberapa hari, seluruh Akademi Spiritual Utara membahas tentang pertempuran sengit di Kompetisi Akademi.

Di Akademi Spiritual Utara, Mu Chen senantiasa tetap sederhana. Jika bukan karena masalah Spiritual Road, mungkin banyak siswa bahkan tidak memperhatikannya. Meski memiliki latar belakang yang cukup kuat, namun masih ada sedikit perbedaan dalam hal reputasi saat Anda membandingkannya dengan sosok yang terkenal seperti Liu Yang. Sebelum pertandingan antara Mu Chen dan Liu Yang, banyak individu tidak merasa bahwa Mu Chen akan menang.

Tapi sesuatu yang tak terduga muncul di depan mata mereka.

Mu Chen, yang tampaknya biasa saja, berhasil mengalahkan Liu Yang. Ia berhasil naik ke Heaven Class dengan gelar Earth Class Number One. Terlebih lagi, semua orang tahu bahwa dia bisa mendapatkan peringkat yang layak di Heaven Class Akademi Spiritual Utara dengan kekuatan Tahap Menengah Spiritual Movementnya.

Hal ini mengejutkan banyak orang. Baru sekarang, mereka merasa bahwa bukanlah hal yang luar biasa Mu Chen bisa mendapatkan satu-satunya kualifikasi Spiritual Road di dalam Spiritual Alam Utara.

Di Akademi Spiritual Utara, Heaven Class bisa dianggap sebagai tempat berkumpulnya semua siswa berprestasi. Dengan kata lain, anggota yang paling lemah dari Hevaen Class memiliki kekuatan Spiritual Movement Tahap Awal.

Setiap siswa akan memperlakukan Heaven Class sebagai tujuan mereka. Hal ini karena itu satu-satunya jalan masuk ke Lima Akademi Besar. Mereka hanya akan memenuhi syarat untuk bersaing memperebutkan tempat di Lima Akademi Besar jika mereka naik ke Hevaen Class.

Pemilihan untuk Lima Akademi Besar sangat sulit. Kondisi pertama adalah bahwa siswa tersebut harus sudah mencapai Tahap Spiitual Movement sebelum usia 18 tahun. Hanya karena kondisi satu ini saja, banyak mimpi pemuda seakan terhenti.

Di dalam Kelas Langit saat ini di Akademi Spiritual Utara, mungkin tidak lebih dari lima individu yang memenuhi persyaratan ini.

Karena itu, Anda bisa melihat betapa mengerikannya kondisi penerimaan bagi Lima Akademi Besar. Meski kondisinya sangat sulit, banyak pemuda berbakat akan berduyun-duyun mencoba seperti ngengat terbang menuju api. Ini karena kekuatan dahsyat dari Lima Akademi Besar. Bahkan Mu Chen tahu betul tentang hal itu. Bahkan Alam Semesta Utara yang luas ini bagaikan semut di mata “Lima Akademi Besar. The Territory Lords di tempat ini paling banyak berada di level Spirit Stage. Kekuatan ini mungkin akan mudah dilampaui oleh instruktur manapun di dalam Lima Akademi Besar.

Selain itu, kekuatan sejati tokoh sekelas Sovereign ada di Lima Akademi Besar. Individu-individu seperti ini adalah tokoh besar yang bisa dengan mudah menjungkir balikkan dunia.

Jika ingin tampil menonjol diantara para genius yang tak terhitung jumlahnya di seluruh Great Thousand World, bahkan pemuda berbakat seperti Mu Chen tidak akan bisa menjadi seseorang yang hebat tanpa bimbingan yang benar. Bahkan berlian yang tak terasah hanya akan bersinar melalui polesan seorang master. Bimbingan kultivasi kelas atas ini adalah sesuatu yang tidak bisa diberikan Akademi Spiritual Utara atau ayah Mu Chen.

Berdasarkan uraian Mu Feng, jika ibu Mu Chen berada di sisinya, mungkin dia bisa melakukannya, tapi sayangnya …

Jadi Lima Akademi Besar adalah batu loncatan untuk menjadi kuat.

“Oi, kalian berdua harus cepat … kalian akan berangkat untuk pertama kalinya berlatih di Kelas Langit hari ini, namun kalian malah santai-santai.” Di jalan kerikil yang ditutupi oleh bayangan pohon di Akademi Spiritual Utara, Tang Qian ‘Er bergumam saat ia menatap dengan ketidakpuasan terhadap kedua anak laki-laki di belakangnya.

Mu Chen menatap sosok langsing Tang Qian’Er dan berkata malas, “Kenapa kamu sangat tidak sabar … bukankah masih ada waktu?”

“Dasar idiot, semua lokasi bagus di Cultivation Field akan ditempati orang karena kamu sangat lamban.” Ujar Tang Qian’Er sambil menatap Mu Chen dengan jengkel.

