TGR Bagian 23

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 23: Kekuatan Sejati Limitless Death Seal

“Engkau berlatih Limitless Death Seal?”

Mu Chen menatap ekspresi serius wajah Guru Mo. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa ringan. Lalu, dia mengangguk. Dengan kekuatan tahap Spirit Stage Guru Mo, jelas bahwa dia tidak dapat menyembunyikannya darinya.

“Bukankah Engkau seharusnya belum boleh untuk melatih teknik tersebut?” Guru Mo berkata dengan suara yang dalam.

Mu Chen berkedip, tapi dia tidak berbicara. Dia sudah melatihnya. Mungkinkah Guru Mo akan membuatnya mengembalikannya kembali?

Guru Mo menatap wajah Mu Chen. Ekspresi seriusnya tertegun sejenak. Tampaknya anak ini tidak peduli dengan otoritasnya. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa daya dan berkata: “Tidak bisakah kamu ini tidak ceroboh begini?”

“Saya hanya ingin mencobanya. Jika ada masalah, saya akan segera berhenti melatihnya. Saya peduli dengan hidup saya lebih dari orang lain.” Mu Chen tersenyum dan menjawab.

Guru Mo hanya bisa menatapnya dengan masam. Dia ragu sejenak sebelum berkata, “Apakah kau berhasil?”

“Saya berhasil dalam langkah awalnya.” Mu Chen mengulurkan tangannya. Di tengah telapak tangannya, segel hitam tampak samar.

Guru Mo menatap segel hitam di tangan Mu Chen. Sudut bibirnya sedikit bergetar. Meskipun ia menyadari hal itu sebelumnya, hatinya tidak bisa tidak gemetar saat melihat bahwa Mu Chen berhasil berhasil melatih Segel Kematian Tanpa Batas(Limitless Death Seal) ini dalam waktu singkat.

Bakat ini, seperti yang diharapkan dari orang yang memperoleh kualifikasi untuk mengikuti Spiritual Road.

“Apakah engkau tertarik dengan Segel Kematian Tanpa Batas ini?” Guru Mo melirik Mu Chen. Sejak dia membawa Mu Chen ke Spiritual Arts Room Heaven Level, dia menemukan bahwa Mu Chen menyukai Teknik Spiritual ini.

“Saya bisa merasakan bahwa Teknik Spiritual ini tidak sesederhana itu.” Mu Chen berpikir sejenak sebelum dia berbicara. Meskipun Seni Spiritual ini sepertinya hanya Common Tier High Rank, dia bisa saja merasa ada sesuatu yang aneh dengan teknik ini.



“Oh?” Guru Mo mengangkat alis dan menatap Mu Chen.

“Rasanya Seal Kematian Tanpa Batas ini sepertinya membawa potensi besar. Pelatihan di permukaan nampaknya merupakan langkah awal … Saya merasa harus ada semacam metode untuk membuat Seal Kematian Tanpa Batas ini semakin kuat.” Mu Chen bergumam pada dirinya sendiri.

Guru Mo sedikit menyipitkan matanya. Sedikit rasa terkejut melintas di matanya.

Mu Chen menatap Guru Mo dan tiba-tiba tersenyum. Dia berkata dengan suara licik:”Guru Mo seharusnya cukup akrab dengan Segel Kematian Tanpa Batas, bukan? Dari apa yang bisa saya katakan, Anda tampaknya sangat tertarik dengan hal itu. ”

Guru Mo melirik Mu Chen, yang seperti seekor rubah licik. Dia mengangguk tak berdaya dan berkata: “Saya juga telah melatih Segel Kematian Tanpa Batas ini.”

Saat dia mengatakan ini, dia mengulurkan telapak tangannya. Di tengah telapak tangannya, segel hitam juga muncul di atasnya. Namun, segel dari Guru Mo jauh lebih sempurna dan lebih gelap dari pada segel hitam di tangan Mu Chen. Fluktuasi aura dinginnya juga jauh melampaui yang dibentuk Mu Chen.

Mu Chen menatap kaget segel hitam di tangan Guru Mo. Dengan lembut dia tersenyum saat berkata, “Benar-benar seperti yang saya harapkan. Teknik Spiritual ini sungguh tidak sesederhana itu. Kalau tidak, mengapa Guru Mo memilihnya? ”

Guru Mo adalah tokoh hebat di tahap Spirit Stage. Dia termasuk berada di peringkat tinggi di Alam Spiritual Utara. Jika Segel Kematian Tanpa Batas itu hanyalah Teknik Spiritual Common Tier, dia tidak akan melatihnya.

