TGR Bagian 17

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 17 – Rank 3 Spirit Convergence Array

“Mari kita duduk di sini.”

Tang Qian’Er mengabaikan berbagai tatapan yang berasal dari Lapangan Kultivasi saat ia menarik Mu Chen langsung di dalam Balai Kultivasi. Kemudian, dia berhenti di sebuah lokasi dekat sebuah pilar batu emas. Di samping platform batu yang terbentang dari Pilar Batu, ada tiga bantal seperti-giok.

Mu Chen melihat berkeliling, tapi matanya masih pada pilar batu emas. Lalu kemudian, dia nampak kaget. Ini karena ia bisa merasakan Aura Spiritual yang kuat terpancar dari pilar batu emas. Jelaslah bahwa pilar batu emas ini adalah salah satu dari banyak Spirit Convergence Pillar dari beberapa Spirit Convergence Array tingkat 3. Efek dari tempat di dekat Spirit Convergence Pillar pasti lebih baik daripada tempat lain.

” Spirit Convergence Pillar ini mungkin dibuat dari Spirit Convergence Rocks. Ini benar-benar adalah Spirit Convergence Array tingkat 3.” Mu Chen mengeluarkan sebuah pujian. Spirit Convergence Rocks adalah bahan yang bermanfaat untuk kultivasi dan harganya pun tidak murah. Biaya untuk membuat Pilar Konvergensi Spirit dari Spirit Convergence Rocks akan cukup tinggi. Tak heran banyak orang akan memperlakukan Spirit Convergence Array sebagai tanda kekayaan.

Tang Qian’Er mengangguk dan duduk bersila. Lalu, dia mengulurkan lengannya yang ramping dan membusungkan dadanya. Saat pakaiannya menunjukkan lengkungan yang menawan, itu membuat banyak individu diam-diam meliriknya.

“Qingshan, engkau juga harus mulai berkultivasi di sini.”

Mu Chen juga duduk dan tersenyum padadi Qingshan. Dia tahu tempat kultivasi ini mungkin cukup bagus dan banyak yang ingin memperjuangkannya. Namun, dia tidak takut. Meski dia tidak ingin terlalu terkenal, dia tidak akan bersikap rendah hati dengan sengaja dan merendahkan dirinya sendiri.

Pantat Mu Chen duduk di atas bantal batu giok. Ia merasa Aura Spiritual sekitarnya menjadi semakin padat. Hal ini membuatnya segera mengedarkan Great Pagoda Art. Jejak Aura Spiritual diserap ke tubuhnya terus menerus. Kemudian berubah menjadi Kekuatan Spirituali kehitaman setelah disempurnakan oleh Teknik Great Pagoda dan mengalir ke lautan auranya. Aura Spiritual di dalam secara bertahap menjadi lebih kuat.

Bahkan dengan ketenangan Mu Chen, peningkatan Energi Spiritual yang jelas ini membuatnya merasakan sukacita di dalam hatinya. Kemudian, dia terbenam sepenuhnya dalam kultivasi.

Di sampingnya, Tang Qian’Er memperhatikan bahwa Mu Chen telah langsung memasuki kondisi kultivasi. Dia sedikit cemberut dan kemudian memejamkan mata dan memulai proses kultivasi.

Tapi keadaan kultivasi mereka tidak bertahan lama sebelum terganggu oleh suara bising dari luar. Mu Chen adalah orang pertama yang membuka matanya. Dia melihat ke kiri ke arah Tan Qingshan. Namun, dia memperhatikan bahwa anak laki-laki itu tampak pucat. Tangannya mengepal erat dan jelas bahwa dia sangat menekan amarahnya.

Di depan anak itu, ada dua pemuda yang agak tua. Mereka tertawa dan menunjuk=nunjuk pada Tan Qingshan dari waktu ke waktu.

“Apa yang kalian lakukan?!” Mu Chen mengerutkan kening dan berkata dengan suara dingin saat menatap kedua pemuda itu.

Kedua pemuda itu memperhatikan Mu Chen dan juga mengerutkan keningnya. Salah satu dari mereka mengeluarkan senyuman samar dan mengulurkan tangan: “Jadi Anda adalah Mu Chen? Aku sudah lama mendengar namamu, aku Jiang Li dan dia Teng Yong. ”

Mu Chen menatap tangan Jiang Li. Namun, dia tidak merentangkan tangannya untuk menyambutnya. Dari matanya, dia melihat aura permusuhan.

