TGR Bagian 21

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 21 – Gangguan di Tempat Latihan

Akademi Spiritual Utara, Tempat Pelatihan.

Banyak siswa bemandikan keringat. teriakan yang nyaring dan keras, bercampur dengan vitalitas, terdengar jelas.

Mu Chen sedang duduk di bawah naungan pohon. Dia dengan santainya bersandar pada batang pohon saat dia menatap santai pada berbagai duel latih tanding para murid. Jelas bahwa duel ini tidak menarik minatnya.

“Oi, meskipun kau sudah terkenal sekarang, tapi seharusnya tidak santai=santai begini kan?” Sosok langsing tiba-tiba menghalangi pandangan Mu Chen. Lalu, suara Tang Qian’Er terdengar keras.

Mu Chen menatap pinggang ramping di depannya. Lalu, dia perlahan mengalihkan tatapannya. Gaun warna aprikot gadis itu, sedikit mengangkat dadanya dan membuat sosok ramping cukup atraktif.

Saat melihat wajah cantik gadis itu, Mu Chen melakukan peregangan dan berkata: “Bukannya aku bermalas-malasan, tapi duel ini tidak ada gunanya bagiku.”

Di Spiritual Road, dia tidak tahu berapa kali dia mengalami pertarungan hidup dan mati. Di lokasi itu, tidak ada yang bisa menggunakan Energi Spiritual, sehingga mereka harus memaksimalkan pikiran mereka sampai batas dan menggunakan pengetahuan mereka. Hanya sedikit kelalaian dan nasib kejam yaitu didiskualifikasi akan terjadi. Kemudian, mereka hanya bisa menunggu di zona aman sampai tantangan usai.

Dan dibandingkan dengan tempat itu, duel lemah antara siswa di Akademi Spiritual Utara tidak akan berpengaruh pada Mu Chen.

“Hmph, engkau hanya membual.” Tang Qian’Er bersenandung pelan. Namun, matanya yang indah tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat wajah Mu Chen yang menenangkan. Ada tersembunyi senyum lembut di mata hitamnya dan juga rasa tenang di dalam yang tidak dimiliki banyak orang seusia dia. Itu membuat orang lain sedikit tenggelam di dalamnya.

Tang Qian’Er juga duduk di samping Mu Chen. Dia kemudian merentangkan tangannya yang ramping dan membuka kuncir kudanya. Rambut hitam kebiruannya tiba-tiba turun seperti air terjun. Adegan itu sangat menyentuh dan langsung menarik banyak perhatian. Banyak tatapan iri diarahkan ke Mu Chen pada akhirnya. Orang ini benar-benar hebat hingga mendapat prlakuan semacam itu.

“Benar, bagaimana latihanmu pada Seal Limitles? Tidak ada masalah, kan?” Tang Qian’Er memiringkan kepalanya dan dia bertanya dengan alis terangkat.

Mu Chen tersenyum. Dia mengulurkan telapak tangannya ke arah Tang Qian’Er. Di telapak tangannya, segel hitam menjulang perlahan keluar sambil mengeluarkan hawa dingin.

“Engkau berhasil?” Tang Qian’Er dengan lembut membuka mulutnya saat dia membuat ekspresi terkejut. Dia tidak bisa menahan diri untuk segera meraih tangan Mu Chen dan menatap segel hitam di telapak tangannya. Jemarinya menusuk segel hitam. Hawa dingin menembusnya dan membuatnya menggigil.



“Ini hanya bisa dianggap sebagai langkah pertama yang berhasil. Dan segel ini harus terus dipelihara oleh Energi Spiritualku.” Mu Chen menggelengkan kepalanya dan dia mengalihkan tatapannya. Dia melihat bahwa banyak mata menatap panas di sekitarnya dan segera mengeluarkan batuk lembut. Dia berkata: “Engkau akan membuat dibenci banyak orang jika kau terus melakukan ini.”

Baru saat itulah Tang Qian’Er pulih, wajahnya langsung berubah merah dan dia segera melepaskan tangan Mu Chen.

Tidak terlalu jauh, Luo Tong menatap pemandangan ini. Matanya agak kesal. Tang Qian’Er adalah bunga East Branch. Dia tentu saja menyukainya juga. Selain itu, ayah Tang Qian’Er juga merupakan salah satu Penguasa Teritori Alam Spiritual Utara. Ayahnya pernah menyebutkan bahwa jika dia bisa mendapatkan cinta Tang Qian’Er, maka kekuatan mereka akan meningkat pesat setelah Teritori Luo dan Teritori Tang bekerja sama.

Ide ini pasti bagus, tapi Luo Tong tidak berhasil mendapatkan hati gadis ini seperti yang diinginkan ayahnya. Sebaliknya, Tang Qian’Er memperlakukannya dengan cukup dingin. Hal ini membuatnya sangat frustrasi. Dan sekarang, dia melihat betapa dekatnya Mu Chen dan Tang Qian’Er dan dia benar-benar cemburu.