“Dasar Berandal …”

Guru Mo tertawa terbahak-bahak. Anak laki-laki ini cukup licin. Dia berpikir sejenak dan perlahan berkata: “Apakah engkau ingin tahu bagaimana membuat Segel Kematian Tanpa Batas ini menunjukkan kekuatan sebenarnya?”

Mata Mu Chen menyala. Dia mengangguk cepat.

“Sederhana saja.” Guru Mo terkekeh dan dia juga mengulurkan tangan kirinya. Kemudian, Mu Chen tercengang saat melihat ada segel hitam yang persis sama di tengah telapak tangan kiri Guru Mo.

Jadi dengan Limitless Death Seal, Anda bisa membentuk lebih dari satu Death Seals!

Mata Mu Chen bersinar. Wajahnya terlihat sangat gembira. Dia menatap Guru Mo dengan muram dan bergumam: “Alasan mengapa tidak ada cara lain untuk melatih Segel Kematian Tanpa Batas bukanlah karena tidak ada cara. Itu karena titik yang menakjubkan dari Death Seal adalah Anda bisa membentuk beberapa Death Seals. Dengan menimpa Segel Kematian satu dengan yang lainnya, engkau akan bisa menunjukkan kekuatan sebenarnya? ”

Guru Mo mengangguk dan berkata, “Namun, Segel Kematian Tanpa Batas memiliki persyaratan tinggi untuk Energi Spiritual. Saya telah mencoba yang terbaik, namun saya hanya mampu membentuk dua meterai. Sedangkan untuk Death Seals, semakin banyak yang engkau miliki, semakin mengerikan reaksi balik dari dampaknya. Saya pernah mencoba membentuk Seal Kematian ketiga, tapi saya hampir terluka parah akibat syoknya. Setelah itu, saya tidak berani mencobanya lagi. ”

Mu Chen juga memiliki perasaan yang sama. Ketika ia membentuk segel pertama, ia berusaha keras untuk bertahan menghadapi dampak yang muncul dari formasi segel tersebut. Dia benar-benar tidak tahu apakah dia bisa menahan dampak dari segel kedua yang terbentuk.

“Saat ini, engkau telah berhasil membentuk Segel yang pertama, jangan terburu-buru membentuk Segel kedua. Jadi kecelakaan tidak akan terjadi.” Guru Mo memperingatkannya.

Mu Chen mengangguk. Meskipun ia merindukan kekuatan sejati Segel Kematian Tanpa Batas, ia juga mengerti bahwa tidak ada manfaat karena terlalu ambisius.

Melihat ini, Guru Mo tidak mengatakan apa-apa lagi dan melambaikan tangannya. Mu Chen segera berbalik dan pergi. Begitu dia menoleh, dia melihat Tang Qian’Er menunggunya.

“Apa kamu baik baik saja? Apakah Guru Mo melakukan sesuatu padamu?” Tang Qian’Er segera mengajukan pertanyaan ini saat dia melihat Mu Chen datang. Bagaimanapun, Mu Chen benar-benar melanggar peraturan saat melatih Segel Kematian Tanpa Batas. Karena itu, dia khawatir Mu Chen akan dihukum.

Mu Chen tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Lalu, dia menundukkan kepala dan melihat ke segel hitam di telapak tangannya. Hatinya memanas. Segel Kematian Tanpa Batas ini sungguh luar biasa. Sepertinya dia harus berusaha lebih jauh untuk melatihnya di masa depan.

Di tengah malam, Mu Chen diam-diam duduk bersila. Tangannya berubah segel lagi. Jejak Energi Spiritual hitam gelap beredar di ujung jarinya.

Kacha!

Namun, ketika Energi Spiritual Kehitaman terjalin bersama dan berusaha membentuk segel, Energi Spiritual tiba-tiba lepas kendali dan fluktuasinya hilang.

Mu Chen menatap telapak tangannya yang kosong. Dia menggeleng tak berdaya. Sebelumnya, dia berusaha melihat apakah dia bisa membentuk segel kedua, tapi hasilnya jelas. Dia gagal.

Tampaknya kesulitan untuk Segel Kematian kedua jauh lebih sulit daripada yang pertama.

“Sepertinya aku hanya bisa melakukan ini dengan perlahan.”

Gumam Mu Chen pada dirinya sendiri. Kemudian, dia pulih kembali dan memejamkan mata. Dia mulai mengedarkan Teknik Pagoda Agung dan menyerap Aura Spiritual dari dunia. Pada akhirnya, Aura Spiritual berubah menjadi Energi Spiritual kehitaman dan memasuki aurasea-nya.

Selain itu, Mu Chen juga akan memisahkan sedikit Energi Spiritualnya dan membiarkannya mengalir ke meridian di lengannya untuk menempa Segel Kematian hitam. Itu membuat warna segel hitam menjadi lebih gelap.

