TGR Bagian 22

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 22 – Kedahsyatan Death Seal

Saat suara Mu Chen terdengar di tempat latihan, suasana yang ramai tiba-tiba terasa sepi. Kemudian, banyak mata yang menatap terkesima tertuju padanya.

Siapa yang akan membayangkan bahwa Mu Chen benar-benar akan mengambil inisiatif untuk bertarung dengan Luo Tong? Mungkinkah dia tidak tahu bahwa yang terakhir selalu menemukan kesempatan untuk menyusahkannya? Kenapa sekarang justru dia yang pergi sendiri dan menemuinya?

“Qian’Er, apa yang sedang dilakukan Mu Chen? Luo Tong bukanlah lawan ringan.” Mo Ling mendekati Tang Qian’Er dan bertanya dengan ekspresi serius saat dia menatap punggung Mu Chen.

Tang Qian’Er menggelengkan kepalanya. Meski matanya sedikit khawatir, dia tidak mengungkapkannya. Dia hanya tertawa lemah dan berkata,” Tidak apa-apa, dia tahu apa yang sedang dia lakukan.”

Mo Ling hanya bisa tersenyum pahit saat ia mengangguk. Duel ini sesuai peraturan. Bahkan jika dia ingin mencoba membantunya, dia tidak bisa mencari alasan. Dia hanya bisa berharap bahwa Mu Chen memiliki kemampuan. Jika tidak, Luo Tong mungkin tidak akan melepaskan kesempatan ini untuk menyiksanya.

“Ho ho”

Saat dikelilingi banyak tatapan dari sekitartnya, Luo Tong tertegun. Wajahnya yang awalnya mendung perlahan berubah dingin. Dari mulutnya, tawa dingin perlahan terdengar dari bibirnya.

“Sepertinya engkau percaya bahwa kau merasa sudah terbiasa disni setelah hanya dengan tinggal di kelas surga selama beberapa hari terakhir ini. Jadi akhirnya engkau bisa mulai bertindak sombong?” Luo Tong berdiri, matanya terpaku menatap Mu Chen.

“Apa maksud anda? Saya hanya ingin sedikit duel dengan Anda.” Mu Chen tertawa kecil sambil tersenyum saat berbicara:” Lagipula, bukankah sesuatu yang wajar bagi seorang senior untuk melakukan sedikit duel kecil dengan seorang newbie? Itulah yang dikatakan Jiang Li sebelumnya.”

Di sisi lain, warna wajah Jiang Li berubah tidak wajar setelah dia mendengar Mu Chen menyebutkannya. Namun, ia sengaja sok ganas saat ia melotot pada Mu Chen. Di dalam hatinya, dia bertanya-tanya mengapa orang ini berani menimbulkan masalah bagi Luo Tong. Mungkinkah dia tidak tahu Luo Tong memiliki kekuatan Tahap Spiritual Movement tingkat Akhir?

Luo Tong menatap wajah tampan Mu Chen yang tersenyum lembut. Di dalam hatinya, bagaimanapun, dia sangat marah. Senyum itu sepertinya mengejeknya, tapi dia juga menyeringai dengan dingin, dan berkata: “Karena engkau memiliki keinginan itu, maka sebagai seniormu, aku harus menyetujuinya, mungkin juga, mungkin juga …”

Setelah mengucapkan tiga kata itu, kedinginan di mata Luo Tong, tampak jelas. Dari permukaan tubuhnya, fluktuasi sangat kuat dipancarkan saat energi spiritual perlahan terjalin dan terpancar dari tubuhnya.

Para siswa di sekitar menyaksikan, dan semua dengan cepat bergerak mundur sedikit seolah mereka takut terkena imbasnya.

Mu Chen mengepalkan tinjunya: “Silahkan”

Luo Tong tidak menahan diri sama sekali. Saat warna wajahnya menjadi gelap, ia melepaskan energi spiritualnya tanpa menahan-nahan lagi. Dia maju selangkah dan melesat maju seperti anak panah. Disertai dengan suara ledakan, tinjunya melesat ke luar dan tanpa henti menerjang Mu Chen.

Ketika penonton melihat betapa ganas Luo Tong, mereka terkejut. Bagaimana bisa disebut duel kecil? Luo Tong jelas punya niat untuk mnghajar Mu Chen.

Mu Chen melihat Luo Tonga dengan cepat mendekatinya. Namun, dia tidak memiliki niat untuk melarikan diri ataupun bersembunyi, energi spiritual kehitaman melingkari tinjunya. Dia kemudian mengambil posisi untuk menerima pukulan dan berhadapan langsung melawan Luo Tong.

Dia ingin mendapatkan pemahaman yang baik tentang kekuatan Tahap Spiritual Movementi tingkat Akhir.