“Apa yang kalian inginkan?”

Melihat bahwa Mu Chen tidak bereaksi, wajah Jiang Li dan Teng Yong jadi nampak aneh. Mereka segera menunjuk Tan Qingshan dan tersenyum: “Tidak ada, kami hanya ingin bertukar lokasi dengannya.”

“Tidak bisa. Lain kali, Kalian harus datang ke sini lebih awal dan menempatinya.” Mu Chen dengan samar berbicara.

“Jiang Li, apa yang kau lakukan!” Pada saat ini, Tang Qian’Er juga terbangun. Saat melihat pemandangan ini, matanya yang indah mengungkapkan amarahnya. Dia berteriak saat dia mengangkat alisnya.

Jiang Li mengangkat bahunya dan berkata, “Qian’Er, engkau harusnya tahu peraturan di Lapangan kultivasi ini. Lokasi ini bukan untuk newbie yang baru saja tiba. Untuk menghindari kecemburuan yang lain, aku melakukan ini untuk kebaikannya sendiri. ”

Jiang Li berkata dan melirik Mu Chen. Meskipun mereka tidak menyukai Mu Chen, mereka juga tahu bahwa Mu Chen bukanlah seseorang yang harus mereka provokasi. Kekuatannya tidak lebih rendah dari mereka dan latar belakangnya tidak lemah. Oleh karena itu, mereka tidak ingin menimbulkan masalah bagi Mu Chen dan memilih Tan Qingshan, yang berada di sampingnya. Jelas bahwa dia berencana untuk menyerang Mu Chen secara tidak langsung melalui ini.

“Kau!”

Mata Tang Qian’Er dipenuhi kemarahan. Dia hendak berbicara, tapi disela oleh Mu Chen. Mu Chen mengerutkan kening pada Jiang Li dan Teng Yong. Dia terlihat berpikir sejenak sebelum mengatakan: “Aku tahu bahwa hanya orang-orang kuat yang memenuhi syarat untuk duduk dalam posisi ini, aku yakin bahwa aku memiliki hak ini. Tan Qingshan adalah temanku jadi karena itulah dia duduk di sini. Jika Kalian memiliki pendapat lain mengenai hal ini atau jika Kalian ingin memamerkan kekuatan Kalian di depanku, aku akan melayanimu.”



Perselisihan mereka membuat banyak orang menonton mereka. Dengan demikian, ucapan Mu Chen juga terdengar oleh mereka sepenuhnya. Kehebohan segera terdengar. Pendatang baru ini tampak luar biasa.

Wajah Jiang Li dan Teng Yong secara bertahap berubah tak sedap dipandang saat kehebohan itu terdengar. Jelas bahwa mereka tidak mengharapkan Mu Chen yang tampak tenang akan bertindak begitu keras.

Mereka menatap ekspresi serius Mu Chen dengan marah, tapi mereka tidak berani menjawabnya. Mereka mendengar tentang pertempuran antara Mu Chen dan Liu Yang. Liu Yang, yang memiliki Spiritual Pulse, adalah seseorang yang mereka tidak yakin bisa mengalahkannya, namun Mu Chen berhasil. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki keyakinan bahwa mereka akan mampu mengalahkan Mu Chen.

“Oh, seperti yang diharapkan dari Tuan Muda Mu Territory. Dia benar-benar sombong saat dia berbicara. ”

Tepat pada saat Jiang Li dan Teng Yong tak berkutik, suara tawa yang tidak nyaman tiba-tiba datang dari belakang. Jiang Li dan Teng Yong melihat dan namapk kebahagiaan menyala di mata mereka.

“Big Brother Luo!”

Saat mendengar suara terkejut mereka, Mu Chen juga memiringkan kepalanya. Dia hanya melihat ada sosok yang berjalan perlahan. Sosok itu berusia sekitar 18 tahun dengan mata cekung dan bibirnya yang tipis menunjukkan sedikit kekejaman.

“Luo Tong!”

