TGR Bagian 2

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 2: Anak Laki-Laki yang Terusir Keluar dari Spiritual Road

Su Ling dan yang lainnya menatap para senior cabang barat di atas panggung. Terlihat gaya sok mereka sedikit berkurang, terutama saat mereka melihat gadis yang dikenal sebagai Hong Ling. Awal tampak sedikit hasrat terpendam pada tatapan mereka, namun segera sirna. Gadis itu benar-benar berpengaruh di Akademi Northern Spiritual. Cukup banyakm penggemarnya bahkan di cabang timur sekalipun.

“Oi, Brother Mu, dia adalah Hong Ling dari cabang barat. Ada isu bilang bahwa Anda menyukainya saat kecil … ” Su Ling menghampiri Mu Chen dan berbisik sambil terkekeh geli.

Mendengar hal itu, Mu Chen melotot menatapnya. Dia memang memiliki hubungan dengan Hong Ling saat masih kecil, tapi pada usia itu, siapa yang tahu apa itu cinta? Dia hanya ingin mencari teman bermain. Namun, ayahnya dan ayah Hong Ling sering sekali mengalami perselisihan selama beberapa tahun terakhir ini. Hubungan antara kedua belah pihak berangsur-angsur memburuk. Tidak diketahui bagaimana rumor semacam ini bisa muncul.

Mu Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kemudian, dia menatap Liu Che, yang memiliki ekspresi provokatif di wajahnya. Cahaya tipis Energi Spiritual mulai keluar dari tubuhnya dan perlahan dia menggenggam telapaknya memberi salam.

“Jika ada yang ingin kau sampaikan, maka cepatlah katakan.”

Mu Chen melihat beberapa individu yang berdiri di platform tinggi di dekatnya. Tatapannya berhenti sejenak pada sosok langsing itu, lalu dia menarik kembali penglihatannya: “Meskipun mereka ada di sini, tapi jika aku ingin menghajarmu, kamu akan tetap menderita kesakitan, meskipun mereka menghentikanku.”

Terhadap para bajingan angkuh dari cabang barat, diapun juga tidak menyukai mereka.

“Kau!”

Setelah Liu Che mendengar kata-kata Mu Chen, matanya tiba-tiba menunjukkan kemarahan. Namun, sesaat setelah dia berteriak dengan marah, dia melihat Mu Chen menyeringai. Wajah yang awalnya lembut dan cemerlang tiba-tiba tampak dingin dan kaku. Perasaan dingin ini seperti pisau tajam dan sedingin es..

Perasaan ini seperti membangkitan badai dan, dengan sendirinya, menunjukkan ketajaman yang luar biasa.

Perasaan seperti seharusnya tidak dimiliki oleh anak seusianya.

Liu Che menelan ludah didalam mulutnya. Dia menatap kaget pada Mu Chen dan wajahnya berubah. Dia benar-benar sedikit takut akan kekuatan Mu Chen. Ketika Mu Chen mengalahkan Xue Dong dari West Branch Earth Class, dia ada disana melihatnya.

“Oh, dia benar-benar kurang ajar.”

Para senior dari tingkat Langit dari Cabang Barat, yang berdiri di atas panggung, mendengar kata-kata ini juga. Mereka tampak mengerutkan kening dan merasa bahwa mereka dilecehkanapalagi dengan adanya Hong Ling disini.

HongLing juga tampak sedikit terkejut pada Mu Chen. Dia tidak menyangka bahwa anak laki-laki yang tampaknya lembut itu juga memiliki sisi maskulin pada dirinya. Sepertinya dia sangat berbeda dengan bocah laki-laki itu pada waktu kecil dulu.

Beberapa orang dari tingkat Langit Cabang Barat tidak dapat menahan diri lagi, melompat dari atas platform dan berjalan mendekat perlahan. Melihat mereka datang, Su Ling dan yang lainnya semua mundur selangkah dan waspada.

Melihat ini, Hong Ling tidak menghentikan mereka. Bagaimanapun, dia adalah orang dari Cabang Barat dan dia juga ingin melihat apakah anak laki-laki itu, yang tampak biasa sebelumnya, benar-benar akan mempesona setelah meninggalkan masa kecilnya.