“Brother Luo, orang itu benar-benar kurang ajar.” Jiang Li dan Teng Yong berdiri di samping Luo Tong dan dengan iri menatap Mu Chen saat mereka berbicara.

Meskipun mereka tidak senang melihat pemandangan ini, mereka tahu bahwa Mu Chen tidak mudah diatasi. Oleh karena itu, mereka tidak bertindak sombong seperti biasanya dan mencari keributan dengannya.

“Dia hanya seorang newbie yang baru saja memasuki Heaven Class. Namun dia berani berlagak di depanku. ”

Mata Luo Tong tampak gelap dan matanya langsung beralih. Dia menatap Tan Qingshan, yang berkeringat seperti orang gila saat dia berlatih di dekatnya, dan tersenyum dingin: “Jiang Li, temui Tan Qingshan dan bertarunglah dengannya, ingat, engkau harus menangani para pemula itu dengan baik.”

Jiang Li terkejut sesaat. Dia ragu-ragu dan berkata: “Tan Qingshan memiliki hubungan baik dengan Mu Chen. Jika aku menyebabkan masalah bagi Tan Qingshan, maka Mu Chen mungkin akan … ”

“Aku di sini, apa yang kamu takutkan?” Luo Tong mengerutkan dahi saat dia bertanya.

Ketika Jiang Li melihat ketidakpuasan Luo Tong, dia tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Dia langsung bangkit dan berjalan cepat menuju Tan Qingshan.

Tan Qingshan, yang berada di tengah latihannya, menyadari bahwa Jiang Li datang untuknya. Dia sedikit mengerutkan kening, tapi dia tidak mengatakan apapun karena dia tidak banyak bicara. Dia terus mempraktekkan teknik tinju.

“Tan Qingshan, aku akan berduel denganmu sebentar. Dengan cara ini, engkau akan bisa berkembang lebih cepat. Sebagai senior, aku harus membimbingmu para pemula.” Jiang Li berkata sambil tersenyum jahat ke arah Tan Qingshan.

Setelah para siswa di sekitarnya menyaksikan hal ini, mereka segera mengerti apa yang ingin dilakukan Jiang Li. Namun, tak ada yang berani mengatakan apapun karena tatapan seram Luo Tong didekatnya. Duel seperti sebenarnya adalah hal biasa.

“Orang-orang ini benar-benar keterlaluan!” Ketika Tang Qian’Er melihat kejadian ini, dia langsung mengerutkan kening. Dia mencoba bangkit, tapi pergelangan tangannya ditarik oleh Mu Chen.

“Ada apa?” Tang Qian’Er menatap Mu Chen curiga. Jelas bahwa Luo Tong dan yang lainnya sengaja mengganggu Tan Qingshan agar Mu Chen melihatnya. Ini bisa dianggap sebagai demonstrasi kekuatan yang disengaja sebagai peringatan.

“Meskipun Tan Qingshan diam, dia memiliki kepribadian yang keras kepala. Terkadang, dia tidak butuh bantuan apapun. Jangan meremehkan harga diri seseorang, “kata Mu Chen samar.

“Tindakan murid senior menindas pendatang baru akan muncul dimana-mana. Jika aku harus maju dan membantunya, mungkin akan membuatnya sedikit nyaman. Namun, ini bukanlah yang dia butuhkan. Apalagi, dalam situasi yang ekstrem, dia bahkan mungkin sedang tidak bersamaku. Jadi untuk menghindari masalah seperti ini, dia harus menggunakan kemampuannya sendiri untuk memberi tahu yang lain bahwa dia bukanlah seseorang yang bisa diganggu siapapun. ”

“Tapi dia bukan lawan Jiang Li,” kata Tang Qian’Er.

“Kemenangan bukan hanya tentang mengalahkan yang lainnya.” Mu Chen tersenyum sedikit dan berkata: “Selama dia bisa membiarkan yang lain tahu bahwa dia bukan seorang lemah dan mereka harus membayar harga jika mencoba mengganggunya, itu bukan masalah.”

Tang Qian’Er berpikir sejenak. Dia merasa ada beberapa kebenaran dalam kata-kata Mu Chen. Namun, dia masih ragu dan berkata: “Hmph, meskipun engkau setahun lebih muda dariku, mengapa kau berlagak sudah tua?”

Mu Chen tersenyum. Dia menatap wajah Tan Qingshan yang wajahnya berubah. Yang terakhir mengepalkan dan mengendurkan tangannya dalam sebuah siklus. Dia sepertinya sedikit bimbang sebelum dia menatap Mu Chen.

Mu Chen tersenyum pada Tan Qingshan dan dengan lembut mengangguk.