Suara rendah bergema saat tinju mereka dengan keras bertubrukan. Energi spiritual kedua belah pihak saling menghancurkan satu sama lain dan membentuk gelombang energi. Gelombang energi langsung menyebabkan pusaran udara yang kuat muncul di sekitar mereka.

Gelombang energi menyapu daerah itu dan sosok keduanya terguncang. Mu Chen gemetar dan terdorong mundur beberapa langkah. Di sisi lain, Luo Tong hanya mundur satu langkah. Jelas bahwa Luo Tong berada di atas angin dalam sebuah konfrontasi langsung.

“Terlepas dari seberapa mengesankannya energi spiritualmu, masih akan ada perbedaan tingkat saat menghadapiku; Bahkan jika aku menekanmu, aku bisa menekanmu sampai mati!” Mata Luo Tong menatap dingin. Dia berada di Tahap Spiritual Movement tingkat Akhir sementara Mu Chen baru di Tahap Tengah. Meski kelihatannya seperti perbedaan kecil, bedanya sudah cukup untuk menekan yang lain.



“Tidakkah ayahmu menyuruhmu menelan harga dirimu dan bersikap baik jika kamu tidak memiliki kemampuan? Karena kau telah mengambil inisiatif untuk datang, kau pasti akan malu! ”

Setelah mendengar ini, Mu Chen dengan lembut tertawa saat berkata: “Sementara aku belajar bersabar, engkau masih di sekolah menjadi anak laki-laki yang baik. Dan alasan mengapa aku harus bersabar adalah karena aku bertemu dengan seseorang yang tidak dapat akukalahkan pada saat itu. Tapi betapa disayangkan, di mataku, engkau tidak begitu berarti.”

“Kalau begitu, izinkan aku memberitahumu, berapa harga yang harus kau bayar hari ini!”

Sebuah tanda meremehkan terlihat di mata Luo Tong. Dia mengulurkan dua jari, membentuknya menjadi pisau saat energi hijau tua meluncur kencang. Di ujung jarinya, pisau pedang tampak muncul dan menghilang saat memancarkan fluktuasi tajam.

“Great Luo’s Sword Technique?” Saat melihat ujung pedang hijau bercahaya yang muncul dari jari-jari Luo Tong, ekspresi mereka berubah dan mereka berteriak kaget.

“The Great Luo’s Sword Technique dari Teritori Luo?”

Pandangan Mu Chen mengamati pisau hijau yang bercahaya. Spiritual Tier Low Rank, Teknik Pedang Great Luo. Inilah teknik yang membuat Penguasa Teritori Luo terkenal. Dia tidak pernah membayangkan Luo Tong akan melatihnya. Namun, dilihat dari penampilannya, belum sesuai standar. Namun, sudah merupakan prestasi yang sangat mengesankan untuk mengeksekusinya di Tahap Spiritual Movement.

“Swoosh!”

Luo Tong tidak memberi Mu Chen waktu untuk berpikir. Dia menatap dingin saat tubuhnya terangkat ke depan. Jari-jarinya seperti pedang panjang. Saat jari-jarinya menembus udara, dia dengan ganas bergerak menusuk ke arah Mu Chen.

Di mana pun pedang itu melintas, seakan merobek udara. .

Mata Mu Chen terfokus hanya pada ujung pedang yang datang menusuk dengan ganasnya. Ketajaman ini sudah cukup membuat seseorang merinding. Dia perlahan mengepalkan tangan kanannya.

Energi Spiritual kehitaman beredar di sekujur tubuhnya. Energi tesebut tanpa henti dikumpulkan ke tengah telapak kanan Mu Chen. Segel hitam yang menjulang di telapak tangannya perlahan muncul pada saat ini.

Fluktuasi berhawa dingin mengalir keluar.

Sebuah cahaya hitam pekat dengan dahsyat keluar dari telapak tangan Mu Chen. Pada saat ini, Mu Chen sepertinya sedang memegangi matahari hitam. Fluktuasi dingin yang datang darinya membuat orang lain khawatir.

Mu Chen menghentakkan kakinya dan sosoknya melompat maju seperti macan tutul. Dia memilih untuk tidak menghindar dan bertemu langsung melawan gerakan Luo Tong yang ganas dan agresif. Para penonton tercengang saat melihat pemandangan ini.

“Pergi ke neraka!”

Luo Tong berteriak dengan serius. Pedang hijau yang bersinar tidak melambat saat meluncur ke depan seperti kilat ke tenggorokan Mu Chen.

Tinju yang berisi cahaya hitam lebat juga disodorkan ke depan pada saat bersamaan. Cahaya hitam, yang seperti matahari, langsung bertabrakan dengan ujung pedang hijau yang bercahaya.