“Brother Tong.” Setelah Liu Che melihat bahwa orang-orang ini berdatangan, dia merasa bahagia. Kemudian, matanya menampakkan kesombongannya lagi saat ia menatap Mu Chen dan yang lainnya.

Melihat ini, Mu Chen mengerutkan kening sedikit. Namun, tidak tampakketakutan dalam ekspresinya. Meski mereka adalah Senior Tingkat Langit, kekuatan mereka hanya di Tahap Awal Spirtual Movement. Jika mereka benar-benar bertarung, mereka juga tidak akan mengunggulinya.

Senior yang disebut Brother Tong mengangguk. Matanya menatap Mu Chen. Tapi saat dia ingin berbicara, sebuah suara bentakan tiba-tiba terdengar dari dekat.

“Tong Guan, kau, dan orang-orang TIngkat Langit dari Cabang Barat, berani datang ke Cabang Timur untuk menindas Murid Tingkat Bumi kami. Kalian benar-benar memandang remeh Cabang Timur ya? ”

Bentakan tersebut membuat semuanya terdiam. Setelah memalingkan wajah dan melihat, tampak berkelebat beberapa sosok dengan cepat datang mendekat. Di bagian paling depan tampak seorang gadis jangkung. Pakaian hitamnya seperti tinta dan itu membentuk lekukan yang anggun. Wajahnya sangat cantik dan rambut hitamnya yang hitam kebiruan diikat menjadi ekor kuda. Kakinya yang panjang dan jenjang serta kecantikannya sama sekali tidak kalah dengan Hong Ling.

Saat itu juga, gadis itu dengan dingin menatap Tong Guan dan yang lainnya. Orang-orang di belakangnya juga memiliki ekspresi yang tidak menyenangkan.

“Itu adalah senior Qian’Er”

Saat Su Ling melihat gadis berpakaian hitam itu, dia langsung menjadi bersemangat. Sedikit wajahnya yang polos dan muda tampak sedikit merah. Orang ini dikenal sebagai salah satu dari dua bunga akademi Northern Spiritual bersama dengan Hong Ling. Yang mengejar mereka sangat banyak, dia tidak menyangka bahwa dia benar-benar melihatnya di sini.

“Ohh, jadi ini Qian’Er.”

Saat Tong Guan melihat gadis berpakaian hitam itu, dia juga terkejut. Ekspresinya tampak tidak alami. Tang Qian’Er tidak hanya memiliki banyak penggemar di Akademi Northern Spiritual, kekuatannya juga telah mencapai Middle Phase Spiritual Movement. Di dalam Tingkat Surga Akademi Northern Spiritual, dia termasuk cukup hebat.

Gadis yang bernama Tang Qian’Er datang ke sisi Mu Chen. Matanya yang sipit menatap Tong Guan, lalu dia menatap Hong Ling, yang berada di atas panggung. Kedua gadis itu saling menatap tak mau kalah dan percikan api seolah tampak kelaur dari mata mereka.

“Mengapa kau datang ke sini?” Tang Qian’Er mengaihkan pandangannya dan dengan dingin bertanya.

“Coba lihat. Meskipun kami adalah orang-orang dari cabang barat, cabang barat masih merupakan bagian dari akademi Northern Spiritual. Jadi, seharusnya tidak menjadi masalahl bagi kami untuk datang ke sini, benar tidak.” Tong Guan mengangkat bahu dan tersenyum.

Tang Qian’Er mengeluarkan suara dengusan jengkel, lalu dia mengulurkan tangannya yang ramping dan menepuk bahu Mu Chen. Dia menurunkan dagunya yang runcing dan berkata: “Mu Chen adalah salah satu dari orang-orang di cabang timur, jika kalian berani menimbulkan masalah baginya, maka jangan salahkan aku karena jika bersikap tidak sopan.”

Saat dia berbicara, kuncir ekor kuda bergerak-gerak seakan menunjukkan kegagahannya, memberi kesan melindungi layaknya seorang Kakak Perempuan. .

