TGR Bagian 18

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 18 – Foundation

Rasa kaget melintas di benak Mu Chen, terlihat bahwa terobosan mendadak ini benar-benar berada di luar dugaannya. Dia awalnya berpikir bahwa akan memakan waktu setidaknya sepuluh hari sebelum dia menerobos ke Tingkat Foundation …

Mu Chen terkejut sebentar. Namun, ia perlahan tenang dan tidak berani ceroboh. Dia bergegas memulihkan fokusnya dan mulai merasakan perasaan indah itu dengan waspada.

Di dalam lautan aura-nya, Energi Spiritual Kehiataman menggelegak. Dengan hal itu, Mu Chen bisa merasakan bahwa kepadatan Energi Spiritual meningkat dengan cepat. Dan juga, Mu Chen dapat merasakan bahwa penyerapan yang kuat tampak telah meletus di dalam tubuhnya dan dengan serakah dia mengisap Aura Spiritual di luar. Setelah disempurnakan oleh Great Pagoda Art, jejak Spiritual Energy hitam gelap masuk ke aura lautnya.

Sementara dia merasakan Energi Spiritual yang meningkat pesat di dalam lautan aura, perasaan nyaman mengaliri keempat kaki dan tangannya.

Dan sementara Mu Chen tenggelam dalam perasaan gembira akan terobosan Spiritual Art, seluruh Lapangan Kultivasi juga tiba-tiba berubah. Ini karena setiap orang bisa merasakan hisapan kuat yang terpancar keluar dari dalam tubuh Mu Chen. Hisapan itu seakan dengan arogan dan rakusnya mencuri Aura Spiritual yang padat di dalam Lapangan Kultivasi.

Hal ini langsung menarik perhatian semua orang. Banyak orang melirik dengan mata tercengang dan menatap tubuh Mu Chen.

“Apa yang terjadi?!”

“Ini disebabkan oleh Mu Chen, apa yang dia lakukan?”

“Sungguh penyerapan yang sangat kuat, dia sebenarnya menyerap aura spiritual dunia ini dengan sangat berlebihan. Apakah dia tidak takut mati? ”

Banyak bisikan terlontar di seluruh lapangan kultivasi. Semua orang memiliki ekspresi khawatir. Sudah jelas bahwa ini adalah pertama kalinya mereka melihat situasi ini.

“Mu Chen.”

Tang Qian’Er juga melebarkan matanya dan menatap cemas Mu Chen.

“Jangan panik.”

Pada saat ini, suara tenang Guru Mo terdengar. Suaranya mengatasi bisik-bisik dan menenangkan banyak siswa Kelas Langit. Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke arah Mu Chen dan mengerutkan kening sedikit saat dia berkata: “Ini bukan masalah besar, Teknik Spiritual yang dilatihnya sedang mengalami terobosan.”

“Teknik Spiritual yang dilatihnya? ”

Banyak siswa tercengang sekali lagi. Terobosan Teknik Spiritual dapat menyebabkan keributan seperti itu, pada tingkat apa sebenarnya Teknik Spiritual yang dilatih Mu Chen? Tampaknya teknik Spiritual ini setidaknya Spiritual Rank Middle Tier?

Jiang Li dan Teng Yong sama-sama memiliki ekspresi terkejut saat mereka menatap Mu Chen, yang menyebabkan keributan ini. Sedikit kepanikan terlihat pada mata mereka. Meskipun mereka juga berada di Tahap Spiritual Movement Tingkat Tengah, mereka bisa merasakan tekanan besar yang datang dari tubuh Mu Chen.

“Hmph, nampaknya ayahnya menyiapkan Teknik Spiritual yang cukup bagus untuknya.”

Luo Tong mendengus kesal. Kata-katanya penuh dengan perasaan tidak terima dan kecemburuan. Teknik Spiritual yang dilatihnya tidak lemah, mencapai Spiritual Rank Tingkat Rendah, namun tampaknya masih kalah dengan teknik yang dilatih Mu Chen.

Hal ini membuat Luo Tong sangat frustrasi. Dibanding Mu Chen, dia tidak memiliki poin yang dia bisa unggul, selain … usia.