Melihat  Mu Chen tersenyum, Tan Qingshan menggenggam tangannya erat-erat. Keyakinan muncul di matanya dan dia dengan dingin berkata, “Kalau begitu, Jiang Li senior, tolong bimbing saya!”

Jiang Li terkejut saat melihat bahwa Tan Qingshan benar-benar menerima dan langsung mencemoohnya. Dia benar-benar anak laki-laki yang tidak tahu batasannya sendiri.

Kedua individu itu perlahan mundur mundur dan banyak siswa mengelilinginya. Namun, sudah jelas bahwa banyak dari mereka merasa bahwa Tan Qingshan benar-benar tidak beruntung saat ini.

Di bawah tatapan orang banyak, duel langsung dimulai.

Seperti yang diharapkan semua orang. Duel ini hanya berjalan sepihak karena kekuatan mereka pada tingkat yang berbeda. Namun, simpati semua orang berangsur-angsur berubah tak lama kemudian.

Karena mereka melihat Tan Qingshan terus menyerangJiang Li tanpa sedikit pun takut mati. Bahkan saat dia berulang kali ditendang oleh Jiang Li, dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Tatapan ganas di matanya yang merah bahkan mengejutkan Jiang Li.

Bang Bang Bang!

Kedua sosokh tersebut saling berkelebat di lapangan. Meskipun Tan Qingshan tidak berdaya, dia nekat mengambil resiko terpukul oleh Jiang Li beberapa kali agar bisa memukul balik.

Ketika Jiang Li menghempaskan Tan Qingshan lagi dengan tinjunya, Tan ingshan terus menerjam ke depan dan menggigit lengannya. Hingga meninggalkan noda darah. Jiang Li akhirnya tidak tahan dengan cara seperti serigala gila ini dan mundur beberapa langkah. Dia berteriak: “Kau gila!”

Tan Qingshan mengabaikannya dan dia menerkam ke depan lagi dengan mata merahnya.

“Aku berhenti!” Jiang Li buru-buru melarikan diri. Dia menjerit keras saat menatap mata merah Tang Qingshan.

Para siswa di sekitarnya bergegas maju dan menarik Tan Qingshan. Namun, Tan Qingshan ini terlalu gila sekarang dan mereka gagal menghentikannya walau sejenak. Adegan ini membuat banyak siswa gemetar. Tan Qingshan ini benar-benar gila.

Di bawah teriakan siswa di sekitarnya, Tan Qingshan perlahan-lahan tenang. Bibirnya pecah, seluruh tubuhnya dipenuhi rasa sakit dan memar bahkan di wajahnya. Namun, matanya dipenuhi kegembiraan.

Di depannya, pakaian Jiang Li juga banyak robek. Meski dia tidak mengalami luka, wajahnya yang kotor dan tatapan ngeri di dalamnya terlihat oleh semua orang.

Tan Qingshan mungkin telah kehilangan kekuatan, tapi dia menang dengan cara yang mengesankan. Ini cukup membuat siswa Kelas Langit lainnya menatapnya dengan pandangan baru.

Tan Qingshan menyeka darah dari mulutnya dan menatap Mu Chen. Yang terakhir tersenyum dan memberinya jempol: “Menakjubkan.”

Tan Qingshan mengusap kepalanya dan tersenyum. Dia merasa berterima kasih kepada Mu Chen karena dia telah memberinya kesempatan untuk memenangkan kembali harga dirinya dengan usahanya sendiri. Di masa depan, tidak banyak murid lama yang mungkin akan datang untuk mengganggunya.

“Orang itu memiliki sifat gila.” Tang Qian’Er juga tersenyum. Kegilaan Tan Qingshan sebelumnya bahkan membuatnya sedikit cemas.

Mu Chen tersenyum sambil mengangguk. Lalu, dia berdiri.

“Apa yang akan kamu lakukan?” Tang Qian’Er bertanya dengan curiga.

“Tan Qingshan melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Selanjutnya giliranku. Yang lain mencoba menunjukkan kekuatan mereka sebagai peringatan, jadi saya harus membalas mereka kembali. Jika tidak, itu akan sangat merepotkan.” Mu Chen tersenyum dan dia mencengkeram tangan kanannya erat-erat,” Juga, aku ingin menemukan seseorang untuk menguji seberapa kuat “Seal Kematian Tanpa Batas” ini.”

Mu Chen perlahan melangkah maju. Kemudian di bawah tatapan banyak orang, dia memasuki lapangan dan menatap Luo Tong yang yang tampak suram.

“Luo Tong senior, baru-baru ini saya belajar Teknik Spiritual dan saya ingin mengundang senior untuk memberi saya beberapa petunjuk. Saya harap Anda juga mau membimbing saya.”






Prev Chapter | Next Chapter