“Sepertinya keberuntunganmu dengan para wanita cukup bagus.” Tong Guan tersenyum pada Mu Chen. Senyuman itu sedikit mencemooh dan sedikit iri. Dia juga memiliki sedikit perasaan terhadap Tang Qian’Er, hanya saja dia tidak pernah direspon dengan baik.

“Keberuntungan dengan wanita juga merupakan salah satu jenis kekuatan.” Mu Chen tersenyum seolah tidak mendengar omongan bernada mengejek tersebut. Dibandingkan dengan orang-orang dari Spiritual Road, Tong Guan benar-benar terlalu amatir.

Dari atas panggung yang tinggi, Hong Ling menatap Mu Chen. Dia agak kecewa dan mengalihkan pandangannya. Apakah dia masih begitu malas dan pengecut seperti sebelumnya?

Sudahlah, kami datang ke sini bukan untuk cari masalah denganmu. Kami hanya ingin memberi tahumu sesuatu. ”

Melihat bahwa dia tidak akan bisa memancing kemarahan Mu Chen, Tong Guan jadi bosan. Dia melambaikan tangannya ke arah Liu Chen yang kemudian tersenyum dingin dan berkata: “Mu Chen, saya mewakili Big Brother Liu Yang untuk menyampaikan pesan kepadamu. Sepuluh hari lagi, saat kompetisi antara kedua cabang, dia akan menantangmu.”

“Liu Yang?”

Mendengar nama itu, ekspresi Su Ling dan yang lainnya nampak berubah. Liu Yang adalah nomor satu di kelas cabang barat. Dan katanya ia baru saja maju ke tahap Spiritual Movement.

“Ah, oh iya. Aku juga akan mengatakan sesuatu. Tiga hari yang lalu, ketika Big Brother Liu Yang diuji, mereka menemukan bahwa dia memiliki sebuah Spiritual Pulse. Meski hanya Human Level … ” Liu Chen membungkuk sambil menatap Mu Chen dan tersenyum.

“Human Level Spiritual Pulse ?!”

Ketika kata-kata ini diucapkan, tidak hanya wajah Su Ling dan yang lainnya berubah, bahkan Tang Qian’er pun sedikit terkejut. Di seluruh Akademi Northern Spiritual, hanya ada segelintir siswa yang memiliki Spiritual Pulse. Siapa yang akan membayangkan bahwa Liu Yang benar-benar juga memilikinya?

“Human Level Spiritual Pulse …” Tong Guan terkesima dan menatap tajam pada Mu Chen. Liu Yang juga memiliki kekuatan Fase Awal Spiritual Movement, namun jika Anda ditambah Human Spiritual Pulse, akan sulit bagi Middle Phaase Spiritual Movement untuk mengalahkannya. Tampaknya Mu Chen tidak beruntung.

“Big Brother Liu Yang mengatakan bahwa tidak apa-apa jika Anda tidak berani menerimanya. Tapi jangan muncul pada hari itu, maka dia tidak akan mempermalukanmu.” Liu Chen tersenyum aneh. Jika Mu Chen tidak hadir pada hari itu, maka reputasinya di Cabang Timur akan segera hancur.

“Kalian sungguh keterlaluan!” Tang Qian’Er mengerutkan kening saat dia berteriak.

“Senior Qian’Er, Anda seharusnya tidak menyalahkan kami. Seseorang harus selalu rendah hati. Seharusnya dia jangan sombong hanya karena keberuntungan semata terpilih mengikuti “Spiritual Road”. “ledek Liu Chen..

“Kau!”

Tang Qian’Er benar-benar marah. Tapi tepat sebelum dia menuju ke depan, sebuah tangan menahan bahunya. Dia memalingkan muka dan melihat senyum cemerlang muncul di wajah Mu Chen: “Ya, katakan pada Liu Yang bahwa saya akan menunggunya.”

“Sungguh berani! Akan kami saksikan kehebatanmu nanti. ”

Liu Chen mengacungkan jempol ke Mu Chen dan menyeringai. Dia kemudian berbalik sambil tertawa. Ekspresinya menunjukkan bahwa dia sudah tidak sabar menunggu kompetisi tersebut sepuluh hari kemudian.

