TGR Bagian 3

Prev Chapter | Next Chapter


Bagian 3 – Teritori Mu

Northern Sipritual Realm terbagi menjadi Sembilan Teritori. Masing-masing dikuasai oleh seorang penguasa, diantaranya ada yang saling bersekutu dan ada yang saling bertentangan. Begitulah situasi yang ada di wilayah Northern Spiritual Realm.

Selain Sembilan Teritori, masih ada sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan dalam Norther Sipritual Realm, yaitu Akademi Northern Spiritual. Namun, dibandingkan dengan Sembilan Teritori yang yang sering berselisih, Akademi Northern Spiritual selalu netral. Mereka tidak memiliki ambisi untuk berkompetisi menguasai teritori. Mereka hanya selalu berada di wilayah dan merekrut murid-murid. Karena itulah, Akademi Northern Spiritual memiliki status tinggi di dalam Norther Sipritual Realm.

Dan Akademi Northern Spiritual juga menjadi tempat yang memungkinkan mereka untuk dapat diterima masuk ke “Five Great Academies”. Ini adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua Penguasa Teritori. Karena mereka semua mengerti, meski mereka memiliki jabatan yang hebat dalam Northern Sipritual Realm, namun mereka tidak dapat dibandingkan dengan “Five Great Academies”. Dengan demikian, mereka akan mengirim anak-anak mereka, begitu mereka cukup umur, ke Akademi Northern Spiritual untuk berlatih guna mendapatkan peluang ini.

Oleh karena itu, satu-satunya kekuatan yang jangan sampai ditentang dalam Northern Sipritual Realm adalah Akademi Northern Spiritual.

Mu Territory, Mu City.

Begitu Mu Chen keluar dari Transfer Spiritual Array, terdenganr suara keramaian di sekililingnya. Dia memandang Kota Mu yang makmur dan sedikit tersenyum.

Kota Mu adalah kota utama di Teritori Mu dan ayahnya Mu Feng adalah sang Penguasa Teritori Mu.

“Little Lord?”

“Little Lord, Anda kembali dari Akademi Northern Spiritual?”

“Cepat dan laporkan ke Lord Territory!”

Di dekat Transfer Spiritual Array, ada beberapa penjaga Teritori Mu yang berjaga. Begitu mereka melihat anak laki-laki itu berjalan keluar dari Array Spiritual, mereka terkejut sejenak, lalu segera tampak senang dan mendekatinya.

“Maaf sudah mengganggu kalian semua, Tak masalah, aku bisa pulang sendiri” Mu Chen melemparkan senyuman ke arah para penjaga. Dia dibesarkan di tempat ini dan sudah familiar dengan banyak orang. Meski dia adalah putra dari sang Penguasa, sikapnya sangat baik. Jadi, dia cukup disukai di dalam Teritori Mu.

Dia mengucapkan selamat tinggal pada penjaga yang bersemangat dan segera menuju pusat kota. Tak lama kemudian, sebuah bangunan besar terlihat. Di depan bangunan tersebut, ada dua kata besar “Mu Estate”.

Tampak jelas bahwa Mu Estate dijaga ketat. Namun, Mu Chen tidak peduli akan semuanya dan langsung berlari masuk. Para penjaga juga mengeluarkan senyuman hangat setelah mereka mengenalinya dan membungkuk kepadanya. Setelah itu, mereka berlalu.

“Ayah!”

Mu Chen bergegas masuk dan langsung menuju ke Ruang Tamu. Dia kemudian melihat ada dua sosok di sana. Di kursi tuan rumah ada seorang pria dengan jubah hitam. Dia memiliki tubuh tegak dan ekspresi tegas di wajahnya. Satu-satunya hal yang membuatnya tampak agak tua adalah tampak rambut putihnya terurai di kepalanya, tapi dapat terlihat sekilas bahwa dia pasti orang yang tampan saat masih muda.

Orang itu adalah ayah Mu Chen, Mu Feng. Dia juga adalah Penguasa Teritori Mu.

Di kursi sebelah kanan Mu Feng, ada seorang pria kurus setengah baya. Wajahnya sedikit muram dan seperti sedang menyimpan masalah. Bentuk mulutnya menunjukkan ketegasannya. Tapi suasana tegang itu lenyap begitu mereka dilihatnya Mu Chen bergegas masuk ke Ruang Tamu. Tampak wajahnya tersenyum lembut.