Guru Mo dengan hati-hati memperhatikan Mu Chen, yang dengan serakah mengisap Aura Spiritual. Dia hanya bisa memuji. Dia bisa merasakan bahwa Gong Fa Spiritual Art yang dilatih Mu Chen bukanlah sesuatu yang biasa. Namun, dia berbeda dari orang dangkal seperti Luo Tong. Karena Teknik Spiritual yang lebih tinggi, akan lebih sulit untuk dilatih. Sebuah terobosan akan menjadi sesuatu yang lebih sulit lagi. Mu Chen mungkin baru berlatih dalam Seni Spiritual ini tidak lebih dari sebulan, namun dia bisa memiliki terobosan, talenta ini … sangat luar biasa.

“Seperti yang diharapkan dari orang yang memperoleh kualifikasi untuk Spiritual Road.”

Guru Mo tersenyum. Meskipun dia kehilangan satu tahun latihan saat berada di Spiritual Road, tidak sulit bagi Mu Chen untuk mengejar bakatnya. Tampaknya Liu Mubai dari Cabang Barat akhirnya bertemu lawannya.

Mu Chen tentu saja tidak tahu tentang keributan di Lapangan Kultivasi. Dia masih tenggelam dalam perasaan indah saat Seni Spiritualnya membuat terobosan. Aura Spiritual yang mengalir ke tubuhnya berubah menjadi berkas Energi Spiritual Kehitaman dan masuk ke lautan aura-nya. Perasaan menyegarkan ini membuat Mu Chen merasa benar-benar rileks.

Pikiran Mu Chen memasuki lautan aura. Jejak Energi Spiritual hitam gelap kini telah menjadi bentuk kecil. Energi Spiritual akan saling membungkus secara spiral. Rasanya seperti nebula hitam, misterius dan tak terduga.

Di atas Energi Spiritual, secarik kertas hitam melayang diam di sana. Kertas itu dikelilingi aliran Energi Spiritual di sekitarnya dan tetap tidak bergerak seolah benda itu adalah benda mati.

Energi Spiritual Kehitaman beredar di dalam Lautan aura Mu Chen. Tiba-tiba, suara berdengung terdengar di jiwanya. Hal ini membuatnya kaget dan dia langsung memantau ke dalam tubuhnya. Dia menemukan bahwa cahaya hitam gelap itu tiba-tiba menyala di tubuhnya …

Swoosh.

Energi Spiritual di lautan aura juga tampak aktif pada saat ini. Lalu melonjak keluar dari lautan auranya dan mengalir melalui meridiannya dengan lancar. Ketika Energi Spiritual melewati cahaya hitam gelap, Mu Chen bisa merasakan samar-samar bahwa cahaya hitam itu menyerap sebagian Energi Spiritual.

“Ada apa ini?”

Kejadian tiba-tiba ini mengejutkan Mu Chen. Cahaya hitam ini muncul terlalu tiba-tiba dan sepertinya berada di luar kendalinya. Dia juga tidak bisa mendeteksinya.

“Mungkinkah karena Great Pagoda Art”

Mu Chen berpikir cepat, lalu sebuah gagasan muncul di benaknya. Jelas bahwa perubahan ini terkait dengan Great Pagida Art yang mencapai Tingkat Foundation.

“Cahaya ini …”

Pikiran Mu Chen menyapu cahaya hitam misterius di sekujur tubuhnya. Dia merenung sejenak dan kemudian dia dengan keras gemetar. Dia menyadari bahwa jika dia bisa menghubungkan cahaya hitam, rasanya seperti … Spiritual Pulse ?!

Spiritual Pulse?

Ungkapan ini melintas di benak Mu Chen dan membanjiri pikirannya dengan berbagai pertanyaan. Dia tahu bahwa dia bahkan tidak memiliki tingkat Spiritual Pulse Tingkat terendah sekalipun. Untuk mengkonfirmasi hasil ini, dia memeriksanya berkali-kali. Namun, apa sebenarnya cahaya hitam ini yang muncul di tubuhnya dan tampak seperti Spiritual Pulse?

Saat pikiran Mu Chen benar-benar dipenuhi kejutan, cahaya hitam ini seakan lenyap tak berbekas seperti Epiphyllum. Tidak peduli bagaimana Mu Chen mencoba merasakannya, dia sama sekali tidak bisa melihatnya. Seolah-olah tidak pernah ada di tempat sebelumnya.