Karena pertarungan dengan Luo Tong kemarin di tempat latihan, reputasi Mu Chen juga tersebar di East Branch Heaven Class. Para siswa veteran tidak berani meremehkan newbie ini, yang baru saja terkenal. Juga, Tan Qingshan membuat orang lain mengerti bahwa dia bukan anak yang tampaknya pendiam, yang mudah di-bully, dengan sikapnya yang ganas kemarin. Oleh karena itu, tidak ada yang mengganggu dia di hari-hari setelahnya. Mu Chen benar-benar memperoleh ketenangan dan kedamaian.

Selama masa damai ini, Mu Chen mulai memfokuskan upayanya untuk berkultivasi. Dia akan berada di lapangan kulrivasi untuk meminjam Array Konvergensi Spirit Tingkat Tiga di siang hari. Energi Spiritual di dalam aurasea-nya menjadi lebih padat dan tebal seiring berlalunya waktu.

Saat malam hari, dia akan berlatih Segel Kematian Tanpa Batas di telapak tangannya. Dia pun berangsur-angsur berusaha membentuk Segel Kematian kedua. Tapi, dia gagal.

Tapi meski gagal berulang kali, Mu Chen tidak menyerah. Dia bisa samar-samar merasa bahwa dia semakin mahir dalam Metode Segel untuk membentuk Segel Kematian Tanpa Batas melalui kegagalan berulang-ulang. Kontrolnya di Segel Kematian Tanpa Batas menjadi semakin lancar.

Perasaannya semakin mendekati kesuksesan membuat Mu Chen sedikit gembira.

Waktu perlahan berlalu dan dalam sekejap mata, sekitar setengah bulan berlalu.

Selama setengah bulan ini, Energi Spiritual di dalam aurasea Mu Chen menjadi lebih tebal dan padat. Meski belum maju ke Tingkat Akhir Tahap Gerakan Spiritual, yang pasti Energinya lebih kuat dari setengah bulan yang lalu.

Sementara Energi Spiritualnya berkembang, pelatihan Mu Chen di Segel Kematan Tanpa Batas juga menjadi lebih mahir. Penguasaannya atas Segel Kematian pertama mencapai tingkat presisi tertentu. Tidak seperti saat berhadapan dengan Luo Tong dan akan menyebabkan konsumsi energi yang tidak perlu.

Sedangkan untuk kondensasi Segel Kematian kedua, Mu Chen bisa sedikit merasa bahwa dia telah mencapainya. Namun, Energi Spiritualnya tidak cukup sehingga ia tidak mampu membentuknya dengan sukses. Hal ini membuatnya merasa agak menyesal.

Di lapangan kultivasi, saat Mu Chen mendengar bel berbunyi, yang mewakili bahwa kelas telah berakhir, dia membuka matanya dan mulai merasakan Energi Spiritual bergelombang di aurasea-nya. Dia tersenyum lembut dan meregang.

“Hei.”

Suara yang manis terdengar dari sampingnya. Mu Chen memiringkan kepalanya. Dia hanya memperhatikan Tang Qian’Er sambil tersenyum saat dia menatapnya dengan penuh harap.

“Ada apa?” Tanya Mu Chen.

“Kita akan berangkat latihan di Lapangan Spiritual Utara besok.” Tang Qian’Er tersenyum saat dia berkata.

“Kita akan berangkat besok?”

Mu Chen berhenti sejenak sebelum dia tersenyum dan mengangguk. Dia benar-benar tenggelam dalam latihannya selama ini, jadi dia hampir lupa waktu. Namun, itu masih baik-baik saja. Melihat bahwa dia tidak bisa membentuk Segel Kematian kedua karena dia tidak memiliki cukup Energi Spiritual, jika dia bisa menemukan beberapa Elixir di Lapangan Spiritual Utara, itu akan memecahkan masalah mendesaknya.

“Engkau harus bekerja lebih keras selama pelatihan Northern Spiritual Field kali ini. Dikatakan bahwa Liu Mubai Cabang Barat juga akan berpartisipasi. Yang membentuk tim bersamanya adalah Hong Ling Cabang Barat. Kita tidak bisa kalah dengan mereka. “Tang Qian’Er berkata serius.

“Liu Mubai, ya …”

Mu Chen sedikit tersenyum. Orang itu adalah orang nomor satu di Akademi Spiritual Utara. Dan apakah mereka akan saling berhadapan untuk pertama kalinya dalam Pelatihan Lapangan Spiritual Utara ini?

Sangat menarik.

Mata hitam Mu Chen bersinar. Dia tidak takut pada siapa pun di Jalan Spiritual dan persis sama di Alam Spiritual Utara.






Prev Chapter | Next Chapter