“Bagus kamu sudah pulang, tapi kenapa harus teriak-teriak?” Mu Feng meletakkan barang-barang di tangannya dan menatap anak laki-laki yang masuk melalui pintu. Dia terpaksa menegurnya dengan lembut. Namun, tampak kehangatan yang keluar dari kedalaman matanya.

“Lord Territory, jarang sekali Little Mu kembali. Wajar kalau kita bahagia.” Pria kurus setengah baya itu tersenyum saat berbicara.

“Sepertinya hanya Paman Zhou yang mengerti.” Mu Chen duduk di kursi dan menyeringai pada pria kurus itu. Melalui cara mereka berbicara, terlihat bahwa mereka cukup dekat. Paman Zhou bernama Zhou Ye, dia juga sahabat karib ayahnya. Dulu, dia berjuang bersama ayahnya dalam Northern Spiritual Realm dan akhirnya membantu dan mendukungnya ayahnya menjadi Penguasa Teritori Mu. Dia juga turut membesarkan Mu Chen, jadi dia selalu memperlakukan Mu Chen sebagai anaknya sendiri. Kedekatan mereka satu dengan yang lain sungguh luar biasa.

“Hhh? Kau sudah mencapai tingkat Spiritual Movement?” Mu Feng tersenyum dan berkata dengan terkejut saat melihat Mu Chen.

Mendengar ini, Zhou Ye juga menatap Mu Chen dengan takjub. Seperti dugaannya, dia bisa mendeteksi Aura Spiritual yang dipancarkan di dalam tubuh Mu Chen.

“Aku mencapainya beberapa waktu lalu.” Mu Chen mengangguk. Berbicara tentang masalah ini agak membosankan, tidak banyak hal yang menarik tentang mengenai hal itu.

“Sepertinya kau pulang untuk mendapatkan Spiritual Arts.” Mu Feng tersenyum. Hanya setelah mencapai Tahap Spiritual Movement, kita bisa belajar Spiritual Arts. Dan dengan belajar Spiritual Arts, barulah kemudian dapat melepaskan kekuatan sejati dari Energi Spiritual.

“Aku akan bertanding dengan seseorang sepuluh hari lagi. Mungkin aku akan sedikit kesulitan jika tidak mempelajari Spritual Art.” Mu Chen menyeringai dan menjelaskan masalah tentang tantangan Liu Yang saat Mu Feng dan Zhou Ye menatapnya menyelidik.

“Tidak ada satu pun orang dari Keluarga Liu yang baik.”

Setelah Zhou Ye mendengarnya, wajahnya tampak seram dan dia berkata: “Keluarga Liu telah menjadi semakin sombong belakangan ini. Meskipun Teritori Liu dapat dianggap sebagai Nomor Satu di Northern Spiritual Realm, apa mereka pikir Teritori Mu lemah? ”

Mu Feng tersenyum tak acuh dan berkata:” Aku tidak menyangka bahwa Liu Yang memiliki Spiritual Pulse, Keluarga Liu benar-benar beruntung.”

“Itu cuma Human Level Spiritual Pulse.”

Ucap Zhou Ye. Namun, sedikit muram saat mengatakannya. Dia menatap Mu Chen dan berkata: “Kekuatan Liu Yang juga berada di Tahap Awal Spiritual Movement. Dengan bantuan Spiritual Pulse, bahkan sulit bagi seseorang pada Middle Phase Spirtual Movement untuk menghadapinya. Little Mu, apakah kau merasa mampu? ”

Mu Chen tersenyum. Dia pernah menyerang seseorang yang memiliki Heaven Level Spiritual Pulse. Buat apa kuatir kalau cuma menghadapi Human Level Spiritual Pulse Spiritual? Dibandingkan dengan orang-orang hebat di Spiritual Road, Liu Yang hanyalah amatir.

Mu Feng melihat wajah Mu Chen yang lugu. Dia bisa merasakan bahwa anaknya berubah setelah dia kembali dari Spiritual Road. Meskipun pria kecil ini tampak lembut dan sederhana, Mu Feng masih bisa mendeteksi aura dingin dan tajam yang tersembunyi di balik wajah lembut dan polos karena pengalamannya membunuh orang.

Aura yang tajam itu seperti naga yang tidak aktif. Tidak apa-apa kalau tidak mengaum, tapi begitu meledak, pasti akan menghabisi apapun dengan tuntas.