Mu Chen menggelengkan kepalanya tak berdaya. Di sampingnya, Tan Qingshan menggaruk kepalanya dan berkata: “Mu Chen, ayo dengarkan Senior ¬†Qian’Er dan cepat sedikit.”

Dia menatap sosok gadis yang anggun dan cantik itu dan ekspresi kerasnya berubah sedikit merah.

Mu Chen melirik wajahnya yang merah dengan kaget. Dia tidak bisa menahan tawa dan berkata: “Apakah engkau menyukai Sister Qian’Er?”

Wajah Tan Qingshan langsung berubah menjadi merah. Keringat mulai muncul di keningnya.

“BANG!”



Sebelum Mu Chen sempat bicara lebih banyak, dia melihat Tang Qian’Er berbalik dan berjalan kemari dalam kemarahan. Kaki langsingnya terangkat dan dia langsung menendang lutut Mu Chen.

“Jika Engkau terus berbicara omong kosong, percayakah kau aku akan memukulmu?” Tang Qian’Er mengangkat alisnya dan bertanya.

Rasa sakit yang datang dari lututnya membuat Mu Chen nyengir. Namun, dia memperhatikan bahwa gadis itu sedikit marah karena dia mengangkat alisnya. Dia segera mengeluarkan batuk kering dan dengan cepat berkata: “Ayo kita pergi. Ayo cepat ke Lapangan Kultivasi.”

Tang Qian’Er mengeluarkan dengusan pelan. Dia berjalan maju lagi saat dia berbicara: “Kalian berdua baru saja memasuki Kelas Langit, jadi kalian masih dianggap pemula. Ke depannya, kalian harus lebih memperhatikan. Kelas Langit cukup merepotkan dan ada banyak individu yang menjengkelkan. Meskipun ayahmu adalah Mu Territory Lord, banyak individu tidak mempedulikannya di Akademi Spiritual Utara. ”

“Saudari Qian’Er, apa aku terlihat seperti orang yang suka menggunakan identitas ayahku untuk menindas orang lain?” Mu Chen tertawa dan berkata.

Tang Qian’Er berpikir sejenak, lalu dia mengangguk. Mu Chen tidak pernah menyebutkan tentang identitas ayahnya. Reputasinya di Akademi Spiritual Utara diperoleh oleh dirinya sendiri.

“Baguslah kalau kau tahu …” Tang Qian’Er menggerutu.

“Engkau juga harus tahu bahwa kau seharusnya menghindari para kentut tua itu di Kelas Langit. Mereka tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan lebih tinggi, tapi inilah sebabnya jadi merepotkan. ”

Mu Chen mengangguk. Dia tahu apa yang dimaksud Tang Qian’Er oleh para kentut tua itu. Itu adalah siswa veteran yang belum meninggalkan Akademi Spiritual Utara dan sudah didiskualifikasi untuk bisa memasuki Lima Akademi Besar.

Karena para siswa ini gagal mencapai Tahap Spiritual Rotation pada usia 18, mereka kehilangan kualifikasi untuk masuk ke Lima Akademi Besar. Tanpa tujuan ini, ada beberapa yang suka cari masalah dan iku campur urusan orang lain. Orang-orang inil tidak begitu peduli dengan peraturan Akademi Spiritual Utara. Jadi, dalam banyak kasus, sangat sedikit yang mau memprovokasi mereka.

“Saya tidak suka memprovokasi orang lain.” Mu Chen menggelengkan kepala dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Namun, Tang Qian’Er mengerti maknanya di balik kata-kata itu karena mereka cukup dekat. Dia tidak akan memprovokasi orang lain, tapi jika orang lain memprovokasi dia, maka, anak laki-laki yang terlihat baik hati ini akan membiarkan mereka mengerti bahwa seseorang tidak seperti penampilan mereka.

“Tenang, aku akan melindungimu. Di dalam Cabang Timur Heaven Class, aku tidak pernah takut pada siapapun.” Tang Qian’Er tersenyum lembut. Senyuman gadis itu seperti bunga, itu cukup menggetarkan.

Melihat percakapan informal mereka, Tan Qingshan tidak ikut berbicara dan dia hanya bisa mengikuti mereka.

Ketiganya berjalan menuju sisi timur Akademi Spiritual Utara. Sepuluh menit kemudian, mereka akhirnya berhenti. Mereka menatap ke depan. Terletak di sana adalah sebuah Aula Besar. Di luar Aula Besar, ada kerumunan siswa yang bergegas masuk.

Mu Chen menatap Aula Besar dan namapk terkejut. Di lokasi itu, dia bisa merasakan bahwa Aura Spiritual di Dunia tampaknya tertarik dan berkumpul di pusat Aula Besar secara terus menerus. Aura Spiritual di sini tampaknya lebih padat daripada di luar.

“Apakah ini sebuah … Spirit Convergence Array?” Tanya Mu Chen.