Tang Qian’Er menatap orang ini dan wajahnya sedikit muram saat dia berbicara.

“Luo Tong?”

Mu Chen mengerutkan kening. Nama ini seperti dikenalnya. Ini karena ayah pria ini juga seorang Lord Territory  dalam Alam Spiritual Utara. Namun, Luo Tong sudah berusia 18 tahun setahun yang lalu, namun kekuatannya saat ini tetap berada di Tahap Akhir Spiritual Movement. Dengan kata lain, dia sudah kehilangan hak untuk masuk Lima Akademi Besar.

Ini juga berarti bahwa dia adalah kentut tua yang disebut Tang Qian’Er sebelumnya dan merupakan individu yang sangat mengganggu.

“Mu Chen, sudah lama tak jumpa.”

Luo Tong tiba di depan Mu Chen dan tersenyum. Namun, senyuman ini bukanlah senyuman baik dan lembut. Mereka berdua saling mengenal sejak lama, tapi mereka tidak menyukai satu sama lain.

Mu Chen meliriknya dan berkata, “Jadi engkau juga datang ke sini untuk ikut campur? ”

“Bagaimana mungkin aku berani melakukan itu? Engkau adalah seorang jenius yang memperoleh kualifikasi untuk Spiritual Road. “Luo Tong memainkan bibirnya dan pura-pura terkejut. Namun, kecemburuan dalam suaranya tidak bisa disembunyikan. Ketika pertama kali mendengar bahwa Mu Chen memperoleh kualifikasi untuk Spiritual Road, dia sangat cemburu sehingga matanya memerah. Apalagi saat ini ia berusia 18 tahun, namun ia gagal mencapai Tahap Spiritual Rotation. Hal ini mengagalkan keinginannya untuk memasuki Lima Akademi Besar. Ketika dia memikirkan bakat Mu Chen dan bahwa tidak sulit baginya untuk masuk dalam Lima Akademi Besar, rasa cemburu berkecamuk di dalam hatinya.

Mu Chen mengalihkan pandangannya dan terlalu malas untuk peduli dengan pria cemburu dan menyedihkan ini. Dibanding Liu Mubai, Tong Luo ini bukan apa-apa.

“Serahkan kursimu.”

Ketika Luo Tong melihat bahwa Mu Chen mengabaikannya, kemarahan di matanya berkobar. Namun, dia tidak langsung menantang Mu Chen. Sebagai gantinya, dia mengeluarkan bentakan dingin ke arah Tan Qingshan.

Entah itu kekuatan atau latar belakangnya, jelas sekali bahwa dia merehkan Tan Qingshan di matanya.

“Luo Tong, kau seharusnya jangan bertinfak terlalu jauh.” Suara Mu Chen menjadi lebih dingin.

“Apa? Kau tidak mau? Kau ingin berkelahi denganku?” Luo Tong juga tersenyum dingin saat berbicara. Dia berada di Tahap Akhir Spiritual Movement. Karena itu, dia sama sekali tidak takut pada Mu Chen. Sebagai gantinya, dia ingin membangkitkan kemarahan Mu Chen dan menghajarnya, orang yang membuatnya cemburu.

Mata hitam Mu Chen menatap Luo Tong. Ketika Luo Tong melihat mata hitam yang misterius itu, sikap Luo Tong yang berlagak tampak tertegun sejenak. Tidak peduli betapa cemburunya dia, dia masih mengerti sebab Mu Chen terpilih di Spiritual Road. Jika bukan karena Mu Chen tiba-tiba dikeluarkan dari Spiritual Road, dia mungkin tidak akan memiliki kualifikasi untuk berlagak di depan Mu Chen.

Sikap dan gaya memaksanya berhenti sesaat, tapi Luo Tong segera pulih. Tidak peduli apa yang dialami Mu Chen, dia masih berada di Tahap Spiritual Movement tingkat Tengah. Dia bukanlah lawannya.

“Apakah Anda berani?” ucap Luo Tong mengganti rasa malunya dengan kemarahan.

“Luo Tong, apa yang kamu lakukan ?!”

Sebelum Mu Chen menjawab, terdengar suara yang dalam terdengar dari dekat. Semua orang melihat ke atas dan melihat sosok tinggi dan kekar mendekatinya dengan cepat. Dia kemudian berdiri di depan Luo Tong dan berteriak.