Mengikuti Liu Chen, Tong Guan dan yang lainnya turut pergi, Hong Ling, yang berada di atas panggung, menatapnya beberapa saat sebelum berbalik meninggalkannya juga.

“Brother Mu, apakah kau benar-benar akan menerima tantangan Liu Yang itu? Tidak akan mudah menghadapinya sekarang karena dia memiliki Spiritual Pulse.” Su Ling dan yang lainnya menatap Tong Guan yang berangkat dan bertanya khawatir.

“Akan kuusahakan yang terbaik” Mu Chen dengan santai berkata.

“Oi, kau sangat bodoh. Mereka jelas memprovokasimu. Sekarang, Anda harus menerima tantangan itu!” Tang Qian’Er berkata dengan suara jengkel.

“Tenang Sister Qian’Er, aku tahu apa yang kulakukan.” Mu Chen tersenyum.

Tang Qian’Er mengerutkan kening bingung. Matanya menatap wajahnya yang polos. Dia terlihat memiliki senyum yang cerah dan lembut, tapi entah kenapa dia merasakan sesuatu yang tersembunyi jauh di dalam matanya.

“Hmph, bagaimanapun, bukan aku orang yang dipermalukan saat itu terjadi.” Tang Qian’Er mendesah dan berkata dengan ketidakpuasan.

“Sister Qian’Er nampaknya sangat kuatir padaku?” Mu Chen menatap wajah yang sedang jengkel namun cantik dan tidak bisa menahan tawa saat mengatakan hal itu.

“Aku tidak peduli jika kau mati.” Wajah Tang Qian’Er sedikit memerah. Dia segera melototkan matanya ke Mu Chen dan berkata, “Aku hanya khawatir kau dipukuli dan mebuat malu Cabang Timur.”

Mu Chen tersenyum. Ayah Tang Qian’Er juga merupakan salah satu Penguasa Teritori dalam Northern Spiritual Realm dan memiliki hubungan baik dengan ayahnya. Kedua keluarga selalu menjalin hubungan baik, jadi hubungannya dengan Tang Qian’Er juga sangat bagus.

“Oh Iya, ada satu kabar yang kudengar baru-baru ini.” Tang Qian’Er melambai pada Su Ling menyuruh mereka pergi dan kemudian matanya menatap Mu Chen: “Saya mendengarnya dari kepala sekolah. Tampaknya “Spiritual Road” akhirnya berakhir. ”

Tubuh Mu Chen gemetar dan dia mendongak. Dia mengeluarkan napas, jadi akhirnya sudah selesai …

“Dikatakan bahwa ada banyak individu gila yang muncul di Spiritual Road kali ini. Di antara mereka, ada satu yang sangat mengerikan. Dia sepertinya memiliki Heaven Level Spiritual Pulse yang sangant langka bahkan dalam waktu sepuluh ribu tahun. Five Great Academies bertarung sengit memperebutkannya.”

The Spiritual Pulse dibagi menjadi 3 tipe: Heaven, Earth and Human. Memiliki Spiritual Pulse membawa banyak manfaat dalam berlatih. Secara umum, seseorang yang memiliki Spiritual Pulse akan memiliki kecepatan latihan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan individu normal. Mereka juga akan memperoleh banyak kemudahan. Dan selama bertahun-tahun, tidak pernah ada sebuah Earth Spiritual Pulse yang muncul di Akademi Northern Spiritual, apalagi sebuah Heaven Level Spiritual Pulse. Dari sini, Anda bisa melihat betapa langkanya sebuah Spiritual Pulse.

Tang Qian’Er menjulurkan lidahnya yang merah dan terlihat sangat lucu dan cantik: “Heaven Level Spiritual Pulse. Aku belum pernah melihatnya. Sesuai dugaan, orang-orang yang berpartisipasi dalam Spiritual Road adalah orang-orang gila. Oh Iya ya, kamu juga berpartisipasi di Spiritual Road kan, tahukah kau siapa orang itu? ”

“Dia seharusnya … Ji Xuan, bukan? Mu Chen berkata dengan suara samar. Itu adalah nama yang terukir jauh di dalam ingatannya.

“Kau kenal dia?” Tang Qian’Er berkata dengan kaget.