“Bagaimana ini bisa …”

Gumam Mu Chen di dalam hatinya dan benar-benar bingung. Setelah sekian lama, ia mulai menganalisa dengan seksama. Peristiwa sebelumnya pastinya bukan ilusi. Di bagian dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak bisa dideteksi jelas tersembunyi di dalamnya. Dan penyembunyian ini mungkin berhubungan dengan Great Pagoda Art.

“Great Pagoda Art … Mungkinkah itu ibu?”

Hati Mu Chen bergetar. The Great Pagoda Art diwariskan dari ibunya. Jika itu yang terjadi, maka itu pasti terkait dengan ibunya. Mungkin ibunya menyembunyikan sesuatu di dalam tubuhnya.

Tapi kenapa dia melakukan itu?

Mu Chen berpikir sebentar, tapi dia tidak bisa menemukan jawaban apa pun. Dia memiliki terlalu sedikit kenangan tentang ibunya. Hanya ada gambaran samarr, namun lembut keberadaannya di lubuk hatinya. Namun, dia tidak banyak mengerti tentang hal itu, perasaan Spiritual Pulse yang tersembunyi membuat Mu Chen percaya satu hal tanpa keraguan. Ibunya tidak akan pernah melakukan apapun yang akan menyakitinya.

Saat memikirkan hal ini, hati Mu Chen perlahan-lahan tenang. Betapapun irasionalnya dugaannya, tidak masalah jika dia yakin hal itu tidak akan merugikannya.

Sedangkan untuk poin lainnya, dia bisa bertanya kepada ayahnya saat kembali ke rumah. Dia merasa bahwa ayahnya sedikit tahu tentang ini, tapi dia belum mengatakan kepadanya.

Sambil memikirkan hal ini, Mu Chen juga mensirkulasikan keadaan pikirannya. Dia membiarkan jejak Energi Spiritual Kehitaman diserap ke dalam lautan auranya dan meninggalkan kondis Kultivasinya. Matanya yang tertutup rapat juga perlahan membuka.

Saat dia membuka matanya, Mu Chen bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia langsung terkejut saat melihat banyak tatapan yang mengarah padanya.

“Ada Apa ini?”

Mu Chen mengedipkan matanya. Dia cukup bingung melihat berbagai mata menatapnya.

Ketika murid-murid di sekitarnya mendengar kata-katanya, wajah mereka agak aneh. Engkau telah menyebabkan keributan besar, namun kau bahkan tidak tahu?

“Mu Chen, apa kau baik-baik saja?” Tanya Tang Qian’Er cemas. Lalu, dia menjelaskan situasi yang sebelumnya terjadi.

“Aku baik-baik saja.” Mu Chen tiba-tiba tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Terobosan Seni Spiritual ini pasti terkait dengan Spirit Convergence Array. Jika tidak, dibutuhkan sedikit waktu sebelum mencapai Tingkat Foundation. Sebuah Spirit Convergence Array tingkat 3 pasti sungguh luar biasa.

“Pelajaran kultivasi hari ini akan berakhir sekarang. Kalian bisa membuat pengaturan sendiri untuk sisa waktu ini.” Ketika Guru Mo menyadari bahwa Mu Chen telah terbangun, dia mengangguk sebelum dia berbicara kepada orang banyak.

“Baik!”

Banyak siswa dengan hormat menanggapi.

Guru Mo melambaikan tangannya dan segera pergi dengan santai.

Saat Guru Mo pergi, suasana di dalam lahan kultivasi berangsur-angsur rileks. Terdengar tawa terbentang, tapi banyak tatapan masih tertuju pada Mu Chen.

Mungkin karena keributan yang disebabkan oleh Mu Chen terlalu mengejutkan, bahkan setelah Guru Mo pergi, Luo Tong, Jiang Li dan yang lainnya tidak datang untuk mencari masalah dengannya. Sebagai gantinya, mereka melirik dengan cemberut kepadanya dalam ketakutan dan langsung mengalihkan pandangan mereka.

“Ayo pergi juga.” Mu Chen berdiri dan menepukkan tangannya saat dia berbicara.

“Kemana kita pergi?” Tanya Tang Qian’Er.

“Ayo kita pergi ke Spiritual Art Room.”

Mu Chen menatap sisi lain Lapangan Kultivasi dan tersenyum sedikit,” Aku sangat tertarik pada beberapa Spiritual Arts Attack di sana, saat ini, aku akhirnya bisa melatih mereka …”


Prev Chapter | Next Chapter