Perubahan itu membuat Mu Feng sedikit terkejut dan juga sedikit senang. Dia sangat perhatian pada anak tunggalnya. Sedangkan mengapa Mu Chen dikeluarkan di tengah Spiritual Road, dia bingung, tapi dia tidak bertanya lebih jauh. Dia percaya bahwa anaknya tidak akan melakukan apapun yang akan mengecewakannya.

“Ayo, Aku antar untuk memilih beberapa Spiritual Art. “ Mu Feng berdiri dan melambaikan tangannya ke Mu Chen. Lalu, dia berjalan menuju halaman belakang. Setelah Mu Chen pamit ke Zhou Ye, dia segera menyusul.

Dia mengikuti Mu Feng dan melewati halaman belakang. Lalu, mereka berhenti di dekat pintu batu yang dijaga ketat. Sebuah Aura Spiritual yang kuat memancar dari telapak tangan Mu Feng, berubah menjadi sinar terang dan menyelimuti Pintu Batu.

Di belakang Mu Feng, Mu Chen bisa merasakan fluktuasi energi Spiritual yang kuat. Dia berdecak kagum. Ayah memang seorang individu yang kuat di tahap Spirit Stage. Fluktuasi energinya sangat kuat.

Selama berlatih, pertama akan dimulai di Tahap Sensing Stage. Pada tahap ini kita akan bisa merasakan Aura Spiritual di dunia ini. Selanjutnya adalah Tahap Spiritual Movement. Pada tahap ini, kita akan bisa menyerap Spiritual Aura ke dalam tubuh. Setelah Tahap Spiritual Movement adalah Tahap Spiritual Rotation. Anda akan bisa mengumpulkan Aura Spiritual di dalam tubuh menjadi sebuah siklus. Pada tahap ini tingkat Energi Spiritualnya jauh melampaui tahap Spiritual Movement.

Setelah Tahap Spiritual Rotationl, kita akan mencapai Tahap Spirit Stage. Pada tahap Ini bisa dianggap sebagai tahap pemisah. Mu Feng ada di level ini. Begitu melangkah ke Tahap Spirit Stage, Kita sudah bisa dianggap sebagai Tokoh Besar dalam Northern Spiritual Realm. Kekuatan pada tahap ini memiliki kekuatan yang jauh melampaui Tahap Spiritual Rotation. Ini karena kita akan bisa mendapatkan kemampuan unik setelah mencapai Spirit Stage. Kemampuan itu adalah kemampuan menyerap Beast Spirit.

Yang disebut Beast Spirit adalah Spirit dari jutaan binatang di dunia. Begitu diserap, maka kita akan bisa mendapatkan sedikit kekuatan dari Spiritual Beast. Dengan menggabungkannya dengan Energi Spiritual kita sendiri, kekuatan bertarung akan meningkat secara alami.

Di dunia ini, ada sebuah “Beast Record”, yang membagi banyak Spiritual Beast di dunia menjadi dua peringkat: Heaven dan Earth. Dan Spirit dari Spiritual Beast yang telah diserap oleh Mu Feng diperolehnya karena keberuntungannya., yaitu Dragonfire Bird. Dalam Earth Ranking pada Beast Record, peringkatnya berada di peringkat 85. Selama ini perjalananannya menjelajahi Northern Spiritual Realm hingga menjadi Penguasa Teritori Mu, Spirit dari Dragonfire Bird ini telah banyak berjasa.

“Kkrrieettt.”

Saat Mu Chen teralihkan pikirannya, pintu batu yang berat itu perlahan terbuka dan suara berderit yang keras terdengar.

Setelah Pintu Batu terbuka, banyak debu berterbangan. Mu Feng mengipasi menggunakan tangannya dan masuk. Mu Chen juga bergegas mengikuti.

Sebuah ruangan muncul setelah melewati Pintu Batu. Di dalam ruangan itu, ada banyak terlihat nyala lampu dan deretan Rak Batu. Di Rak Batu, banyak gulungan naskah bersinar samar.

Mata Mu Chen bersinar saat ia melihat berbagai naskah di dalam ruangan itu. Sudah jelas bahwa mereka semua adalah Spiritual Arts …

Mu Feng menepuk tangannya membersihkan debu. Dia menatap bilik itu dan menatap sesaat ke bagian terdalam. Kemudian, dia berkata sambil tersenyum: “Semua koleksi Spiritual Art yang dimiliki ayahmu ada di sini. Kau bisa pilih salah satu dari mereka, aku ingin melihat yang mana yang akan kau pilih.”


Prev Chapter | Next Chapter