“Ya aku kenal dia. Dia memang orang yang sangat menakjubkan.” Mu Chen tersenyum, menurunkan matanya dan berkata: “Saya hampir membunuhnya”.

Mata Tang Qian’Er yang indah melebar. Dia menatap wajah polos di depannya yang tiba-tiba menjadi dingin. Dia tergagap saat dia bertanya: “Benarkah itu?”

“tentulah bohong, kamu benar-benar percaya akan hal itu?Aku kan diusir keluar ditendang keluar di tengah perjalanan, bagaimana mungkin saya dibandingkan dengan individu hebat yang diperebutkan Five Great Academies? “Ekspresi dingin Mu Chen lenyap seketika. Dia menatap Tang Qian’Er dengan ekspresi terkejut dan tidak tahan menahan tawanya.

Tang Qian’Er menggigit giginya karena jengkel. Dia seperti ingin menggigitnya dua kali, tapi masih ditahannya. Dia berkata sambil menghela napas: “Kau sudah mencapai tahap Spiritual Movement, tap kamu belum pernah mempelajari Spiritual Art apa pun, bukan? Kudengar Liu Yang sudah mulai mempelajarinya. ”

“Spiritual Art huh. Aku akan mempelajari saat aku pulang kali ini. Ini saat yang tepat, ayahku menyuruhku menemuinya setelah aku mencapai Tahap Soiritual Movement.” Mu Chen tersenyum saat berbicara.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.” Tang Qian’Er mengangguk. Ayah Mu Chen merupakan salah satu Penguasa Teritori dalam Northern Spiritual Realm. Dia pasti bisa mempersiapkan Spiritual Art yang layak untuk Mu Chen. Jadi, dia segera pergi dan melambaikan tangannya. Kuncir ekor kudanya terayun saat ia memutar tubuhnya untuk pergi.

“Oh Iya.”

Tang Qian’Er berjalan dengan anggun sebentar lalu memalingkan kepalanya ke belakang untuk menatap Mu Chen. Dia berpikir sejenak dan berkata: “Jika kau merasa tidak memiliki kesempatan untuk menang, bagaimana jika aku yang mengalahkan orang itu, Liu Yang, untukmu? Meskipun Kakaknya Liu Mubai mungkin akan sedikit merepotkan … ”

“Tidak bisakah kau sedikit percaya padaku? Mu Chen berkata tak berdaya. Bisa-bisanya dia berpikiran begitu?

“Hmph, kau tidak bisa mengenali kebaikan seseorang.”

Tang Qian’Er berkata dengan marah. Jika orang lain di Akademi Northern Spiritual menginginkan pertolongannya, dia akan menolak untuk melakukannya. Tapi mengapa hanya orang ini menjadi satu-satunya orang yang menyebalkan. Berpikir sejenak, lalu Tan Qian’er pergi denan kesal.

Mu Chen menatap sosok Tang Qian’Er yang segera menghilang. Dia tersenyum dan bergumam: “Karena Spirital Road telah berakhir, seharusnya dia sudah masuk dalam Five Great, bukan? Aku ingin tahu Akademi mana yang telah dia pilih? ”

Mengingat saat dia harus keluar dari Spiritual Road waktu itu, di antara hutan yang rimbun, seorang gadis dengan rambut panjang keperakan, menatapnya dengan mata kehijauan.

“Saya akan menunggumu di Five Great Academies, jika kamu tidak datang …”

Di balik tangan ramping gadis itu, dia memegang pedang. Dia mengangkatnya sampai berada di depan dadanya dan dengan lembut menusuknya ke lokasi hatinya. “Aku akan membunuhnya, tapi …”

Gadis itu menatapnya dengan mata sejernih kaca.

“Aku tidak suka orang yang dengan mudah mengakui kesalahan mereka, tapi kali ini, itu tidak bisa dianggap sebagai kesalahanmu, setidaknya aku suka caramu.”

Angin lembut bertiup dan mengangkat rambut perak kebanggannya.. Di wajah putihnya yang tampak dingin itu, tampak sedikit rona merah meski mulai pudar, namun masih terlihat mempesona.

“Jadi, kau harus datang!”


Prev Chapter | Next Chapter