Fluktuasi Energi Spiritual meledak keras. Rasanya seolah tanah turut bergetar. Namun, mata para siswa tetap terpaku di tempat di mana ujung pedang hijau bertabrakan dengan cahaya hitam.

“Break!”

Mata Mu Chen berkilat tajam. Dalam aurasea-nya, energi spiritual dicurahkan seutuhnya. Segel hitam itu juga bergetar keras di tengah telapak tangan. Segel itu muncul di depan tinjunya dan mendarat dengan kuat ke ujung pedang hijau yang bersinar.

Kacha!

Segel hitam itu meledak, menyebabkan ujung pedang hijau bercahaya berhenti sejenak. Kemudian, semua orang mendengar sedikit suara yang patah. Segera setelah itu, mereka melebarkan mata mereka saat retakan muncul di ujung pedang hijau yang bercahaya.

Pada akhirnya, ujung pedang hijau bercahaya itu hancur total. Sedikit kengerian muncul di mata Luo Tong saat tubuhnya kembali tak berdaya.

Mu Chen tidak menindaklanjuti serangan. Segel hitam itu lenyap saat ia membalik telapak tangannya. Apalagi fluktuasi juga berangsur-angsur hilang. Namun, penonton tidak membuat satu suara pun. Mereka menatap takjub pada sosok ramping itu. Sudah jelas hal yang tak terpikirkan baru saja terjadi. Mu Chen tidak hanya membungkam keahlian Luo Tong yang terbesar, dia bahkan berhasil memaksanya mundur.

“Bagaimana ini bisa …”

Jiang Li dan Teng Yong tertegun saat menyaksikan kejadian ini terjadi. Luo Tong, yang merupakan Tahap Spiritual Movement tingkat Akhir, benar-benar kalah dari Mu Chen, yang hanya merupakan Tahap Spiritual Movement tingkat Tengah.

“Ini …” Saat Mo Ling menyaksikan adegan ini, hatinya bingung.

Tang Qian’Er menarik napas lega dan dia mengendurkan tangannya yang ramping. Orang ini benar-benar mengesankan.

“Tuan Luo Tong, terima kasih.”

Mu Chen menangkupkan tangannya pada Luo Tong saat dia terkekeh. Namun, matanya tertuju pada telapak tangannya sendiri. Segel hitam sudah pudar sedikit. Jika hanya berdasarkan kekuatan, Limitless Deat Seal ini tidak akan berada di level Common Tier High Rank. Ini mungkin hanya menjadi Common Tier karena persyaratan yang harus memiliki Energi Spiritual yang mendominasi dianggap terlalu tinggi.

Namun, konsumsi Spiritual Energy yang dibutuhkan sangat besar untuk Limitless Death Seal. Serangan sebelumnya telah menghabiskan setengah dari energi spiritual aurasea-nya. Meski baru pertama kali mengendalikannya sehingga jadi tidak sempurna, bahkan Spiritual Tier Low Rank Spiritual Arts tidak bisa dibandingkan dengan tingkat konsumsi energinya.

Wajah Luo Tong menjadi pucat. Dia tidak pernah berpikir bahwa hasilnya akan berakhir seperti ini, jadi dia tidak bisa berbicara selama beberapa saat. Serangan agresif Mu Chen sebelumnya sangat mengejutkannya. Pada saat itu, dia merasakan bahaya besar.

“Orang ini benar-benar memiliki Seni Spiritual yang begitu kuat. Apakah ayahnya mempersiapkan ini untuknya?” Luo Tong mengertakkan gigi seperti yang dia kira. Dia telah berlatih Teknik Pedang Great Luo ini untuk waktu yang sangat lama sebelum membuahkan hasil. Namun, dia masih kalah dengan Mu Chen. Berapa banyak trik yang dimilikinya?

Mu Chen tidak peduli dengan Luo Tong, yang mencoba mencerna situasi terlalu banyak. Dia mencapai tujuannya untuk menakut-nakuti Luo Tong. Orang ini mungkin akan menahan diri di masa depan. Karena itu, dia menepuk tangannya dan berpaling untuk pergi.

“Mu Chen, ikut saya sebentar.”

Saat dia berbalik, sebuah suara samar tiba-tiba muncul dari dekat. Dia sedikit terkejut dan dia melihat Guru Mo berdiri tidak jauh dari dia saat dia memiringkan kepalanya.

Mu Chen tertegun. Dia bertukar pandang dengan Tang Qian’Er sejenak. Di bawah pengawasan banyak siswa, dia ragu sejenak sebelum mengikuti Teacher Mo.

Saat mendekati hutan yang sepi, Guru Mo berhenti berjalan. Lalu, dia membalikkan badannya dan menyipitkan matanya. Suaranya berangsur-angsur menjadi lebih berat dan dia berkata: “Engkau telah berlatih Limitless Death Seal?”






Prev Chapter | Next Chapter