Tang Qian’Er mengangguk dan berkata dengan suara sombong: “Balai Kultivasi ini adalah lokasi penting di Akademi Spiritual Utara. Hanya siswa Kelas Langit yang memenuhi syarat untuk masuk ke tempat ini. Akademi Spiritual Utara membayar harga yang mahal untuk mengundang Spirit Array Master dari Lima Akademi Besar untuk membuat Array Konvergensi Spirit Tingat Tiga di dalam Balai Budidaya ini. Ini juga satu-satunya Spirit Convergence Array Tigkat Tiga di Alam Semesta Utara. ”

“Sebuah Spirit Convergence Array Tigkat Tiga “.

Mu Chen terkesima. Spirit Convergence Array adalah Spiritual Array yang sangat bermanfaat untuk kultivasi. Sebagai Young Master Teritori Mu, dia secara alami memahami nilai dari Array Convergence Spirit Tingkat tiga. Array Spiritual setingkat ini bukanlah sesuatu yang bisa dibuat Teritori Mu. Tanpa menyebutkan tentang sejumlah besar bahan langka yang dibutuhkannya, bahkan seorang Array Spiritual Master bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki banyak kekuatan di Alam Spiritual Utara. Akademi Spiritual Utara pasti telah menawarkan banyak hingga bisa mengundang seorang Spritual Array Master.

“Dikatakan bahwa ada Spirit Convergence Array tingkat enam keatas dalam Lima Akademi Besar. Kecepatan kultivasi di lokasi-lokasi itu tidak ada bandingannya.” Tan Qian’Er berkata dengan suara rindu. Spirit Convergence Array tingkat tiga sudah sangat menakjubkan, maka tidak mungkin membayangkan betapa menakjubkannya Spirit Convergence Array tingkat enam ke atas.

“Ketika engkau memasuki Lima Akademi Besar, engkau tentu akan dapat mengalaminya. Ayo, mari masuk sekarang.” Mu Chen tersenyum dan dia menuntun mereka ke dalam aula paling berharga di Akademi Spiritual Utara.

Setelah melewati pintu yang dijaga ketat, sebuah plaza besar tampak di mata mereka. Banyak pilar batu dengan ukiran spirit yang rumit diposisikan di dalam plaza. Saat cahaya berkelebat, Aura Spiritual di Dunia berkumpul di lokasi ini.

“Huuu.”

Mu Chen dengan lembut mengeluarkan napas pelan. Dia bisa merasakan Aura Spiritual yang kaya masuk ke dalam tubuhnya melalui napasnya dan tidak bisa menahan diri untuk tidak memuji. Ini benar-benar adalah Spirit Convergence Array tingkat Tiga.

“Waktu kultivasi akan segera tiba. Ayo cepat masuk. Semakin dekat engkau dengan Array Spiritual, semakin padatlah Aura Spiritual. Kita harus menemukan posisi yang bagus.” Saat menarik Mu Chen, Tang Qian’Er berjalan cepat dengan Tan Qingshan ke dalam Lapangan Kultivasi.

Sudah ada banyak siswa Kelas Langit di Lapangan Kultivasi. Jelas bahwa reputasi Tang Qian’Er cukup besar di dalam Heaven Class Cabang Timur. Banyak orang menoleh saat melihatnya.

“Siapa anak laki-laki itu? Dia benar-benar sangat dekat Tang Qian’Er. ”

“Oh, engkau tidak mengenalnya? Dia adalah Mu Chen. Beberapa hari yang lalu di Kompetisi Akademi, dia mengalahkan Liu Yang dan naik ke Kelas Langit sebagai omor Satu di Kelas Bumi. Dikatakan bahwa Mu Chen ini telah mencapai Tahap Spiritual Movement tingkat pertengahan. ”

” Tahap Spiritual Movement tingkat pertengahan? Itu sangat menakjubkan, dia akan menonjol di dalam Kelas Langit dengan tingkat kekuatan itu … ”

“Dia cukup bagus. Namun, tidak cukup untuk menjadi pemberani di dalam Kelas Langit … Heh, siapa yang tahu berapa banyak orang yang suka pada Tang Qian’Er di sini? Jiang Li, Teng Yong juga berada di Tahap Spiritual Movement tinkat tengah. Anak laki-laki ini mungkin akan menimbulkan banyak masalah. ”

Sementara orang-orang ini berbicara, mereka menatap ke arah lain di dalam Lapangan Kultivasi. Beberapa sosok duduk diam bersila di sana. Namun, wajah mereka tampak sedikit gelap dan mereka menatap dengan cemberut pada sumber yang menyebabkan ini terjadi. Yaitu Tang Qian’Er yang menarik Mu Chen.

Saat Mu Chen ditarik oleh Tang Qian’Er, dia melirik ke sekitar lokasi dan melihat banyak tatapan. Dia segera mengeluarkan senyuman tak berdaya, nampaknya dia meremehkan popularitas Tang Qian’Er di Heaven Class Cabang Timur.


Prev Chapter | Next Chapter