“Mo Ling, kau tidak merasa bahwa kau terlalu banyak mengatur?” Luo Tong menatap anak laki-laki kekar di depannya dan mengerutkan kening.

Orang di depannya adalah selebriti di Akademi Spiritual Utara. Rangkingnya hanya dibawah Liu Mubai. Saat ini, dia juga berada di Tahap Gerakan Spiritual Tingkat Akhir, tapi kemungkinan besar dia akan mencapai ke Tahap Spiritual Rotation dalam setengah tahun. Ketika itu terjadi, dia akan berhak bersaing untuk mendapatkan tempat di Lima Akademi Besar. Dia adalah seseorang yang merupakan fokus pembinaan Akademi Spiritual Utara.

“Sebentar lagi Cultivation Lesson dimulai. Jika engkau menimbulkan masalah di sini, Guru Mo tidak akan memaafkanmu!” Sepertinya Mo Ling tidak menyukai Luo Tong juga dan dia mengangkat alis saat dia berbicara.

Wajah Luo Tong langsung menjadi muram. Namun, dia tahu Mo Ling tidak takut padanya, jadi dia hanya bisa menahan geram. Pada saat ini, seorang tokoh perlahan memasuki Lapangan Kultivasi. Semua orang terdiam saat melihat sosok itu. Itu adalah Guru Mo.

Ketika Luo Tong melihat penampilan Guru Mo, dia tidak berani terus menantang Mu Chen. Lalu, dia kembali ke kursinya dengan enggan.

“Apakah kamu baik-baik saja? Orang itu cukup menyebalkan, Engkau hanya perlu membiasakan diri terhadapnya.” Ketika Mo Ling melihat bahwa Luo Tong pergi, dia tersenyum dan bertanya kepada Mu Chen.

“Kami baik-baik saja. Terima kasih.” Mu Chen tersenyum ramah dan menjawab.

“Tidak apa-apa, aku pernah dengar tentangmu sebelumnya. Engkau adalah satu-satunya yang memenuhi syarat untuk Spiritual Road. Ohoho, sepertinya aku akan mendapat tekanan mulai dari sekarang.” Mo Ling tersenyum dan melambaikan tangannya. Kemudian, tanpa berkata apa-apa lagi, dia berbalik dan pergi.

Mu Chen menatap bagian belakang Mo Ling dan tersenyum. Dia memiliki kesan bagus tentang anak laki-laki kekar itu.

“Mu Chen, terima kasih.” Tan Qingshan juga menunjukkan rasa syukur saat dia berbicara.

“Kita datang ke sini bersama, jadi kita harus saling menjaga. Abaikan saja orang-orang itu, kamu akan menjadi lebih kuat dari mereka segera.” Mu Chen tersenyum samar.

Tan Qingshan mengangguk kuat.

Pada saat ini, Guru Mo berjalan dengan santai ke Lapangan Kultivasi. Dia melirik Mu Chen, tapi dia sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya melambaikan tangannya dan banyak cahaya langsung terbang ke pilar batu. Setelah itu, semua orang bisa merasakan bahwa Aura Spiritual di dalam Lapangan Kultivasi menjadi lebih kuat. Jelas bahwa Guru Mo telah benar-benar mengaktifkan Array Konvergensi Spirit.

Mu Chen merasakan Aura Spiritual yang kaya dan tersenyum. Tanpa berkata apapun, ia memejamkan mata dan memasuki keadaan kultivasi lagi. Dia menyerap Energi Spiritual ke dalam tubuhnya dan menyempurnakannya.

Waktu budidaya setengah hari berlalu dengan cepat. Tepat pada saat Mu Chen menyerap jejak terakhir Energi Spiritual ke dalam auranya dan akhirnya akan mengakhiri kultivasinya, tubuhnya tiba-tiba gemetar hebat. Perasaan indah terpancar dari laut aura-nya.

Mu Chen terkesima sejenak karena perasaan mendadak ini. Tak lama kemudian, perasaan terkejut melintas di benaknya. Apakah … Great Pagoda Art mencapai Tingkat Foundation?


Prev Chapter | Next Chapter